Lima Level Baper

Zaman sekarang baper perlu diwaspadai, jangan sampai mengganggu kestabilan emosi. Dan ternyata nih tahapannya dibagi menjadi lima level baper. Ikuti ulasan selengkapnya.

orang sensitif

Baper dapat menyebabkan jomblo berkepanjangan, gangguan tidur, makan, dan konsentrasi saat menghadapi ujian nasional.

Tren “baper” mulai mengalahkan fenomena “alay” maupun “woles” dalam dunia pergaulan anak muda, dengan penularan makin meluas sampai ke generasi yang memasuki puber kedua. Maka sudah semestinya, baper menjadi mata kuliah wajib semisal Dasar-Dasar Baper, Baperologi 1 & 2, Sejarah Perbandingan Baper, sampai Filsafat Baperisme Moderen. Tidak lain tidak bukan demi menjaga kemaslahatan umat manusia hingga masa depan. Ya kali Pak Anis Baswedan mau ngasih lampu hijau.

Mari menelisik lebih lanjut perkara baper dengan melihat tingkat keparahannya yang terbagi ke dalam 5 level, menurut pengamatan saya selama terlibat dalam hubungan tanpa status pergaulan bersama kawula muda.

Level 1

Baper yang sangat-sangat umum dan sebagian besar kita berada dalam kategori itu. Nggak ada yang perlu dicemaskan, toh ya manusia pasti punya perasaan. Kadar emosional level 1 nggak melewati standar yang berlaku di masyarakat. Misal: bete karena kelamaan nunggu pacar dandan, seneng kalo dapat uang jajan, sedih kalo merasa di situ.

 

Level 2

Yang membedakan antara baper level 1 dan 2 adalah kuantitas kambuhnya dan intensitas berlangsungnya hal tersebut. Jika sudah melewati hitungan menit dan lebih sering, maka dapat dikategorikan ke dalam kelompok level 2. Untuk menanganinya, cukup siapkan cokelat, rayuan gombal, atau muka tebal. Biasanya ampuh dalam penyelesaian masalah. Jika baper berlanjut, silakan kirimkan surat pembaca.

 

Level 3

Cewek-cewek lagi PMS cenderung masuk dalam baper level 3. Konon, para ahli sampai sekarang belum bisa menemukan satu formula canggih pun yang dalam membuat kaum hawa berada di bawah kendali emosional sebelum, selama, dan sesudah datang bulan. Jika ada yang berhasil memecahkan misteri tersebut, silakan tinggalkan komentar di bawah artikel ini.

 

Level 4

Naik 1 level lagi dapat dilihat dari sikap dan perilaku yang bersangkutan. Misalnya mengalami fenomena “hobi menatap langit-langit kamar”, muter 1 lagu mellow seharian, pandangan nanar, dan tidak selera makan. Hidupnya kehilangan gairah. Di media sosial sibuk ngepoin akun gebetan/pacar/mantan yang mentionan pake “yayang-yayangan.

 

Level 5

Sebut saja sebagai Baper Tingkat Dewa. Perlu diwaspadai karena berpotensi besar mengganggu keseimbangan alam. Meski jumlahnya hanya segelintir, tapi jika dibiarkan, mampu membuat Zayn Malik kembali ke One Direction pengaruh buruk pada sekitarnya. Baper level 5 punya persediaan tisu selemari buat ngelapin air mata ama ingus; batre ponselnya sehari bisa lima kali isi ulang saking nggak pernah lepas dari tangan karena kepo mulu; belum lagi tiap 10 menit sekali ngeposting kicauan baper dalam berbagai cara.

Nnnahh! Itu tadi 5 level baper yang kini makin menggejala di masyarakat. Di level mana pun Anda, percayalah, bawa perasaan masih lebih baik daripada bawa lari uang negara.

 

 

Jogja, 24 Juni 2015

Dimuat di jombloo.co edisi 24 Juni 2015

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response