Jogja Night Run 2017; Lari di Kompleks UNY dan UGM Malam Hari

in Olahraga by
Jogja Night Run 2017; Lari di Kompleks UNY dan UGM Malam Hari
Jogja Night Run 2017. Sumber gambar: AYOLARI.IN.

Menjelang penghujung tahun 2017, saya mengikuti lagi satu event race lari, kali ini malam hari, yaitu Jogja Night Run 2017. Setelah Malioboro KulineRUN akhir November lalu, ini merupakan event race penutup 2017, sepertinya begitu karena tidak ada pendaftaran lomba lari di Jogja yang dibuka lagi. Bahkan hingga awal tahun 2017, sementara ini.

Saya mendaftar sudah cukup lama, bahkan masuk kelas Early Bird yang hanya perlu membayar 75.000 dari harga normal 100.000. Acara ini di reschedule karena satu dan lain hal sehingga saya gagal tiga minggu berturut-turut ikut race, setelah Borobudur Marathon dan Malioboro KulineRUN. Dari tanggal 2 Desember menjadi tanggal 9 Desember.

Pendaftaran dilakukan via online dan pengecekan pembayaran dilakukan via manual sehingga saya sampai menghubungi panitia untuk dicek ke rekening yang tertera. Alhamdulillah tidak lama kemudian, saya pun dinyatakan terdaftar dan tinggal mempersiapkan hari H.

Pengambilan race pack Jogja Night Run 2017 dilakukan mulai dari tanggal 7-9 Desember 2017 di GOR UNY. Loket pengambilan terletak tepat di sebelah loket pembelian tiket masuk ke acara Jogja Outdoor Show 2017. Jogja Night Run memang merupakan acara untuk menarik minat pengunjung, berhubung, selain anak mapala dan kegiatan outdoor, siapa yang bakal datang ke sana coba? Setidaknya terdaftar 350 peserta lari, sebagian besar mengenakan jersey berwarna hitam. Saya tidak tahu apakah panitia lupa dengan acara ini dilakukan malam hari sehingga seragamnya sama dengan kegelapan malam, ataukah karena warna hitam itu terlihat keren? Saya seperti biasa mengenakan jersey sepeda hijau kesayangan dan memang mencolok.

Berhubung sehari sebelumnya sudah pernah masuk ke venue, maka di tangga 9 Desember malam hari, saya tidak bingung mencari area parking. Letak toilet pun ada di beberapa titik. Mengingat peserta tidak sebegitu membludak, tidak ada tambahan toilet portable.

Saya datang pada pukul 18.15. Belajar dari pengalaman pahit sebelumnya yang jam start dimajukan, saya pun stand by dan peregangan otot. Menjelang jam 18.30, pintu masuk utama yang juga terdapat gerbang start dan finish pun ditutup bagi para kendaraan yang akan masuk dan keluar. Dialihkan ke gerbang lainnya.

Teman-teman lari saya pun mulai berdatangan masih dengan rapi jali. Yah namanya juga belum dirusak dengan keringat yang bakal bercucuran. Berlari di malam hari memang terhindar dari teriknya matahari, tapi suhu tubuh tetap saja naik perlahan-lahan.

Start Jogja Night Run 2017 dimulai tepat pukul 19.00 sesuai agenda. Untunglah. MC sempat memandu kami untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, briefing, dan peregangan ringan. Cut off Time atau COT adalah 60 menit untuk 5K. Rute kami menghindari jalan besar yang sangat ramai terlebih malam minggu, eh tapi, kontur jalan yang bukan aspalan, penerangan yang tidak begitu maksimal, dan jalanan yang tidak sepenuhnya ditutup membuat kami agak susah bergerak. Saya pun kesusahan ketika akan memasukkan handphone ke dalam running belt sehingga akhirnya saya pegang dan itu juga mengganggu keleluasaan tangan saya. Memang tidak semengganggu ketika memegang motol minuman, tapi tetap saya tidak memegang apa-apa itu lebih baik. Itu saya.

Di 2 kilometer pertama, menurut catatan STRAVA, pace saya bertahan di 7, lalu 3 kilometer kemudian bertahan di pace 8. Sakit pada lutut yang saya rasakan pada latihan beberapa hari sebelumnya tidak terasa, makanya saya berani kencang. Saya disalip teman saya sekitar kilometer masuk ke-3 di mana speed saya mulai turun dan water station belum juga kelihatan. Aneh memang, ketika latihan, saya tahan tidak minum selama berlari 5 kilometer, giliran race malah dicari-cari. Dan giliran ketemu, saya mengambil Hydro Coco, salah satu minuman sponsor dan hanya sekali minum dan membuang sisanya. Tidak disediakan kantong plastik sampah sehingga mohon maaf buat tim kebersihan UGM, saya nggak maksud mengotori kampus almamater. Sumpah.

Saya start agak belakang, dan finish juga belakang. Apalah maunya saya ini. Teman saya sudah lebih dulu finish, selisih 10 menit. Dia menunggu di gerbang finish. Saya kemudian mengantre bersama pelari lain untuk pengalungan medali dan pengambilan refreshment.

Ada sejumlah sponsor untuk event ini tapi tidak semua menyumbangkan refreshment, perkecualian untuk sponsor non-makanan seperti Altan, Consina, Gulf+, dan Kasogi. Untuk yang makanan dan minuman ada Cleo, Entrasol, Fitbar, Hydro Coco. Sepertinya saya kok tidak melihat adanya Fitbar. Ya, saya juga nggak bakal makan juga sih, tapi kan tapi kan, kenapa ada di label sponsor? Aqua tidak masuk dalam logo sponsor, tapi tersedia di sana.

Pada pukul 20.00, kami pun dipersilakan memasuki GOR untuk mengumumkan juara, door prize dan DJ performance, yang mengundang DJ Dylan. Martin Garrix mungkin terlalu sibuk orderan luar negeri sehingga tidak bisa datang.

Setelah pengumuman door prize yang salah satunya adalah tiket ke Raja Ampat, teman-teman saya pada pulang mengingat anak dan suami ditinggal di rumah, Tinggallah kami-kami menikmati musik-musiknya DJ Dylan yang melihat perutnya yang rata, pasti dia rajin olahraga.

Yah mudah-mudahan tahun depan bakalan ada Jogja Night Run lagi dengan pilihan jarak, mungkin bisa ada yang 10K, rutenya dipastikan bebas dari akses kendaraan, dan jalanannya beraspal.

 

Jogja, 10 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*