Kedai Rakyat Djelata Jogja; Tempat Makan dengan Menu yang Unik

Kedai Rakyat Djelata Jogja; Tempat Makan dengan Menu yang Unik
Kedai Rakyat Djelata Jogja. Sumber gambar: yogyakarta.panduanwisata.id

Angkringan yang dikonsep moderen dengan bangunan permanen, tanpa ada lagi gerobak roda empat dengan bangku panjang berjumlah terbatas, memang bukan hanya Kedai Rakyat Djelata. Tapi menurut saya, tempat ini unik terlebih ketika menempati menja kayu panjang dan kursi kayu tanpa sandaran bak kursi bar. Ada pohon hidup di tengah-tengah meja hingga menembus atap. Awalnya saya ke sini untuk misi #antilapar , yaitu mengumpulkan daftar menu, tapi KRD tidak ada satu pun yang disediakan. Jadilah saya hanya menikmati nasi kucing, oseng tempe, dan teh sagiwah yang sangat kental aroma rempahnya.

Dari luar, tempat ini terlihat ramai, dengan barisan motor dan mobil, maklum saja area parkirnya terbatas. Tapi ketika masuk ke dalam hingga belakang, rupanya banyak meja lesehan maupun meja kursi yang kosong. Area depan memang paling asyik buat nongkrong. Satu meja ditempati rombongan anak-anak muda. Yang sudah agak berumur biasanya di area dalam dan belakang. Saya menempati meja yang ada pohon itu tadi. Di area ini, kalau cuma sendirian nggak masalah. Saya mencicipi pesanan saya. Lauk dari nasi kucingnya adalah oseng tempe. Ah lauk yang saya pesan pun itu. Lalu saya mencicipi teh sagiwah, hm mungkin lidah saya yang tidak terbiasa, tapi jika lain kali datang ke sini, sepertinya saya akan pesan menu lainnya saja.

Ketiadaan daftar menu membuat saya tidak memesan banyak makanan, Meski nama tempatnya Kedai Rakyat Djelata, siapa tahu harganya mahal. Sebagai pengunjung yang baru pertama kali datang, prasangka itu wajar adanya. Namun begitu membayar di kasir, semua pesanan saya hanyalah 8.500, nasi kucing 1.500, oseng tempe 3.000, teh sagiwah 4.000.

KRD dibuat makin klasik dengan adanya gambar-gambar dan benda-benda retro di dinding-dindingnya. Menarik untuk menjadi latar saat berfoto. Mengingatkan saya dengan nuansa di Raminten, pelayannya pun juga mengenakan pakaian tradisional. Tapi Raminten sangat identik dengan pelayan-pelayan pria yang ganteng dan ehem.

Selain menawarkan hidangan nasi dengan berbagai lauk-lauk, minuman yang biasa sampai yang campuran ini itu, ada juga roti-rotian dengan berbagai varian. Silakan pesan jika sedang diet nasi.

Oh ya, KRD memang hanya nama belaka, percayalah yang masuk ke tempat ini sama sekali bukan orang-orang tak berduit. Tidak hanya dari harga per item makanannya, tapi juga harga parkir yang sangat mahal, 2.000 untuk motor, hm sama dengan tarif parkir di mal ya.

Buat yang ingin mencoba tempat ini, silakan datang langsung ke: Jl. Dr. Soetomo no. 54, selatan flyover Lempuyangan, Yogyakarta 0274-7437435

 

Jogja,5 Oktober 2014

Leave a Response