Kingsman The Golden Circle (2017); Kejahatan Besar di Balik Narkoba

Kingsman The Golden Circle (2017); Kejahatan Besar di Balik Narkoba
Kingsman The Golden Circle (2017). Sumber gambar: IMDB.

Sebelum saya membahas tentang Kingsman The Golden Circle, pertanyaan standar paling pertama terucap dari seseorang yang mau nonton, ke orang yang sudah nonton adalah: bagusan mana sama yang pertama? Itu tuh kayak pertanyaan: cakepan istri pertama atau kedua? Cakepan mana Poppy sama Cara Delevingne? Cakepan mana antara Santi dan Sinta?

Sayangnya, saya nggak begitu ingat dengan film pertamanya, kecuali di sana ada Sofia Boutella. Banyak yang bilang film pertama lebih bagus, tapi di film kedua lebih blab la bla. Yaelah, mau bilang bagus aja malu. Biar terkesan kritis gitu ya? Situ jurnalis dari media mana? Sosmed Times?

Saya menikmati Kingsman The Golden Circle, lebih dari saya menikmati Baby Driver yang bocor bajakannya cepat sekali maupun Atomic Blonde banjir adegan kekerasan. Dari film pertamanya, mulai dari jajaran sutradara hingga penulis cerita tidak ada penambahan maupun pengurangan. Matthew Vaughn (X-Men: First Class) di kursi sutradara. Untuk penulisan skenario adaptasi, dia mengerjakannya bersama Jane Goldman (Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children).

Nah, masuk ke line up para pemain, sudah pasti banyak perubahan, terutama di jajaran tokoh-tokoh villain. Sofia Boutella dan Samuel L. Jackson sudah goodbye. Perubahan lainnya adalah pada posisi pemeran utama dan sampingan. Di film pertama, Eggsy masih berada di bawah bayang-bayang Harry Hart. Secara dia juga masih dalam masa pelatihan sebagai Kingsman, agen rahasia Inggris yang berkedok tukang jahit dengan rambut kelimis. Habis beradegan perkelahian seperti apa pun, itu rambutnya nggak berantakan sama sekali. Seperti Superman yang dalam kecepatan ratusan knot pun ya rambutnya begitu terus. Namanya juga adaptasi komik.

Di Kingsman The Golden Circle, Eggsy diberi tanggung jawab setelah Harry di film sebelumnya diceritakan mati terbunuh, dengan ditembak di mata kiri. Tonton gih sana film pertamanya kalau mau ngerti ceritanya secara utuh. Di sisi yang lain, Eggsy adalah manusia biasa yang masih sering hang out sama teman dan punya pacar yang setia berpredikat putri bernama Tilde. Diperankan oleh aktris Swedia berambut pirang: Hanna Alström.

Tilde tahu tentang identitas Eggsy sebenarnya dan pengertian dengan tugas-tugas berbahaya kekasihnya. Hingga Eggsy ditugaskan untuk memasang pelacak berukuran mikro di dalam tubuh Clara yang diperankan oleh Poppy Delevingne. Clara ini adalah target yang bisa membawa Eggsy ke tempat penyimpanan antidot virus buatan Poppy (Julianne Moore-Freeheld). Kamu bayangkan coba, suatu kali pacar menelepon dari sebuah event konser musik akbar sekelas Glastonbury—di mana kamu bisa saja bercinta dengan orang yang bahkan baru kamu kenal, di dalam tenda-tenda yang disewakan dan melupakannya begitu saja—dan dia bilang, boleh nggak aku nge-fuck seseorang karena itu bagian dari tugasku?

Yang mau ditiduri seksi pula.

Situ waras?

Nah, ada konflik romance yang diangkat di sini. Tentang komitmen dari sebuah hubungan. Bagi saya inilah pesan moral yang patut dipegang dari film Kingsman, ketimbang semacam pesan layanan masyarakat bahwa: lebih baik kamu nenggak miras ketimbang pakai narkoba.

Situ waras?

Clara bukanlah target utama. Dia adalah pacar Charlie. Kalau nonton film pertama, akan tahu siapa dia. Di menit-menit awal, Charlie ini sudah berhadapan dengan Eggsy. Dengan satu tangan robotik yang tidak hanya sebagai pengganti tangannya yang putus, tapi juga senjata berbahaya bahkan mampu meretas sistem database Kingsman. Kebencian berdasar dendam ditampilkan secara blak-blakan. Maka, sedari awal pula, kita disajikan dengan adegan aksi keren—dengan bantuan CGI tentu saja—perkelahian di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi karena dikejar-kejar orang-orang suruhan Poppy dari organisasi Golden Circle. Bikin deg-degan meskipun itu cuma permainan kamera belaka. Adegan itu terbilang cukup panjang dan menjadi pembuka yang membuat penonton berharap akan banyak adegan aksi lebih keren.

