Lucifer (2015-); Ketika Iblis Merasa Bosan di Neraka

Lucifer (2015-); Ketika Iblis Merasa Bosan di Neraka
Lucifer (2015-). Sumber gambar: IMDB.

Setelah menonton The Defenders, saya beralih ke salah satu serial ber-genre crime-fantasy. Judulnya Lucifer. Dia ini disebut di dalam Injil dan tidak pernah disebut sekalipun dalam kitab suci agama saya-yang hanya mengakui iblis. Kurang lebih merujuk pada sosok yang sama sih, makhluk Tuhan yang menggoda manusia agar selalu berbuat dosa sejam masanya Adam dan Hawa hingga harus hengkang dari surga.

Diceritakan bahwa Lucifer sudah bosan dengan tugasnya di neraka. Maka dia memilih sejenak berlibur ke Bumi, tepatnya pusat hiburan dunia Los Angeles, dalam wujud seorang pria aristrokrat berlogat British kental, bertubuh jangkung, berbadan tegap, bercambang tipis, tatapan matanya seperti elang kelaparan, dan karismanya tak tertolakkan oleh wanita mana pun. Dia tidur dengan wanita dan juga pria.

Kalau mengira bahwa semua kejahatan di muka bumi ini akibat ulah Lucifer, eit tunggu dulu. Dia berkilah bahwa dirinya hanya membisikkan dan manusia sendirilah yang memilih untuk berbuat kejahatan. Dia dengan mudah memancing sisi kebuasan manusia yang dihadapinya. Terkecuali seorang polisi detektif bernama Chloe Decker.

Bentar, saya belum selesai menceritakan tentang Lucifer Morningstar. Banyak yang menganggap nama itu aneh dan tidak mudah meyakinkan manusia bahwa dia benar-benar yang asli, anak Tuhan yang pembangkang, yang pergi begitu saja dari Neraka dan ogah untuk kembali. Dia minggat bersama penjaganya bernama Mazikeen. Dia menjadi pemilik kelab malam Lux dan Mazikeen sebagai bartender. Kelab malam mereka adalah tempatnya wanita-wanita menjual tarian-tarian erotis dan segala kenikmatan duniawi.

Apakah ketiadaannya di Neraka tidak dipersoalkan? Tentu saja dipersoalkan. Amenadiel harus turun ke Bumi dan meminta adiknya kembali. Kedatangannya ditandai dengan berhentinya waktu. Tidak mudah membujuk sang adik yang sudah tidak punya sayap itu kembali pada tugas utamanya. Dan parahnya, kelamaan di Bumi membuat si Raja Setan memiliki sifat manusia yang seharusnya tidak ada dalam dirinya sama sekali, yaitu cinta. Cinta membuatnya jadi lemah. Seperti Alex Danvers ketika jatuh cinta pada Maggie di serial Supergirl. Lucifer bahkan punya psikiater sebagai tempatnya mengadu dengan bayaran seks.

Siapa yang membuat Lucifer berubah? Chloe. Dimulai dari kemampuan Chloe menolak karisma sang iblis, tidak tersugesti untuk berkata jujur seperti orang-orang lainnya. Lucifer mengira, Chloe bukanlah manusia biasa, dia pasti juga datang dari langit. Tapi tidak ada bukti. Chloe hanyalah single mother yang tinggal bersama putrinya, Trixie. Mantan suami Chloe juga seorang polisi, mereka bahkan sering ditugaskan bersama. Hubungan Chloe dan Dan masih baik-baik saja.

Keinginan Lucifer untuk dekat dengan Chloe membuatnya bersedia membantu kasus-kasus kriminal, menggunakan kekuatan sugestinya. Dari situ, dia bisa tahu, seseorang berpotensi membunuh ataukah tidak. Kalau dibandingkan dengan serial crime semacam The Mentalist atau Monk yang penyelesaiannya sulit ditebak, serial ini justru sebaliknya.

Tapi yang menjadi menarik buat saya adalah sosok si Lucifer, bagaimana perkembangan karakternya dan misteri-misteri yang dia punya, termasuk ke mana sayap yang ada di punggungnya? Saya juga gemas dengan sikapnya memandang Mazikeen hanya sebagai pelindung, terlebih begitu anugerah keabadiannya mulai hilang sehingga peluru pun bisa membuatnya berdarah. Perkembangan hubungan antara Lucifer dan Chloe juga menarik, apalagi Trixie mengagumi sosok Lucifer yang dikiranya adalah pesulap. Serial yang tidak terlalu sulit dipahami, meskipun kamu bukan seorang penganut Kristen sekalipun.

Jogja, 4 September 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response