Metronome Beats, Aplikasi untuk Melatih Tempo Saat Berlari

Metronome Beats, Aplikasi untuk Melatih Tempo Saat Berlari
Metronome Beats. Sumber gambar: tapakrantau.com.

Bagi orang-orang yang baru intense berlatih lari, ada banyak tahap yang harus dilewati hingga bisa memiliki strength, power, dan endurance yang prima. Berlatih secara rutin adalah kuncinya. Tapi hanya berlatih lari tidak akan memberi pengaruh dalam waktu singkat. Saya membuktikan itu sendiri dan juga membaca sejumlah artikel. Justru, tubuh hanya akan merasa bosan dengan sendiri jika kita hanya jogging atau berlari dengan diulang-ulang.

Maka saya mencari video-video seputar dunia berlari ini di Youtube. Video-video yang hanya berdurasi 5-10 menit mulai dari tips berlari untuk pemula, hingga sampai ke half marathon atau full marathon. Bahkan Mo Farah pun punya channel sendiri. Latihan untuk menjadi seorang pelari memang bukan dengan berlari. Tapi mulai dengan melatih otot-otot. Semua otot, tidak hanya tubuh. Angkat beban pun termasuk di dalamnya. Saya juga menonton sejumlah tentang bodyweight, setelah salah seorang teman pernah menyinggungnya, dan latihan tanpa alat bantu ini buat saya menantang juga, terlebih untuk memancing keluarnya explosive power dari dalam tubuh.

Namun, dari sekian banyak pengetahuan baru, yang saya pilih terlebih dahulu untuk melatihnya secara intens adalah tempo. Dalam dunia bersepeda, tempo juga disamakan dengan cadence. Jika sudah menemukan cadence yang tempat, maka problem dengan napas akan terselesaikan. Demikian pula dengan lari. Sejauh apa pun berlari, jika sudah punya tempo yang seirama dengan detak jantung, maka jauhkan kekhawatiran akan kelelahan.

Salah satu metode paling sederhana untuk melatih tempo saat berlari adalah menggunakan metronome. Bagi yang berkecimpung di dunia musik, pasti familiar dengan yang satu ini. Guru musik saya di saat SD punya alat ini untuk menjaga irama lagu, kurang lebih itulah yang saya satu. Jarum besi di alat ini akan bergerak ke kiri dan ke kanan dengan tempo yang kita inginkan. Larghissimo adalah tempo paling lambat dengan maksimal 24 bpm (beats per minute), adagio 60–66 bpm, andante (76–108 bpm), allegro (120–168 bpm), presto (168–200 bpm) hingga prestissimo dan vivacissimo yang ketukannya sangat cepat. Situ yakin mau coba yang terakhir?

Andante kurang lebih adalah tempo atau pace ketika kita berjalan kaki. Jalan kaki memang merupakan olahraga bagi orang-orang di luar sana. Beda dengan kita yang kalau jalan kaki santai banget.

Sementara untuk berlari, sesuai petunjuk di Youtube adalah presto. Chi running adalah sebuah metode yang memadukan taichi dan running. Dengan sebuah proses panjang maka ditemukanlah rumusan tempo untuk berlari adalah 180 bpm.

Oh ya kalau bingung dengan apa yang sedang saya bahas ini, kalau tidak punya metronome dalam bentuk fisik, pasang saja aplikasinya. Saya memakai Metronome Beats. Aplikasinya sangat ringan kok. Nah ada beberapa settingan yang ada di sana, dari ritme, beats per bar dan clicks per beats. Saya memasang 180 bpm dan 1 beats per bar.

Jika mengaktifkan aplikasi ini, saya memang akhirnya tidak bisa mendengarkan lagu-lagu dari Spotify. Jadi hanya ketukan itulah yang terdengar di telinga saya sambil memulai berlari. Metronome ini akan membantumu menjaga tempo dan dampaknya memperbaiki pace berlari.

Iseng saya mencobanya di Kaliurang. Untuk jarak 5K, dengan setengah jalan menurun, setengahnya naik. Jalan menurun dengan tempo sedemikian memang memberikan dampak luar biasa, tapi latihan sebenarnya bukan di bagian itu. Ketika menghadapi jalan mendaki, mulailah tantangan sebenarnya. Saya menjaga konsentrasi sedemikian rupa agar langkah saya tidak keteteran dengan ketukan. Sulit memang, tapi harus dipaksa. Saya memulainya jam 7 pagi, ketika kabut mulai naik dan rasa dingin sudah mulai menghilang, tentu saja masih sejuk tapi dengan berlari, saya bercucuran keringat juga.

Metronome Beats, Aplikasi untuk Melatih Tempo Saat Berlari
Sumber gambar: tapakrantau.com.

Catatan Strava menunjukkan betapa kacaunya ritme berlari saya. Di jalan menurun maksimal, di tengah perjalanan gejala lowbat pun muncul, tapi menjelang akhir saya memperbaiki catatan waktu. Ya, namanya juga latihan perdana.

 

Jogja, 23 Oktober 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response