Kopi Klotok Jogja Tempat Nongkrong Nge-Hits Wisatawan Urban

Kopi Klotok Jogja Favorit Para Pesepeda dan Wisatawan Urban
Kopi Klotok Jogja. Sumber gambar: TapakRantau

 

Kopi Klotok Jogja terletak di Jl. Kaliurang KM. 16. Menyediakan makanan dan minuman tradisional, mulai dari kopi klotok, teh tubruk gula batu, dan pisang goreng.

Sore hari saya melajukan motor ke arah Jalan Kaliurang, nggak ada spot yang jelas muncul dalam kepala. Cuma ingin membakar sedikit kalori. Menjelang perempatan Pakem, Kopi Klotok terpikirkan begitu saja.

Di Pakem, ada 2 tempat yang populer bagi para pesepeda. Warung Ijo, warung kecil-kecilan yang pagi hari didominasi para pesepeda berbagai jenis. Kedua, Kopi Klotok. Kalau yang ini, lebih tepat disebut tempat nongkrong siapa aja. Mengisi halaman parkirnya adalah mobil dan motor. Para pesepeda biasanya membawa tunggangan mereka sampai ke halaman depan.

Ada 2 jalan menuju Kopi Klotok Jogja. Jalan pertama, dari perempatan Pakem ambil kanan, tidak jauh dari lampu merah, ada jalan ke selatan. Saya melewati jalanan ini ketika datang. Sempat kelewat jauh, karena dari arah Jogja, plang masuk tidak kelihatan. Ketika putar balik, barulah terlihat plang yang dipasang hampir tiap 200 meter. Kondisi jalanannya berbatu, hampir sekitar 50 meter. Bagi pengendara roda 2 atau sepeda dengan jenis on road, pelan-pelan saja toh jaraknya tidak begitu jauh. Kita bisa melihat mobil parkir berderet-deret, itu pengunjung Kopi Klotok. Pertigaan, ambil ke kiri. Tukang parkir akan sigap mengarahkan tempat untuk memarkir kendaraan.

Jalan kedua, masuk dari seberang Indomaret, sebelum perempatan Pakem. Ada plang yang terlihat cukup jelas di kanan jalan. Di sini jalannya aspal mulus sekitar 100 meter.

Kopi Klotok Jogja Tempat Nongkrong Nge-Hits Wisatawan Urban
Sumber gambar: TapakRantau

Di akhir minggu, Kopi Klotok berkali lipat ramai ketimbang hari biasa. Orang-orang menempati meja dan kursi kayu di bagian dalam dan teras. Sementara di halaman digelar tikar. Mau duduk di pematang sawah juga boleh, agar lebih terasa dekat dengan sawah.

Kopi Klotok Jogja Tempat Nongkrong Nge-Hits Wisatawan Urban
Sumber gambar: TapakRantau

Sebagian besar tamu yang datang adalah rombongan. Entah itu keluarga atau teman nongkrong. Hanya saya yang seperti anak hilang. Datang bukannya langsung ngambil nasi dengan berbagai lauk-pauknya, tapi keliling-keliling melihat keadaan. Tempat ini memang menarik wisatawan urban yang selama ini akrab dengan perkotaan yang serbamembosankan. Di sini, suasana santai menyambut dari langkah pertama memasuki bangunan bentuk joglo nan asri. Tidak ada pelayan yang menyambut di ambang pintu. Yang saya lihat pertama kali adalah antrean orang menunggu telur krispi selesai digoreng.  Di sisi yang lain, adonan pisang goreng siap dicemplungkan ke dalam kuali besar. Konon, pisang goreng ini adalah menu favorit Tantri Kotak. Kalau tidak percaya, lihat saja endorsement para artis yang pernah datang.

Setelah dari ruang dapur, di ruang utama ditata 5-6 meja makan kayu. Kawasan bebas rokok, Kalau mau merokok, pilihlah teras. Teras merupakan posisi yang paling favorit. Di sana, ada sepeda kuno yang menjadi ciri khas Jogja di masa lampau. Persawahan adalah warna hijau alami yang mengusir kantuk saya seketika. Luar biasa segarnya. Anak-anak berdiri di pematang sawah, terkadang difoto oleh orang tuanya.

Lapar, seporsi pisang goreng saya pesan. Antreannya panjang juga. 1 porsi isi dua, harganya 6.500. Istimewa sekali sih tidak. Lagi-lagi yang membuat istimewa adalah suasana dan rasa lapar yang sudah menyerang sedari awal.

Hujan kemudian turun dengan deras, memaksa saya dan para pengunjung lain meninggalkan halaman. Saya masih di lokasi, sementara banyak pengunjung memutuskan pulang. Karena tidak kebagian tempat, saya duduk di dekat pintu, padahal pantang buat jomblo dekat-dekat pintu. Cepat masuk angin, kata artikel hoax. Tidak lama, satu meja di tengah-tengah ruangan pun kosong. Saya sendirian di sana. Untung pengunjung lain tidak memandang aneh pada saya. Lah gimana lagi, ke sini juga nggak direncanakan.

Kopi Klotok Jogja Tempat Nongkrong Nge-Hits Wisatawan Urban
Sumber gambar: TapakRantau

Pisang goreng pun datang. Masih baru dari penggorengan. Ini cocoknya disantap dengan kopi klotok. Berhubung saya sudah lama berhenti minum kopi, teh tubruk tidak kalah pamornya. Untuk bahan pemanis, disediakan gula batu dan gula aren. Kalau belum memenuhi rasa manis si peminum, disediakan setoples gula aren. Hati-hati diabetes ya.

Saya tidak berniat makan berat, meski nasi terus tersedia dari pukul 7 pagi hingga 10 malam. Ada menu sayur lodeh dan sayur asem (6.500), sego megono (6.500) tempe bacem (3.500), telur krispi (4.500), jadah goreng (6.500), dan aneka minuman selain kopi klotok (5.000), teh tubruk (6.500), wedang jahe gepuk (6.500).

Sambil menikmati hidangan, kita akan makin dibuat nyaman dengan alunan musik-musik keroncong yang jauh dari sentuhan tangan DJ The Chainsmokers, Marshmello, atau Calvin Harris. Ya, inilah Jogja yang kalem hingga dikenal ke seluruh nusantara. Akan selalu dicari oleh kebanyakan kalangan urban dari kota-kota lain.

 

Jogja, 16 Januari 2017

 

Cuplikan video di Kopi Klotok Jogja:

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response