Much Loved (2015): Film Tentang Dunia Pelacuran di Marrakesh

Much Loved (2015): Film Tentang Dunia Pelacuran di Marrakesh 2
Much Loved (2015). Sumber gambar: moviepostershop.com

Ingin tahu seperti apa dunia jual beli tubuh di Marrakesh? Much Loved memberi sedikit jawabannya. Marrakesh merupakan sebuah kota besar di Maroko. Meski Maroko identik dengan Islam, tapi ada saja tempat di mana dunia hiburan berkembang pesat mengikuti permintaan konsumen. Kota besar namun banyak penduduk yang miskin. Mencari uang dengan cara cepat menjadi alternatif. Demikian sekilas gambarannya.

Much Loved mendapatkan nominasi Queer Palm di Cannes Film Festival, nominasi Best Actress di César Awards, dan memenangkan Best French-Language Foreign Film di Lumiere Awards 2016. Cukup hebat mengingat tema yang diangkat adalah kontroversi hingga dilarang tayang di Maroko dengan alasan mendiskreditkan perempuan dan blablabla. Persetanlah dengan itu.

Kota yang banyak didatangi turis mancanegara, sangat terbuka kemungkinan untuk tumbuhnya bibit-bibit pelacuran. Di negara sendiri juga kurang-lebih sama. Sutradara Nabil Ayouch membuka adegan dengan obrolan di meja makan antara 3 perempuan tentang pekerjaan mereka sampai sisi perihnya. Di sana, ada seorang lelaki separuh baya bernama Said. Dialah yang mengantarkan ketiganya ke tempat mencari nafkah dengan taksi miliknya. Said bukan muncikari. Dia adalah sopir sekaligus sahabat Noha, Soukaina, dan Randa.

Noha adalah si pencari job untuk mereka. Jam terbangnya lebih banyak ketimbang dua gadis yang tinggal satu flat dengannya itu. Sudah punya 2 anak yang dirawat oleh ibunya. Tetangga-tetangga Noha semakin lama mulai curiga dengan profesinya. Ketika datang ke rumah ibunya, dia tentu saja tidak berpakaian seksi dan menonjolkan tubuh agar menarik mata lelaki. Noha tidak ambil pusing. Dari menjual diri, dia bisa membiayai anak-anak, adik, dan ibunya. Dia menjalin hubungan dengan seorang pria beristri. Soal permainan di ranjang, Noha bisa segala gaya. Selain pria itu, ada pula seorang polisi yang sering menggunakan jabatannya untuk memakai Noha secara gratis dan memaksa.

Soukaina adalah gadis muda yang menarik. Dia punya kekasih yang tidak mau ketinggalan menikmati uang dan tubuhnya. Ketika melayani tamu-tamu para pria Saudi kaya raya, ada seorang dari mereka yang tertarik padanya. Wajahnya tampan, senang berpuisi dan romantis. Tapi nafsu seksnya kalah dari teman-temannya yang lebih tua. Dan ada rahasia di baliknya.

Randa, dia cenderung lesbian. Setengah hati jika diajak mencari uang oleh kedua kawannya. Ada saja alasannya hingga Noha pun marah dibuatnya. Diam-diam, Randa mendapatkan klien yang diinginkannya. Seorang perempuan yang usianya sekitar 40-an tahun. Jangan harap ada adegan vulgar.

Noha berkawan dengan seorang waria bernama Oussama alias Cherine. Waria punya kelasnya sendiri, mereka tidak akan menjadi pesaing yang patut dikhawatirkan. Bagi Cherine, pekerjaannya tidak untuk dikaitkan dengan hubungan pribadi. Dia selalu berganti-ganti klien. Dari Cherine, Noha pun tahu, anak-anak juga ikutan masuk dunia pelacuran dengan tarif yang membuat Noha kesal saking murahnya. Hanya 100 dirham sekali pakai. 1 dolar US sama dengan 10.100 dirham Maroko. Sementara tarif ngeseks dewasa ada yang sampai 600 dirham.

Jika Noha terbiasa dengan tarif tinggi, maka datanglah Hlima, PSK yang sedang mengandung. Kalau ini kelas bawah tarifnya. Prinsipnya asal dia dapat uang, itu sudah bagus.

Much Loved mengkritisi betapa pelacuran menjadi suatu pilihan profesi yang tidak lagi dipandang sebelah mata. Semalam bisa mendapatkan minimal 6 juta, siapa yang tidak tergiur? Tapi, di sisi lain, Noha tidak hidup dalam keglamoran. Ada kalanya dia tidak punya uang. Uang hasil dari pekerjaan seperti itu akan cepat hilang secepat datangnya.

Trailer:

Jogja, 22 Februari 2017

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response