Koella (DIVA, 2012); Novel Cinta yang Terhalang Status PKI

Koella (DIVA, 2012); Novel Cinta yang Terhalang Status PKI
Koella (DIVA, 2012). Sumber gambar: divapress-online

Koella, buku yang sebenernya recycle, sebelumnya pernah terbit tahun 2006. Penulisnya bernama Herlinatiens. Familiar dengan nama itu? Atau baru pertama kali dengar? Orang ini bolehlah dibilang penulis yang punya nama besar dengan karya kontroversialnya, Garis Tepi Seorang Lesbian. Gue kenal lumayan lama sama orang ini, meskipun jarang ketemu.

Buku ini secara fisik tidak begitu tebal, tapi buat gue sih, cukup berat untuk dibaca. Yup, bahasanya memang berkelas, sastrawi, dan intonatif. Rumitlah intinya. Tapi, jalan cerita dalam novel ini cukup picisan menurutku, tentang kisah cinta yang terhalang oleh perkara status PKI. Kisah cinta seorang taruna dengan anak seseorang yang pernah dicap sebagai PKI. Apa yang membuat novel ini berkelas, karena Herlina bisa “merangkai” cerita itu jadi sebuah konflik yang berkarakter.

Dalam Koella ada dua tokoh, satu namanya Makula dan Esta sang taruna yang penggambarannya standar para taruna pada umumnya. Mereka pacaran dan di tengah-tengah ada penghalang, ya status anak PKI itu tadi. Keduanya emang nggak mau hubungan itu berakhir, tapi mau dipersatukan juga susah. Jawabannya ada di bagian akhir novel ini, tapi mending gue nggak kasih tahu kali ya.

Terus hal yang istimewa dari Koella, sebenarnya buat gue bukan isinya, tapi proses editingnya. Oh ya, perkenalkan gue editor dari buku ini dan entah kebetulan atau tidak, gue bisa menjamah naskah mentahnya. Proses editing novel ini memang singkat, secara dari segi naskah memang tipis dan nggak banyak hal yang harus gue benerin di sini. Tapi mungkin yang paling berkesan karena gue bisa ber-SMS ria dengan penulis hanya untuk nanya makna dari ponyet, no no bukan monyet. Ponyet ternyata adalah … eh apa ya nah lho kan lupa lagi. Intinya adalah … aha pisau ya pisau kecil yang dimiliki seorang taruna. Nah nggak cuma sekali emang gue bertanya sama penulisnya soal naskahnya itu sampai mungkin gue rasa doski gondok deh karena sedikit-sedikit nanya lagi nanya lagi hehehe. Ya bagi gue itu bukan sesuatu yang salah.

Pas novel Koella akhirnya terbit, gue seneng banget, meskipun tidak seberapa dibandingkan dengan perasaan si penulis tentunya. Gue memang tidak terlalu muluk-muluk berharap buku ini dalam sekejap akan bestseller seperti buku-buku novel lainnya. Gue hanya berharap, kali ini as a friend, Herlina bisa bener-bener come back sebagai penulis. Gue supportlah sebisa gue.

By the way, harga Koella versi baru ini Rp38.000 (tahun 2012) bakal hadir di toko-toko buku dan mo pesen ke penerbitnya juga bisa, tinggal order aja via divapress-online.com.

Leave a Response