Me, Myself & Her (2015); Film Tentang Krisis di 5 Tahun Hubungan

Me, Myself & Her (2015); Film Tentang Krisis di 5 Tahun Hubungan
Me, Myself & Her (2015). Sumber gambar: IMDB

Me, Myself & Her berjudul asli Io e lei. Memenangkan kategori Best Actress di Golden Ciak Awards dan Best Original Story di Italian National Syndicate of Film Journalists 2016. Sebuah film drama komedi di bawah penyutradaraan Maria Sole Tognazzi. Berdurasi sekitar 102 menit, terbilang memuaskan untuk melihat akting 2 aktris besar asalĀ Italia.

Film ini dibuka dengan adegan pembabtisan di sebuah gereja. Federica menghadiri acara itu sendirian. Mantan suaminya, Sergio, telah menikah lagi dengan seorang perempuan yang jauh lebih muda usianya. Tamasso adalah anak kedua mereka.

Federica Salvini (Margherita Buy-Mia Madre, Days and Clouds) menjalin hubungan tertutup dengan Marina Baldi (Sabrina Ferilli), seorang pengusaha restoran yang dulunya adalah aktris terkenal idola banyak orang. Hubungan mereka telah berjalan selama 5 tahun, tinggal 1 apartemen dengan 1 peliharaan kucing ras bengal yang bulunya menyerupai jaguar, dan pembantu mereka seorang pria gay berdarah filipina yang berpacaran dengan seorang perenang. Tidak banyak orang yang tahu mengenai hubungan keduanya, sebatas keluarga dekat. Karena Federica yang berusaha menutup-nutupinya. Kenapa? Karena baru pertama kalinya dia menjalin hubungan dengan perempuan. Sementara, Marina sudah sejak lama coming out dan pembawaannya sangat santai.

Marina pernah mengatakan dalam sebuah wawancara untuk majalah, dirinya sedang dekat dengan seorang arsitek. Seorang kolega Federica langsung ngeh kalau itu Federica, dan meralat ajakannya untuk makan malam. Marina membela diri kalau apa yang dilakukannya tidak salah, toh dia tidak menyebutkan lebih detail dari pada sebuah nama dan profesinya. Federica tetap saja protes. Marina mengalah.

Di waktu yang lain, Marina dan Federica sedang mencari kasur baru. Si pegawai toko menunjukkan salah satu produk yang best seller. Untuk meyakinkan pembeli, dia meminta keduanya tidur di kasur itu seperti bagaimana mereka biasa tidur. Marina mengatakan supaya mereka mempraktikkan gaya tidur yang ala sendok garpu. Di mobil, mereka berdebat lagi. Federica tidak mau urusan privat seperti itu diumbar. Marina mengalah.

Mereka berdebat pula perkara seorang produser yang datang menawarkan sebuah naskah film untuk Marina dan ada tanda-tanda dia tertarik. Federica tidak mau jika Marina kembali ke dunia layar lebar. Karena itu akan membuat orang mengorek-ngorek kehidupan pribadi, ujung-ujungnya tahu juga tentang Federica. Marina bersikeras untuk kembali main film. Kali ini dia tidak mau mengalah.

Federica bertemu dengan seorang Marco dan itulah awal dari keretakan hubungan Federica dan Marina. Diam-diam, Federica tidur dengan Marco. Beberapa minggu kemudian, Marina tak sengaja tahu dan mendatangi keduanya. Segalanya menjadi tidak nyaman. Federica tidak bisa begitu saja meninggalkan Marco. Sergio sampai tahu jika mantan istrinya berhubungan dengan laki-laki lagi dan merasa senang. Putra dari pernikahan mereka, Bernardo, yang mengatakan hal itu.

Sampai di tahap ini, Federica sangat sulit memutuskan siapa yang dia cintai. Marina berusaha mempertahankan keutuhan mereka, tapi Federica makin mesra dengan Marco. Mereka akhirnya memutuskan pisah rumah setelah pulang dari liburan. Berhubung apartemen itu milik Marina, Federica harus angkat kaki. Marina bahkan mengeluarkan semua barang Federica dari rumahnya.

Masalah pribadi akhirnya terbawa pada keputusan Marina untuk bermain film. Dengan kondisi patah hati, dia merasa ragu apakah tawaran itu tetap diambilnya atau tidak.

Masa ketika keduanya berpisah adalah bagian yang sangat emosional. Dan kenapa sih Federica harus memilih Marco dan tidak memperjuangkan Marina yang tidak pernah sekalipun selingkuh meski banyak kesempatan untuk itu? Dia bertemu banyak orang dan orang-orang masih menyimpan rasa kagum kepadanya. Tapi tidak. Dia tidak bisa jatuh cinta dengan orang lain dalam waktu begitu cepat. Keluarganya yang berusaha menjatuhkan Federica pun dilawannya. Semua orang pasti punya kekurangan kan?

Me, Myself & Her menjadi salah satu film favorit saya. Para pemainnya sudah di atas 50 tahun semua, tidak ada adegan macam-macam, tapi proses metamorfosis hubungan keduanya adalah sesuatu yang sangat realistis.

Trailer Me, Myself & Her:

Jogja, 10 Maret 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response