Jatim Park 2 dan Batu Secret Zoo Tidak Cukup Sehari Dijelajahi

Jatim Park 2 dan Batu Secret Zoo Tidak Cukup Sehari Dijelajahi
Jatim Park 2 dan Batu Secret Zoo. Sumber gambar: wikipedia.com

Sampai di depan Jatim Park 2 jam 08.15. Saya udah pede pengen masuk, karena menurut info si supir angkot dan situs resminya, tempat ini buka jam 8 . Hoho, ternyata baru jam 10 (setelah cross check lagi, ternyata buka jam 10 sodara-sodara, demikian yang tertulis pada situs resminya). Akhirnya saya memutuskan makan dulu di warung makan seberang Jatim Park 2. Sekitar jam 9, saya beli tiket masuk yang karena tanggal merah harganya Rp.70.000, untuk yang terusan (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa). Kalau untuk VIP (Jatim Park 1&2) tiketnya Rp.120.000. Saya beli yang terusan aja karena nggak yakin bakal sempat langsung ke Jatim Park 1. Kalau mau tahu tarif selengkapnya, silakan cek di situsnya aja.

Pukul 10.00 pagar masuk baru benar-benar dibuka. Antreannya luar biasa panjang. Buat Anda yang bawa makanan, siap-siap deh ditinggal di pintu masuk karena petugas tidak memperbolehkan membawa makanan apa pun dari luar. Setelah menunggu, akhirnya saya bisa masuk juga.

Secara garis besar, Batu Secret Zoo adalah kebun binatang yang menurut gue SANGAT MEWAH!! Ya, hewan-hewan ini tampak begitu sehat jika dibandingkan dengan binatang di Jogja (sorry to say this). Kandang pun dibangun dengan bervariasi, di mana kita bisa melihat hewan di bawah kita, di atas kita, bahkan kita bisa mengelus burung unta (kalau pengen digigit). Entah ada berapa ribu satwa yang ada di sini. Pokoknya asyik dan bisa foto bareng hewan juga lho, gratis!!!

Setelah puas melihat hewan, saatnya memasuki Fantasy Land. Yup, inilah arena bermain yang membuat gue semangat buat mencoba satu-satu (tentunya yang nggak dikhususkan untuk anak kecil. Semua wahana gratis tis tis. Ada beberapa wahana yang menurut gue rekomended, antara lain Shark Coaster, Octopus, Bumped Cars, dan Tsunami. Tapi hati-hati lho jangan sampai muntah, karena cukup mengocok perut hehehe.

Setelah asyik main dan juga hujan deras, saya memilih makan di food court yang atapnya seperti daun. Cara pembayaran di sini cukup keren, karena pakai kartu deposit dengan nominal awal Rp20.000. Saking sukanya koleksi kartu, saya pun bawa pulang setelah saldonya sisa beberapa ribu doang.

Yup sekian perjalanan saya di hari pertama. Cukup melelahkan memang ditambah lagi masih harus menunggu angkot cukup lama. Buat Anda yang datang ke Batu tanpa kendaraan pribadi, ada beberapa alternatif . Pertama adalah minta diantarkan oleh sopir angkot ke tempat tujuan. Bahkan sopir angkot sangat terbuka dengan penawaran carter kendaraannya. Ini saya lakukan pada hari kedua karena hopeless dengan angkot yang sangat jarang ditemui.

Kedua, carilah ojek, dan jangan malu untuk tawar-menawar harga. Ojek pasti lebih mahal ketimbang angkot, tapi tergantung Anda saja. Ketiga, jalan kaki. Tenang aja, Batu itu kota yang sebenarnya kecil, cuma jalannya sering mendaki. Dan hawanya sejuk. Kalau Anda punya peta kota Batu dan ingin mengunjungi spot wisata sekitar kota, silakan berjalan kaki. Kalau lapar tinggal memilih salah satu warung makan yang ada. Saya sih tidak merasa perlu merekomendasikan warung makan tertentu karena selera itu relatif. Demikian pula dengan harga. Oke, ini untuk aktivitas utama saya di hari pertama di Batu.

Tips dan info:

  • Di beberapa bagian di Batu, sinyal kadang putus-putus. Harap maklum mengingat letak geografisnya yang memang di atas gunung.
  • Bagi Anda yang tidak tahan dingin, pastikan memilih kamar dengan fasilitas pemanas dan air panas. Karena suhu di malam hari dan pagi hari luar biasa dingin.
  • Pastikan Anda memiliki peta wisata di Batu supaya tahu berapa jarak antara satu spot dengan spot lainnya.
  • Sedia payung karena hujan sering turun mendadak dan deras.
  • Jika saat berkeliling Batu Secret Zoo Anda kelelahan, boleh menyewa e-bike (semacam sepeda listrik), dengan syarat Anda memiliki SIM C.
Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response