Louder Than Bombs (2015); Film Tentang Rahasia Bunuh Diri yang Harus Dikuak

Louder Than Bombs (2015); Film Tentang Rahasia Bunuh Diri yang Harus Dikuak
Louder Than Bombs (2015). Sumber gambar: IMDB

Memperingati 3 tahun kepergian fotografer perang kondang, Isabelle (Isabelle HupertElle, Macadam Stories), rekan-rekannya berniat membuat sebuah acara perayaan besar. Hasil fotografi Isabelle semasa hidup akan dipamerkan secara khusus, dan Gene diminta untuk memilih karya-karya terbaik Isabelle yang tersimpan rapi dalam ruang kerjanya. Tidak hanya itu, salah satu rekan yang cukup dekat, Richard, berniat menulis sebuah feature yang di dalamnya mengungkapkan bahwa Isabelle tewas karena bunuh diri.

Suami Isabelle, Gene (Gabriel Byrne), dan putra sulungnya yang telah berkeluarga dan baru saja dianugerahi seorang anak, Jonah (Jesse EisenbergNow You See Me) sudah lama tahu akan hal itu. Tapi tidak dengan si bungsu Conrad (Devin Druid). Alasan Gene tidak memberitahukannya karena Conrad masih terlalu kecil untuk menelan sebuah kenyataan pahit. Kini dia telah tumbuh menjadi remaja 15 tahun. Sudah pasti siap. Harus siap, kecil kemungkinan Richard akan mengurungkan niatnya.

Gene butuh kehadiran Jonah. Maka di tengah kebahagiaan bersama keluarga kecilnya, Jonah pun kembali ke kampung halaman.

Menemukan waktu yang tepat untuk mengatakan kabar buruk itu susah juga. Conrad adalah seorang pemuda tertutup dan penuh misteri. Gene pernah membuntutinya dan yang sikap anehlah yang dilihatnya. Di matanya adalah keanehan. Tapi tidak dengan sudut pandang Conrad. Dia sedang naksir seorang teman di sekolahnya dan ingin bertegur sapa. Ketika berada dalam sebuah kedai, dia melihat pantulan sang ayah yang sedang mengamatinya dari kejauhan. Cepat-cepat dia pergi lalu mencari makam ibunya dan tidak ketemu. Conrad diam-diam menulis tentang dirinya. Jonah menyukai tulisan itu. Conrad pun ingin tulisan itu dibaca oleh gadis yang disukainya.

Bagaimana sebenarnya sosok Isabelle? Dia pun sama misteriusnya di balik kecintaan pada anak-anaknya. Bagi saya, perannya kali ini tidak begitu signifikan dan bermakna. Berbeda sekali dengan film-film yang dibintanginya di Prancis sana. Isabelle sangat dekat dengan Conrad. Dan meski ibunya telah tiada, pemuda itu masih merasakan keberadaan sang ibu seolah nyata.

Peran Jesse Eisenberg juga tidak menonjol. Sebagai suami yang kemudian bertemu kembali dengan mantan pacar yang mengira Jonah baru saja kehilangan sang istri untuk selama-lamanya hingga keduanya sempat senang-senang semalaman.

Nyawa terbesar film ini ada pada Conrad. Tapi sayang, esensi dari louder than bombs terasa tanggung. Tidak ada getaran mahahebat setelahnya, tidak ada retakan-retakan, atau keruntuhan.

Film ini mengambil lokasi syuting dan penceritaan di Amerika Serikat, namun Joachim Trier adalah seorang sutradara dari Benua Eropa yang jelas memiliki sentuhan berbeda dalam hal penceritaan dan mengatur berjalannya alur. Saya rasa, inilah penyebabnya Louder than Bombs tidak memberikan efek sedahsyat bom.

Trailer Louder Than Bombs (2015):

Jogja, 5 April 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response