Jangan khawatir. Sang sutradara tahu kok cara memuaskan keinginan penonton. Tidak hanya dengan kejar-kejaran mobil, tapi juga tembak-tembakan, kejar-kejaran tanpa mobil, sampai permainan lasso. Dari film Atomic Blonde, saya baru tahu kalau adegan fighting pun perlu koreografi seperti halnya tarian. Tidak asal pukul, tidak asal tendang. Tidak asal memainkan lasso. Sama halnya dengan Wonder Woman.

Kingsman The Golden Circle (2017); Kejahatan Besar di Balik Narkoba 2

Untuk si pemegang lasso adalah agen Whiskey. Jago banget deh dia. Oh ya, jangan heran, nama-nama agen yang ada di Statesman semuanya miras. Setelah kantor Kingsman dirudal sama Poppy, Eggsy dan Merlin mencari bala bantuan ke Kentucky. Bukan ayam goreng, tapi negara bagian di Amerika Serikat. Di balik kedok penyulingan miras, ada kantor agen rahasia lain rupanya.

Nah, saatnya Channing Tatum dan Halle Berry muncul di depan kamera. Channing berperan sebagai Tequila, agen muda yang lebih senang berpakaian ala koboi ketimbang jas rapi ala agen Kingsman. Kalau dipikir-pikir, Tequila itu lebih cocok nama cewek ya. Eggsy bersama Merlin kedapatan menyusup ke dalam gudang anggur Statesman. Mereka sempat bertarung hingga kedua belah pihak mendapatkan pencerahan bahwa mereka ya sesama penyelamat orang banyak. Musuh mereka adalah satu. Poppy dan Golden Circle. Halle Berry memerankan Ginger. Tugasnya setara dengan Merlin.

Apa yang sebenarnya dilakukan Poppy? Dia mau memberantas semua pengguna narkoba di seluruh dunia dengan memasukkan virus ke dalam semua jenis narkoba, jika terinfeksi maka akan muncul ruam biru di permukaan kulit, lalu diikuti sejumlah gejala lain, hingga kemudian mati dengan kondisi mengenaskan. Markas Golden Circle berada di pedalaman Kamboja. Di satu sisi, narkoba memang merusak manusia. Di sisi lain, tidak semua pemakai narkoba itu layak dipersalahkan apalagi dihabisi pelan-pelan dengan penderitaan panjang. Setiap anggota Golden Circle punya tato lingkaran emas sebagai identitas.

Peran Julianne Moore sebagai Poppy seharusnya jauh lebih kuat dari apa yang kita lihat di layar. Soal kejamnya sih sudah cukup ketika dia menggiling salah satu anak buahnya yang berkhianat lalu dagingnya dijadikan isi burger. Tapi ya, sepertinya sang sutradara memang lebih ingin memunculkan dominasi tokoh-tokoh lelaki dan kehebatan aksi mereka.

Di film ini, banyak adegan sadis jarak dekat. Sebaiknya jangan nonton ketimbang pingsan di bioskop. Seingat saya, film pertamanya tidak sesadis ini deh.

Sebagai bos dari sebuah perusahaan farmasi dengan bisnis ilegal, Poppy dilindungi oleh orang-orang bersenjata dan dua ekor anjing robot yang kejam. Poppy juga bisa dengan mudah menculik penyanyi gaek Elton John.

Beralih ke Elton John. Oke, dia hanya dapat peran kecil, tapi setidaknya jatah dialognya cukup banyak, plus umpatan berkali-kali. Dia diculik untuk menghibur Poppy dan seorang anggota Golden Circle yang baru direkrut. Dia memerankan dirinya sendiri, seorang pemain penyanyi gay yang kemudian entah dari mana dia punya keahlian bertarung. Sekali dia menyelamatkan Harry dari terkaman anjing robot Poppy. Anjing tidak menyerang manusia yang dianggap sebagai teman

Oh ya, Harry alias Galahad masih muncul ternyata, meskipun sosoknya tidak seperti di film pertama. Dia mengalami amnesia parsial sehingga tidak ingat Eggsy dan Merlin sama sekali. Malah dia sibuk dengan kupu-kupu. Dia yang awalnya menjadi mentor Eggsy, kali ini bertukar peran. Koordinasi tubuhnya pun menurun drastis.

Seperti halnya film-film setipe dengan James Bond, Kingsman juga senantiasa dilengkapi dengan persenjataan canggih dalam bentuk unyu. Bola bisbol dan pemukulnya, misal. Kopor yang berfungsi sebagai senjata otomatis. Payung pelindung. Kacamata dan jam tangan yang telah dikomputerisasi. Hingga radar ukuran mikro yang bisa masuk lewat saluran hidung maupun saluran berlendir lainnya.

Selain dicekoki dengan efek gambar dan suara yang menggelegar, ada sisi humanisme yang akhirnya membuat penonton terdiam. Kehilangan. Kematian selalu menjadi hal tersedih tak tergantikan. Yah, tapi kabar menggembirakannya adalah: ini bukan seri terakhir Kingsman.

Jogja, 21 September 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response