Jazz Indonesia; Mengenal 6 Band dan Vokalis Kenamaan

Jazz Indonesia; Mengenal 6 Band dan Vokalis Kenamaan
Sumber gambar: jacksonvillejazzfest.com

Mencari sejumlah vokal mau band jazz Indonesia yang terkenal, tidaklah semudah mencari di luar negeri sana. Penyebabnya tiada yang lain, kultur jazz masih belum terlalu kuat berakar di dalam benak kita, dibandingkan musik pop maupun heavy metal sekalipun. Berbeda dengan musik pop yang mudah digenjreng-genjreng dengan gitar oleh pengamen di bus kota, lagu-lagu jazz memiliki komposisi lebih rumit dengan penggunaan instrumen musik yang banyak.

Konser-konser musik jazz pun terkesan mahal dan eksklusif. Kalau konser musik pop atau rock bisa di ruangan terbuka, idealnya musik jazz dinikmati di dalam ruangan dan dalam kondisi tenang. Tidak jauh berbeda dengan saat kita menonton sepak bola yang riuh dan rawan dengan kericuhan, emosional, dan tidka membatasi penonton bisa dari kalangan mana saja, dengan saat menonton tenis yang penontonnya dilarang bicara sehingga yang terdengar hanyalah suara lenguhan si pemain dan bola yang dipukul dengan kecepatan tinggi.

Dengan kondisi seperti itu, setidaknya masih ada beberapa nama yang dapat diidentikkan dengan musik jazz Indonesia. Juga musisi seperti Yovie Widianto dan Elfa Secioria yang banyak mengorbitkan artis-artis dengan spesifik untuk lagu-lagu jazz.

Dan ini dia 6 Band/Vokal Jazz Indonesia:

 

1.The Groove

Di tahun 1999, The Groove mengeluarkan album Kuingin dengan track andalan Kuingin dan Dahulu. Mengusung genre acid jazz yang groovy banget. Formasi awal band mengandalkan 2 lead vocal, Rika Roeslan dan Reza. Reza ini pernah main menjadi figuran di film Detik Terakhir jadi pecandu narkoba. Badannya yang kurus sangat mendukung perannya. Formasi band kemudian berubah setelah sang basis Yuke Sampurna hengkang dan bergabung dengan band Dewa 19 milik Ahmad Dhani. Rika Roeslan sekaligus si penulis lagu, menyusul di tahun 2004, berniat untuk bersolo karier. Cindy Bernadette pernah diajak untuk mengimbangi Reza di dalam track Katakan dengan Cinta dan mendapat respons positif. Tapi itu tidak membuat The Groove bangkit dan bisa kembali ke kejayaan yang lalu.

Diskografi:

  1. Kuingin (1999)
  2. Mata, Telinga dan Hati (2001)
  3. Hati Hati (2004)
  4. The Best of The Groove (2005)

 

2.Andien

Mengenal 6 Band dan Vokalis Jazz Indonesia

Salah satu jebolan Elfa Secioria yang memiliki karakter vokal sangat pas untuk menyanyikan lagu-lagu jazz santai. Kini tercatat sebagai salah satu penyumbang suara untuk grup vokal 5 wanita bersama Nina Tamam, Iga Mawarni, Yuni Shara, dan Rika Roeslan. Saya kadang nggak mengerti mengapa di Indonesia banyak penyanyi solo yang membentuk kelompok musik baru seakan-akan, dengan menjadi band all stars maka otomatis kepopulerannya akan berkali-kali lipat. Pernah mendengar nama 3 DIVA? Itu pun setali 3 uang. Ruth Sahanaya, Krisdayanti, dan Titi DJ. Jujur saja, saya kurang menyukai band ini. Musiknya aneh. Campur-campur nggak jelas.

Oh ya, penyanyi jazz Indonesia yang sedang saya bahas ini adalah Andien. Album perdananya, Bisikan Hati, diliris pada tahun 2000, dengan nuansa jazz yang kuat. Dia menjadi salah satu penyanyi jazz yang menyanyikan Girl/Boy from Ipanema selain Diana Krall, Amy Winehouse, Ituana, Eliane Elias, dan Shirley Horn. Tidak hanya bergelut dengan jazz, Andien mulai merambah ke acid jazz yang lebih mudah didengar oleh publik tanah air. Video klipnya pun dibuat anak muda, coba aja deh dengerin Milikmu Selalu yang menjadi track pembuka di album ketiganya, Gemintang. Itu adalah satu-satunya acid jazz, sisanya kembali ke Andien yang seperti biasa, yang jazzy cozy.

Di album terbarunya, Andien melakukan pemutakhiran lagi. Jika pernah menonton atau setidaknya mendengar film Hijab, Andien mengisi soundtrack dengan Let It Be My Way. Acid jazz kembali mewarnai track-track yang juga sebagian recycle lagu-lagu pop seperti Rindu Ini, Astaga, Satu yang Tak Bisa Lepas, Jadikan Aku Pacarmu, Kasih Putih (OST Mantan Terindah), dan Sempurnalah Cinta (OST Merry Riana).

