Love You to Death (2016); Album Satu Suara Soal Percintaan Tegan and Sara

Love You to Death (2016); Album Satu Suara Soal Percintaan Tegan and Sara
Love You to Death (2016). Sumber gambar: teganandsara.com

Love You to Death menjadi muara curhatan Tegan and Sara seputar urusan percintaan mereka. Album kedelapan dengan keceriaan ala kembar asal negara Kanada yang konon sama-sama lesbian. Saya tidak mengikuti setiap album-album yang mereka luncurkan sebelumnya karena faktor pilihan genre musik. Tapi kemunculan mereka di konser megah Taylor Swift tahun 2013 silam tentunya punya makna. Dan jawaban itu terkuak pada album 1989 Taylor Swift. Rupanya semacam ingin memberi bocoran kepada publik bahwa kelak di album tersebut akan sama terasa aroma musik pop 80-an.

Sesuatu menggerakkan tangan saya untuk mengetik nama Tegan dan Sara di Youtube. Mereka rupanya baru mengeluarkan album. Ada beberapa single yang telah dibuatkan video klip, di antaranya 100x, BWU, Hang on to the Night, Boyfriend, dan Faint of Heart. Dari 10 track di album Love You to Death bisa dinikmati sajian audio visualnya yang berkonsep sederhana. Video Hang on to the Night yang paling baru diluncurkan bahkan memakai konsep absurd. Saya suka dengan konsep video BWU alias be with you. Sara Quin mengajak seorang perempuan ke sebuah taman lalu berlutut di dalam taburan kelopak mawar merah berbentuk hati. Dia membuka kotak cincin dan perhatikan reaksi si pacar. Mereka sepertinya berbeda prinsip sehingga Sara harus mencari orang yang tepat untuknya.

Video BWU memperlihatkan opini si kembar, atau hanya salah satu dari mereka saja tentang pernikahan. Jika LGBT berbondong-bondong mengikat hubungan secara resmi setelah adanya restu dari pemerintah setempat, mereka lebih memilih kebersamaan yang tidak perlu diikat. Mereka secara tersirat bilang begini:

Save your first and last dance for me
I don’t need a white wedding
Save your first and last born for me
We don’t need a white wedding
All the girls I loved before
Told me they signed up for more
Save your first and last chance for me
Cause I don’t want a white wedding
Setelah mencari ke sana-ke mari, Sara akhirnya menemukan pasangan yang mau memahami pemikirannya. Konsep video yang membuat saya jadi ingin tahu, apalagi yang mereka suarakan dalam Love You to Death.

Boyfriend dilihat sampai 1,7 juta kali. Saya sendiri sampai lima kali menontonnya. Jika lirik BWU senada dengan visualisasinya, Boyfriend tidak sama sekali. Video kocaknya tidak bercerita tentang keluhan mereka ketika memacari seorang perempuan yang sebelumnya memacari laki-laki. Hubungan itu tidak berjalan nyaman karena mereka berpacaran tapi hubungan itu harus disembunyikan.
You treat me like your boyfriend
And trust me like a… like a very best friend
You kiss me like your boyfriend
You call me up like you would your best friend
You turn me on like you would your boyfriend
But I don’t want to be your secret anymore
Ini masalah klasik yang terus diangkat ke permukaan. Tidak ada orang yang berharap kehadirannya harus ditutup-tutupi karena alasan menjadi pacar heteroseksual sementara hubungan mereka tidak hanya sebatas pacar, tapi juga sebagai sahabat yang selalu kapan saja dibutuhkan.

Musik yang selalu ingin mengajak untuk setidaknya mengangguk-anggukkan kepala, dalam Love You to Death, menjadikan tiap-tiap lirik lagu terasa ringan dan mudah dicerna walaupun mereka menyuarakan sesuatu yang tidak main-main dan tidak mudah diterima setiap orang di luar sana. Durasi tiap track terbilang pendek, hanya 2-3 menit. Tegan and Sara juga tidak mau berpanjang-panjang dalam hal lirik, yang terpenting adalah pesan mereka diterima dengan baik oleh para pendengarnya.

 

Jogja, 16 Agustus 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response