Nokia Lumia 530 Keunggulan dan Kekurangan

Nokia Lumia 530 Keunggulan dan Kekurangan

Nokia Lumia 530 Dual SIM (GSM-GSM)-menjadi incaran pertama saya ketika memasuki sebuah toko HP untuk membeli ponsel menggantikan Blackberry yang sepertinya sudah lelah beroperasi. Selain SONY Esperia, Nokia bagi saya adalah ponsel yang kelebihannya bukanlah di RAM tinggi, kamera supertajam, atau bentuk yang tipis seperti tubuh para angels Victoria’s Secret, tapi kekuatan beterainya. Nokia punya sejumlah seri yang bisa dipilih, mulai dari yang biasa-biasa saja, ASHA, X, lalu Lumia. Lumia terdiri dari yang harga 1,5 juta hingga 3 juta ke atas.

Saya pilih Nokia Lumia 530 Dual SIM, harganya 1350000, dengan Windows Phone 8 di dalamnya, kamera belakang 5 MP, 512 RAM, 8 GB memory. Cukup minimalis dan lagi-lagi memang saya menghindari ponsel yang fiturnya berlebihan sehingga membuat saya betah “berpacaran” dengan benda mati.

Tidak banyak orang yang memilih ponsel dengan OS Windows Phone, dan ketika sudah memakai gadget satu ini barulah tahu alasannya. Bisa dibilang Windows Phone “rumit” buat yang malas ribet. Sama seperti iPhone, untuk berbagi file tidak semudah Android maupun Blackberry. Jangan harap begitu menyambungkan Nokia Lumia dengan PC maka otomatis dengan mudah mentransfer data. Lihat dari sisi baiknya, dengan “eksklusif” seperti ini malah jadi keren kan?Setelah beberapa hari menggunakan Nokia Lumia 530, apa yang saja cari, yaitu ponsel dengan kekuatan baterai bisa diandalkan pun terjawab sudah, walaupun paling tidak setiap hari diisi ulang karena:1. Penggunaan 2 SIM card sekaligus. SIM 1 saya adalah Simpati, untuk telepon dan SMS, sementara SIM 2 Indosat untuk internetan (saya ditawari paket internet 11 GB/bulan hanya dengan 35000). Keduanya berjalan di jalur 3G, kebayang dong energi baterai yang digunakan seperti apa.

2. Maklum barang baru, masih sering diutak-utik, pasang aplikasi BBM, WhtasApp, LINE, Path, dan sebagainya. Aplikasi asli dari Windows Phone sendiri tidak sebanyak Android. Tapi ada beberapa aplikasi yang memang keren antara lain Office Lens, OneDrive, OneNote, 21 Cineplex, Nokia Camera, Nokia MixRadio (buat streaming lagu dan tampilannya cantik sekali), Transfer my Data, Wallet, dan sebagainya.

Saya sarankan, pilihlah aplikasi yang memang benar-benar dibutuhkan. Dengan 512 RAM, memasang terlalu banyak aplikasi dan menggunakannya dalam waktu bersamaan sama saja membuat Nokia Lumia berjalan seperti kura-kura tua (semua kura-kura jalannya memang lambat sih). Saya sendiri hanya memasang BBM dan WhatsApp, untuk update software pun sebisa mungkin tidak dilakukan. Selain, versi update bisa saja ada bug. Untuk keperluan mencatat saya gunakan OneNote. Belajar dari menyimpan catatan di Memopad Blackberry yang kalau HP rusak maka catatan itu kemungkinan akan hilang, OneNote menawarkan penyimpanan di cloud OneDrive sehingga bisa diakses dari mana saja.

Untuk membuat Nokia Lumia tidak terlalu sepi, penyimpanan file bisa dilakukan dengan mengkopi micro SD card dengan menggunakan card reader. Itu cara paling mudah. Jika butuh space lebih besar, upgrade saja micro SD itu.

Untuk lagu sebenarnya menggunakan Nokia MixRadio sudah cukup puas, mulai lagu dari Taylor Swift, Nicki Minaj, Ed Sheeran, dan siapa saja bisa didengarkan online dan juga offline. Dan lagi, setiap artis yang kita dengarkan lagunya itu juga akan terhubung dengan twitter dan jadwal konsernya.

 

Jogja, 13 Desember 2014

Leave a Response