Night Riding; Berbagai Tantangan Bersepeda di Malam Hari

Night riding menjadi pilihan bagi pesepeda yang tidak sempat berolahraga di pagi hari. Bagi yang pagi sudah disibukkan dengan persiapan masuk kantor atau rutinitas lainnya, olahraga hampir menjadi sesuatu yang terlupakan. Terlebih jika bukan seseorang yang menuju kantor menggunakan sepeda atau berjalan kaki.

Night Riding; Berbagai Tantangan Bersepeda di Malam Hari
Sumber gambar: shebicycles.com

Night riding atau bersepeda dalam hari di Jogja cukup sering saya temui di jalan utama, maupun juga dilakukan di rute-rute tidak biasa, seperti di perbukitan atau jalan-jalan kecil dan berkerikil. Saya memilih night riding karena memang rasanya jika bersepeda di pagi hari, maka tidak akan sempat menyiapkan sarapan, bekal untuk makan siang, mandi, dan menyiapkan yang lain-lain. Dan kalaupun ingin meluangkan waktu sehabis subuh misalnya, mungkin hanya 10-20 kilometer. Buat saya itu nanggung. Keringatnya nggak banyak-banyak amat. Jujur ada semacam kesenangan ketika saya merasa seluruh tubuh berkeringat, detak jantung terasa seperti ketukan pedal ganda drummer musik rock. Lama-kelamaan, kelelahan menjadi sesuatu yang tidak bertahan lama. Bahkan jika saya melewati rute menanjak. Hanya untuk menandakan tubuh perlu istirahat, lalu sudah.

Night riding agak berbeda dengan morning riding. Perbedaan itu menurut saya terasa dari kondisi jalan yang dilewati, risiko-risiko berkendara, dan hal-hal yang tak terduga lainnya. Bersepeda di malam hari mau tidak mau membuat saya harus maklum dengan ramainya lalu lintas. Terlebih jika melewati jalan utama. Saya bahkan menghindari bersepeda rute 30K dana 40K di sore hari karena sudah pasti kemacetan akan menghambat kayuhan saya. Itu sangat tidak nyaman juga membuat kecepatan rata-rata saya menurun. Rekaman latihan saya di STRAVA terlihat sering terputus-putus karena perkara kemacetan di lampu merah. Jika saya berhenti-jalan-berhenti-jalan, aplikasi ini akan terus menghitung.

Night riding berisiko dengan kesehatan paru-paru. Tingkat polusi jauh lebih tinggi ketimbang di pagi hari. Saya selalu menggunakan masker sekali pakai. Hanya saja, keberadaan benda yang menutupi hidung sering membuat saya tidak leluasa bernapas di saat saya butuh menarik napas-napas panjang untuk menstabilkan jantung. Di rute 30K, sejauh 10 kilometer pertama, ketika melewati Jalan Solo, saya pasti maskeran. Setelah itu, di Jalan Piyungan, kendaraan tidak terlalu ramai. Semakin malam bahkan semakin sepi. Keluhan saya hanyalah pada lampu-lampu jalan masih minim.

Risiko night riding juga dengan kendaraan besar-besar yang melintasi jalan utama. Pastikan berada di jalur sepeda yang disediakan, atau tidak terlalu ke tengah. Pastikan lampu depan dan belakang baterainya masih bagus semua. Jika rutin melakukan night riding, penggantian baterai harus sangat diperhatikan. Demi keamanan sendiri.

Hal-hal tak terduga lain yang perlu diantisipasi adalah ban bocor, rantai putus, dan kehabisan air minum sementara warung-warung sudah tutup dan jauh dari minimarket 24 jam. Kita memang tidak pernah tahu kapan hal itu terjadi. Pastikan sebelum berangkat night riding, sepeda dicek kesiapannya. Tekanan ban yang kurang bisa membuat ban terasa berat dan mudah bocor. Rantai yang tidak diminyaki akan menimbulkan suara berisi dan rentan putus. Tidak membawa air minum dalam porsi cukup membuat kita bisa dehidrasi sewaktu-waktu.

Hal lain yang perlu diperhatikan setelah night riding adalah memastikan makanan yang kita asup tidak kurang, tidak juga berlebih. Pembakaran besar-besaran di dalam tubuh membutuhkan penggantian sesegera mungkin. Beri jeda 1-2 jam sebelum makan berat. Karbohidrat tidak perlu dalam jumlah besar, protein dan buah-buahan juga jangan sampai diabaikan. Makan terlalu banyak membuat tubuh harus bekerja keras sementara jam biologis tubuh untuk beristirahat semakin dekat. Sebelum melakukan night riding pun juga sebaiknya mengisi perut, meski itu hanya dengan buah-buahan. Toh seharian perut sudah terisi dengan maksimal, bukan?

Berikut ini tips-tips lainnya seputar night riding:

  1. Jika Anda pulang dari tempat rutinitas sore hari, berilah jeda tubuh untuk beristirahat sejenak. Pukul 7 malam belumlah terlalu larut untuk memulai bersepeda.
  2. Night riding juga membutuhkan pemanasan. Meski aktif bergerak seharian, itu tidak sama dengan meregangkan otot-otot tubuh yang akan digunakan.
  3. Pastikan kondisi tubuh prima, salah satu tandanya adalah selalu fokus.
  4. Taati rambu-rambu lalu lintas terutama lampu lalu-lintas.
  5. Selalu gunakan helm meski rute bersepeda tidak jauh dari rumah.
  6. Kenali rute yang akan dilewati, apakah nanti ada tempat berjualan air minum dan makanan atau tidak. Bawa perbekalan secukupnya.
  7. Berhati-hati jika di tengah jalan turun hujan. Bisa saja lampu sepeda kita tidak terlihat kendaraan lain. Berhentilah jika hujan turun terlalu deras. Jalanan pun tidak aman untuk dilewati, terlebih jika mulai banjir.
  8. Jika night riding sendirian, jangan melewati rute-rute berbahaya.
  9. Tidak ada salahnya mengenakan rompi yang bisa menyala jika kena lampu agar terlihat oleh pengguna jalan lainnya.
  10. Perkiraan durasi night riding, terlalu larut tidak baik untuk kesehatan diri sendiri.

 

Jogja, 9 Oktober 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response