Lari Virtual; Mengumpulkan Medali Unik dengan Berlari Mandiri

in Olahraga by
Lari Virtual; Mengumpulkan Medali Unik dengan Berlari Mandiri
Lari Virtual. Sumber gambar: iLuvRun.

Medali merupakan reward dari berolahraga yang baru saya sadari betapa membanggakannya jika memiliki setidaknya satu seumur hidup, ketika mulai sering ikut event lari belakangan ini. Medali untuk sebuah event setidaknya harus ditebus minimal 100 ribu dengan berlari sejauh 5 kilometer. Bisa lebih murah jika membeli yang early bird. Medali, selain di ajang Olimpiade sebenarnya hanya terbuat dari besi. Bukan emas, perak, atau perunggu. Tidak jarang, medali itu sangat tipis dan bentuknya minimalis. Apa pun itu, tidak hanya saya kolektor medali lari, di luar sana juga banyak. Ada yang membeli gantungan khusus medali. Saya sih simpan dalam kantong plastik biar tidak kotor.

Nah, event lari lokal memang tidak tiap minggu adanya. Kalau pun ada, belum tentu juga saya mendaftarkan diri. Lihat harga tiket dulu. Kalau lebih mahal dari tiket Borobudur Marathon, mendingan ikut event virtual saja.

Di Indonesia ada 2 penyelenggara event lari virtual yang saya tahu, yaitu Virtual Run Indonesia dan iLuvRun. Saya gabung dengan keduanya karena melihat iklan via Instagram. Sementara kalau suka dengan nuansa internasional, bisa gabung dengan 42Race yang event-nya juga lebih variatif, tidak hanya memperingati hari nasional.

Sebelum bingung dengan konsep lari virtual, saya jelasin deh secara singkat. Plus dan minusnya juga pasti dong. Selama ini kita dikenalkan dengan konsep lari konvensional, di mana seluruh peserta berkumpul di suatu tempat pada waktu tertentu, ada gerbang start dan finish. Setelah finish, kita pun mendapatkan medali finisher. Sementara itu, lari virtual jauh lebih sederhana, diselenggarakan secara mandiri, meski tidak harus sendirian, dengan jarak yang telah ditentukan sendiri, untuk mendapatkan sebuah medali. Keduanya sama-sama berlari di jalanan. Sama-sama keringetan, tapi lari virtual tidak butuh panitia ini-itu, tidak ada water station, sehingga tiket lari menjadi lebih terjangkau.

Kelebihan lari virtual, selain dari segi harga lebih murah, kita bisa memilih jarak jari yang fantastis, mulai dari 5K, 10K, 25K, 50K, 100K, dan seterusnya. Tapi tenang saja, itu sifatnya kumulatif kok, bisa dilakukan dengan beberapa kali berlari. Tinggal submit rekaman lari dari aplikasi STRAVA, Endomondo, Runtastic, Nike+, dan sebagainya. Lari virtual juga membuat waktu latihan kita sebagai lomba. Bahwa waktu yang kita keluarkan itu bisa menghasilkan reward. Mungkin pace tidak sama dengan pace saat kita lomba lari konvensional. Tapi, seberapa pun pace, selagi itu memenuhi jarak tempuh yang kita pilih, medali tetap akan jadi milik kita. Nah masalah persaingan, di lari virtual juga terjadi. Ada leaderboard sehingga semangat berkompetisi akan muncul dengan sendirinya.

Kekurangannya, tidak semua event disediakan jersey. Sementara ketika mengikuti event lari konvensional, pasti dapat baju baru, meskipun yah bahannya tidak bagus-bagus amat dan kadang terlalu besar padahal sudah milih ukuran M. Kekurangan lainnya, ini sangat bisa dicurangi. Dalam dunia olahraga, kecurangan bukan suatu hal yang mustahil dilakukan. Jangankan yang hanya kita dan Tuhan yang tahu progresnya, event lari kelas dunia juga bisa diwarnai sikap tidak sportif. Untuk medali, tidak langsung kita pegang begitu lari selesai. Ada jeda waktu kita harus sabar menanti hingga kiriman itu datang. Menjadi kekurangan pula adalah keleluasaan memilih waktu lari sehingga antara satu peserta dengan peserta lainnya mendapatkan kadar hambatan berbeda-beda. Saya, misalnya, memilih lari di malam hari karena kalau pagi hari mataharinya cepat terik. Sementara orang yang berada di belahan dunia lain, ketika musim panas, jika mau menunggu malam ya mau lari jam berapa?

Nah, bagaimana sih caranya biar bisa ikutan lari virtual? Pertama bergabung dengan situs-situs yang saya sebutkan tadi. Isi identitas selengkap mungkin, terlebih alamat untuk pengiriman medali. Silakan pilih race yang disediakan, lihat kapan tenggat waktunya. Meski untuk mendaftar tidak terlalu mahal, tapi ya ketika mendaftar langsung di 10 race ya tetap keluar uang banyak. Pilihlah race yang benar-benar menarik di hati dan abaikan lainnya. Pastikan juga sanggup menyelesaikan tantangan tersebut sebelum waktu tenggat. Jika sedari awal tidak yakin sanggup, jangan memaksakan diri juga. Setelah mendaftar, lakukan pembayaran sesuai petunjuk. Tiap web beda cara, dan pastikan membayar sesuai harga yang tertera. Konfirmasi akan selalu terkirim via email. Cek juga bagian dashboard akun untuk memastikan kita telah bergabung dengan race yang kita inginkan.

Mulailah berlari, atau, jika kita punya rekaman lari beberapa bulan sebelumnya yang memenuhi syarat yang diminta penyelenggara, printscreen lalu submit saja untuk ditukar medali. Ada beberapa race yang memang waktu penyelenggaraannya sangat panjang sehingga kalau kita tipe yang rajin latihan, akan sangat terbantu. Kita juga bisa submit rekaman lari ketika mengikuti event lari konvensional.

Nah, setiap kali submit, progress penyelesaian race akan terlihat di dashboard, masih berapa kilometer harus diselesaikan. Ketika sudah 100%, maka akan ada langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu memastikan pihak penyelenggara sudah mengetahui dengan submit pernyataan yang akan muncul secara otomatis begitu race terselesaikan. Jika sudah terverifikasi oleh penyelenggara, kita akan mendapatkan keterangan bahwa medali dalam proses pengiriman. Nah selesai sudah, dan saatnya menunaikan race selanjutnya.

 

Jogja, 15 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*