Jokowi; Juara dari Sebuah Pesta Demokrasi di Indonesia

Jokowi; Juara dari Sebuah Pesta Demokrasi di Indonesia
Jokowi, Sumber gambar: pinterest.com

Pesta demokorasi 2014 tanggal 9 Juli 2014 akhirnya berujung pada naiknya Jokowi ke kursi Presiden RI. Saya turut senang, negara ini memiliki pemimpin baru, meski kinerjanya masih harus ditunggu paling tidak tiga bulan ke depan. Sosok Jokowi itu fenomenal dengan begitu banyaknya artis yang memberikan dukungan kepadanya dengan berbagai cara; kontroversial, saya ingat ketika dulu dipertanyakan mengenai agama yang dianutnya serta para konglomerat yang berada di belakangnya; sensasional dengan membawa tren fashion kotak-kotak, meski sekarang ia tidak bisa sesuka hati mengenakan kemeja.

22 Juli 2014, hari pengumuman hasil pilpres secara resmi, sebelumnya begitu banyak hasil quick count yang berbeda, tergantung media mana yang menampilkannya. Berita-berita sumir pun berseliweran, black campain masih saja bermunculan di sosial media, itu tidak akan mempengaruhi apa pun. Penghitungan suara di seluruh Indonesia terus berjalan. Saya yakin, rasa deg-degan itu tidak hanya dirasakan oleh rakyat Indonesia, tapi juga pasangan Jokowi dan Prabowo.

Sebagai bukan salah satu pencinta dunia politik, saya tidak banyak menaruh harapan pada masing-masing calon, bahwa mereka akan bisa mengubah Indonesia menjadi bebas koruptor dan menaikkan UMR di semua wilayah, tapi tidak memberikan suara adalah lebih buruk dari itu. Jokowi dan Jusuf Kalla bukanlah Superman yang bisa membereskan sesuatunya tanpa bantuan aparat, dan waktu adalah bekal mereka selama lima tahun atau sepuluh tahun ke depan.

Selamat, Jokowi dan Jusuf Kalla. Tugas kalian sangatlah berat, tapi jangan menyerah mengemban amanat rakyat Indonesia. Semoga Tuhan memberkati. Amin.

 

Jogja, 24 Juli 2014

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response