O Perfume da Memória (2016); Film Cinta 1 Malam 2 Perempuan

in Film/Film LGBT by
O Perfume da Memória (2016); Film Cinta 1 Malam 2 Perempuan 2
O Perfume da Memória (2016). Sumber gambar: moviepostershop.com

Oswaldo Montenegro menggarap O Perfume da Memória menjadi sebuah film romantis bersetting waktu hanya 1 malam dengan alur cerita yang mudah. Sewaktu membaca sekilas informasi di IMDB, saya berpikir kisahnya tidak akan jauh berbeda dengan Room in Rome, di mana dua perempuan berkenalan lalu bercinta sepanjang malam.

Jauh dari prediksi saya. O Perfume da Memória merupakan kisah perkenalan 2 perempuan yang elegan, dan jauh dari adegan-adegan panas. Bertepatan dengan hari ulang tahun Laura, seorang perempuan yang tengah dirundung sedih sebab hubungannya dengan sang suami berada di puncak keretakan. Hari yang seharusnya dirayakan dengan penuh kebahagiaan menjadi sebaliknya. Dia menolak kehadiran teman-temannya. Malahan mengurung diri di dalam rumah sendirian saja.

Lalu datanglah Ana. Seorang teman dari temannya yang mengaku hanya punya waktu malam itu saja untuk bertemu Laura sebab besok dirinya akan bertolak dari Brazil mengikuti suaminya di Inggris. Berbeda halnya dengan Laura, Ana adalah tipe perempuan bebas. Seorang biseksual yang menganut prinsip open marriage. Dalam arti, dia bebas bercinta dengan siapa pun yang disukainya, namun hanya untuk hubungan sementara. Dia pasti akan kembali pada sang suami. Sang suami pun demikian. Awalnya, Laura tidak percaya dengan hubungan seperti itu, namun dengan obrolan mereka yang begitu lama, mulailah dia mengenali sosok Ana.

Sumber gambar: IMDB

Meski tokoh yang tampil di depan kamera hanyalah Ana dan Laura, percayalah bahwa sang sutradara dengan jeli mengemas O Perfume da Memória dengan sangat matang. Tidak hanya dari kualitas obrolan antara 2 perempuan baru kenal itu. Tapi juga telinga kita akan dimanjakan dengan merdunya alunan flute dan celo dengan intonasi naik turun sesuai dengan suasana emosi yang sedang dibangun dalam cerita. Soal puitis, jangan ditanya betapa banyak baris-baris puisi yang diselipkan dalam dialog antartokoh.

Perbedaan karakter antara Ana yang ceria serta Laura yang bersedih hati, mendorong kita untuk melihat kepada diri masing-masing. Kita mungkin bernasib sama seperti salah satu dari mereka. Mencintai hanya untuk kesenangan sesaat, ataukah bersetia dengan satu pasangan. Tanpa perlu memvonis bahwa Ana adalah sosok yang tidak bermoral sementara Laura adalah sosok ideal seorang perempuan. Semua perilaku manusia pastilah ada pemicunya. Seceria-cerianya Ana, dia pun pernah menemukan satu titik di mana air matanya harus mengalir dan Laura tidak juga memahami mengapa itu terjadi. Di saat dirinya mulai merasakan betapa Ana adalah sosok yang menarik di matanya.

Ada sebuah rahasia yang dibawa oleh Ana. Tidak diceritakan begitu dia berhadapan dengan Laura. Sebab dia tahu, Ana akan membencinya setengah mati. Mana bakal mereka menghabiskan malam bersama jika sejak awal tahu bahwa Ana tidak hanya seorang teman baru yang datang untuk menghibur?

Bagaimana bisa kebencian menjadi satu dengan cinta? Meski tidak ikut dalam berbagai festival film, O Perfume da Memória bisa menjadi film LGBT penuh kenangan indah.

Trailer O Perfume da Memória (2016):

Jogja, 15 Februari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Film

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
error: All contents protected, please contact email below to copy
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co