Olahraga di Saat Mudik Agar Tetap Bugar Selama Berada di Kampung Halaman

Olahraga di Saat Mudik Agar Tetap Bugar Selama Berada di Kampung Halaman
Olahraga di Saat Mudik. Sumber gambar: flickr.com

Hampir setiap tahun saya rutin pulang kampung menjelang datangnya hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Di sana, boleh dibilang saya tidak banyak aktivitas dibandingkan dengan saat hari-hari kerja. Durasi tidur menjadi lebih panjang, asupan makanan menjadi lebih besar, berat badan besar kemungkinan bertambah drastis.

Kampung halaman saya, Medan, tidak memiliki jalanan seramah di Yogyakarta untuk dimanfaatkan sebagai track lari. Kendaraan melaju dengan kencang dan namanya trotoar adalah infrastruktur yang langka ditemui di jalanan luar pusat kota. Dan, saya tidak pernah melihat ada orang-orang sekitar yang lari. Segalanya serbaberbeda. Itulah sebabnya saya pun agak malas merencanakan olahraga di saat mudik. Saya berpikir, ah cuma dua mingguan ini, setelahnya kan saya bisa kembali rutin.

Tahun ini, saya bertekad untuk memaksa diri tetap berolahraga karena memang selama di kampung halaman, banyak waktu luang yang bisa diisi sekitar 15-30 menit mengencangkan otot. Bobot tubuh saya juga sudah berkurang signifikan sehingga ada semacam ketidakrelaan jika bertambah gegara makan terlalu banyak dan hanya disimpan-simpan saya.

Saya pun menyiapkan sepatu olahraga dan jump rope. Halaman rumah cukup luas untuk lari, hanya saya kurang memfavoritkannya. Untuk mencapai satu kilometer butuh keliling hampir sepuluh kali. Sementara jump rope dapat membakar kalori lebih besar tapi keluhan saya adalah nyeri di kaki yang agak lama baru hilang. Pemakaian sepatu untuk meredam tekanan sepertinya kurang maksimal.

Tapi, jump rope masih lebih memuaskan, menurut saya. Keringatnya lebih banyak keluar walaupun latihan berdurasi setengah jam, tanpa saya hitung berapa set. Saya pertama kalinya mencoba criss cross jump. Sulitnya melebihi ketika mencoba heel to toe. Butuh konsentrasi dan koordinasi lebih cermat. Jika tidak, tali akan menampar bagian punggung maupun kepala bagian belakang. Rasanya seperti dicambuk, tapi lebih pelan. Saya coba dari bentukan sederhana, hanya satu lompatan, cross, lalu nyangkut di ujung kaki atau talinya tidak melewati kepala. Sambil saya mencari panduan di youtube pada bagian mana yang salah sehingga susah untuk dilancarkan. Ya, rupanya memang kedua tangan harus bergerak cepat saat menyilang dan gerakannya harus simetris, kiri sama dengan kanan.

Dua hari kemudian, saya mulai menghafal tahap-tahapnya. Saya kombinasikan dengan double bounce, mulai bisa tapi masih nyangkut sedikit saja saya kehilangan fokus. Intinya adalah lagi-lagi fokus, jangan sampai pecah, kalau mau tidak kena cambuk tangan sendiri. Dengan kaki yang sakit, tiap hari saya paksakan latihan. Tahu sendiri kan, betapa banyak asupan kolesterol di hari raya lebaran. Mengingat usia saya yang sudah tidak dua puluhan lagi, jaga kesehatan itu tidak main-main.

Tips melawan rasa malas untuk olahraga di saat mudik:

  1. Ketika mudik, kita cenderung cheating dengan pola makan sehat, olahraga adalah solusi untuk mengurangi risiko-risiko negatif pada tubuh, seperti naiknya tekanan darah dan kolesterol jahat.
  2. Ketika mudik, aktivitas di perjalanan membuat rasa lelah luar biasa. Beristirahat kemudian memulai olahraga merupakan solusi termudah.
  3. Berolahraga membuat rasa mengantuk datang dengan lebih mudah, tanpa bantuan obat tidur apa pun.
  4. Olahraga akan menimbulkan rasa segar pada tubuh dan siap menghadapi agenda silaturahmi sepanjang hari

 

Jogja, 29 Juni 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response