Letter to God by Marshanda; Curhatan Seorang Gadis Bipolar

Letter to God by Marshanda; Curhatan Seorang Gadis Bipolar
Letter to God. Sumber gambar: pinterest.com

Perbincangan tentang Marshanda masih belum reda juga. Kalau yang tidak mengenal nama ini, dia adalah seorang artis yang sudah mulai berkarier semenjak masih belia hingga sekarang, sempat membuat heboh dengan video curhatan dirinya yang diunggah ke Youtube tentang kekesalan pada teman-temannya yang sering mem-bully, juga pernikahan dengan Ben Kasyafani yang dimulainya dari usia masih muda kini berada dalam proses perceraian di saat dirinya masih layak disebut muda. Dia menjadi pusat sorotan media dengan hal-hal di luar pencapaian prestasi, sebagaimana seorang selebriti lakukan untuk dikagumi publik. Dia bukanlah seperti Agnes Monica yang begitu terobesi untuk berkarier di Amerika atau seperti Cinta Laura yang sekarang sudah bermain film di Hollywood dan terbukti otaknya begitu encer.

Kabar terbaru Marshanda adalah soal munculnya video Letter to God, dia tampil tanpa hijab dan dalam waktu dua hari, 260 ribu orang penasaran ingin melihat seperti apa videonya. Diunggah oleh akun Unspoken dengan sedikit keterangan: The music video series of Marshanda reading her self-written poems. Ini adalah video kedua, setelah yang pertama berjudul You Used me, diunggah pada tanggal 20 Juni 2014, terbilang kurang populer karena satu, dia tampil masih dengan hijabnya; kedua, media tidak mengangkatnya menjadi berita. Video ini baru ditonton 99 ribu kali, jauh tertinggal dengan yang kedua.

Entah hal ini disengaja oleh media atau tidak, yang pasti perkara membuka hijab di negara kita, terbukti mampu bisa menyamai hebohnya kasus perselingkuhan atau perceraian. Atau memang sebenarnya tidak ada gosip selebriti lain yang bisa di-blow up di bulan Ramadhan ini. Selebriti jelas butuh sorotan kamera, diwawancarai, dikejar-kejar, dan sebagainya. Itu bagian dari kehidupan mereka. Soal membuka hijab, ketika itu dilakukan oleh selebriti, dampaknya begitu besar, padahal, jika orang melakukannya, paling yang berkomentar keluarga atau tetangga.

Saya tidak akan bicara soal hukum berhijab, memandang rendah orang yang mengambil keputusan untuk kembali membuka aurat karena punya alasan tertentu, dan berada di barisan orang-orang yang memusuhinya. Tuhan toh tidak akan melimpahkan amalan pada seseorang yang membenci saudaranya, kan? Orang yang pindah agama pun saya tidak mengecapnya apa-apa, sementara orang lain akan naik darah dan langsung merujuk neraka sebagai tempatnya di hari akhir kelak. Terlalu sibuk men-judge orang lain kadangkala membuat diri sendiri lupa, kita pun bisa jadi kelak sebagai penghuni neraka. Kisah seorang pelacur yang masuk surga hanya karena menolong anjing, ya hanya binatang berkaki empat dan najis, membuat saya berpikir, penghuni surga bukan hanya Rasulullah, para nabi sebelumnya, dan umat yang mendapat syafaat, tapi orang-orang yang yang punya hati nurani.

Hati manusia itu sifatnya berbolak-balik, termasuk dalam mempersepsikan sesuatu, hari ini suka, besok bisa tidak. Dan perubahan persepsi itu idealnya memang bisa dijelaskan sebab akibatnya oleh otak. Manusia yang masih bernyawa seharusnya punya hati dan otak dan berfungsi secara imbang; kerja otak akan berpengaruh pada hawa nafsu, dan hati yang akan mengendalikan agar tidak melampaui batas. Bisa jadi, Marshanda ini hanya sebatas ingin menyalurkan beban di dalam kepalanya ketimbang dia simpan dan menjadi penghancur yang akan berdampak buruk bagi dirinya sendiri. Letter to God is an art, so just enjoy it, feel it.

 

Jogja, 24 Juli 2014

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response