Diskografi:

  1. Bisikan Hati (2000)
  2. Kinanti (2002)
  3. Gemintang (2005)
  4. Kirana (2010)
  5. #Andien (2013)
  6. Let It Be My Way (2014)

 

3.Dira Sugandi

Mengenal 6 Band dan Vokalis Jazz Indonesia
Dira Sugandi | Sumber gambar: youtube.com

Something About the Girl adalah album pertama Dira Sugandi tahun 2010, dirilis di negaranya Pangeran William, Inggris. Sama halnya dengan Andien, dia pun diorbitkan oleh Elfa Secioria. Memiliki karakter suara kuat dan cocok dengan lagu-lagu jazz maupun soul. Album kedua yang tengah digarapnya diproduseri salah satu personel band Incognito setelah mereka pernah berkolaborasi di beberapa event jazz di tanah air dan Singapura. Beberapa kolaborasi lainnya adalah dengan Keith Martin, Rika Roeslan, Soulmate, dan Sova.

Diskografi:

Something About the Girl (2010)

 

4.Iga Mawarni

Tidak bermaksud membanding-bandingkan dengan Diana Krall karena karakter suara yang 11-12, penyanyi dengan 3 album (Kasmaran, Iga Lagi, Triangle of Love), Iga Mawarni ini bisa dibilang sudah lebih dari cukup meninggalkan sejarah positif dalam khazanah musik jazz. Lagu Kasmaran adalah satu dari yang pernah hits di masanya. Jangan di Bibir Saja, menghadirkan aura bossa nova crunchy dengan lirik lagu tentang seorang lelaki yang mempertanyakan sikap diam sang kekasih gara-gara terbakar cemburu. Padahal si lelaki sudah memberikan harta dan cintanya. Tapi katanya sih hanya di bibir saja, karena si kekasih nggak kunjung dilamar.

Diskografi:

  1. Kasmaran (1991)
  2. Iga Lagi (1998)
  3. Triangle Of Love (2001)

 

5.Maliq & D’Essentials

Muncul dengan genre cukup jarang bertahan lama di dunia musik Indonesia yang keburu dikuasai pop dan dangdut, Maliq & D’Essentials tidak menduga jika mereka justru berhasil mengambil hati para pendengarnya. Dengan formasi awal 9 personel, Angga dan Indah sebagai lead vocal, Maliq (Music and Live Instrument Quality), memperkenalkan diri sebagai pengusung aliran soul, funk, blues, acid jazz, dan jazz fusion. Intinya, sebuah musik yang tidak seperti pasaran yang ada. Dari 6 album yang sudah mereka rilis, saya baru mendapatkan 4, 1st (2005) dan Sri Wedari (2013).

Lepas dari Warner Music Indonesia, Maliq memilih untuk eksis dengan label indie Organic Records. Sriwedari dan Musik Pop terasa menawarkan warna yang berbeda. Maliq mulai tidak terlalu jor-joran bereksplorasi dengan instrumen musik seperti di album-album sebelumnya. Mungkin bosan atau ingin mengatakan bahwa Maliq yang dahulu sudah tiada dan Maliq yang sekarang ya adalah Himalaya, Semesta, dan Sri Wedari.

Diskografi:

  1. 1st (2005)
  2. Free Your Mind (2007)
  3. Mata Hati Telinga (2009)
  4. The Beginning Of A Beautiful Life (2010)
  5. Sriwedari (2013)
  6. Musik Pop (2014)

 

6.Syaharani

Dianugerahi dengan pita suara tebal seperti halnya Anggun, Syaharani tidak perlu takut menyanyi dengan nada-nada tinggi. Selain menyanyi, ia pun seorang penulis lagu dan musisi, paket komplet yang sering diabaikan oleh para penyanyi tanah air sementara di luar negeri sana, para penyanyi sudah biasa membawakan lagu ciptaan sendiri sehingga terasa lebih personal dan dalam.

Beberapa kali Syaharani—bukan Syahrini lho—berkolaborasi dengan sejumlah musisi jazz dunia seperti Al Jarreau, Dave Koz, dan Keith Martin. Konsistensinya di dunia musik tetap terlihat dari album-album yang dirilis setidaknya 2-4 tahun sekali. Menggandeng dua sahabatnya Didi Fareed dan Donny Suhendra, Syaharani merilis album Buat Kamu di tahun 2007 dengan nama Syaharani dan Queenfireworks. Album terbarunya dirilis pada tahun 2014, Selalu Ada Cinta. Dengan warna musik yang mulai berani agak nge-rock, toh karakter suaranya tetap membuat Syaharani masihlah terkait dengan aura jazz, funk, dan blues.

Berbeda dengan Maliq yang juga menjual album versi digital di iTunes, sejauh ini saya belum menemukan satu pun album Syaharani di sana.

Diskografi:

  1. Love (1999)
  2. Magma (2002)
  3. Syaharani (2004)

Syaharani & the Queen Fireworks

  1. Buat Kamu (2007)
  2. Anytime (2010)
  3. Selalu Ada Cinta (2014)

 

Jogja, 25 Mei 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response