One of Us (2016); Serial TV Tentang Pembunuh Bayaran yang Dibunuh

One of Us (2016); Serial TV Tentang Pembunuh Bayaran yang Dibunuh
One of Us (2016). Sumber gambar: moviepostershop.com

Berlokasi syuting di pedesaan wilayah Peebles, Skotlandia, One of Us menampilkan nuansa misterius sekaligus dingin demi membangun napas dari sebuah tanda tanya, akan peristiwa kematian sepasang suami istri yang baru saja menikah Grace Douglas dan Adam Elliot. Keduanya adalah teman sedari kecil. Keluarga mereka bertetangga.

Cerita dimulai dengan sorotan pada Grace dan Adam yang berlumuran darah dan nyawa mereka sudah dibawa malaikat maut. Grace sedang hamil besar. Diperlihatkan pula sosok seorang pria yang membawa pisau yang berlumuran darah. Saya tidak mau bilang dialah pembunuhnya. Belum ada cerita apa-apa. Jangan-jangan dia hanya berada di waktu dan tempat yang salah.

Pembunuhan sadis itu membuat keluarga Elliot dan Douglas berduka. Saya rasa, semakin menyakitkan karena Grace dalam kondisi mengandung. Bayinya pun ikut mati terbunuh. Mereka merasa geram. Adam di mata mereka adalah pria baik-baik. Grace pun bukan tipe perempuan yang negatif. Jika mengira One of Us adalah serial pembunuhan di mana polisi datang untuk mengadakan investigasi, salah besar. Serial ini adalah permainan psikologi yang tidak terpecahkan dengan adanya dugaan-dugaan baru yang bercampur konflik-konflik kepentingan tokoh-tokohnya.

Setiap keluarga punya rahasia. Antara suami dan istri bisa jadi saling menyimpan sesuatu yang jika dikatakan kepada pasangan, itu lebih menyakitkan ketimbang terkena sabetan pisau di leher. Namun, terlalu lama disimpan, akan menjadi seperti sel kanker yang terus mencari sel-sel untuk dirusak. Pilih mana? Akhirnya membuka sebuah rahasia yang kemungkinan besar berujung kehancuran? Atau hancur sendirian sampai tua?

Kasus pembunuhan Adam dan Grace semakin mengerucut ke arah konflik keluarga dengan terbunuhnya si pembunuh pasangan itu. Mati dengan leher yang disayat pisau. Pihak kepolisian dari pusat alias Edinburgh mulai masuk dalam proses investigasi. Berhubung lokasi kejadian terbunuhnya si pembunuh adalah pedesaan dengan petugas polisi yang tak seberapa.

Dua detektif datang untuk mulai mengendus siapa pembunuh dari pembunuh Adam dan Grace. Oh ya, saya pesan, semenjak episode pertama One of Us, tolong diingat nama-nama dan wajah tokoh-tokohnya. Karena sangat banyak dan porsi kemunculannya sama-sama banyak dengan beberapa wajah mirip, konfliknya pun beberapa.

One of Us tidak hanya mengangkat bobroknya sebuah kesetiaan dalam sebuah keluarga, tapi juga kesetiaan dalam pekerjaan. Detektif Juliet (Laura Fraser-The Missing) adalah yang saya maksud. Dia adalah penjual narkoba. Tidak perlu ditanya bagaimana seorang detektif dari kantor kepolisian bisa mengakses LSD. Lysergic Acid Diethylamide. Salah satu dari obat-obatan non-adiktif yang sangat tipis bentuknya seperti lembaran kertas atau permen karet, sehingga sangat mudah diedarkan. Contohnya lidah ke lidah. Konon, LSD ini bisa masuk ke area tahanan dengan cara French kiss pengunjung dan tahanan. Saya menontonnya di serial Wentworth. Efek yang diakibatkan dari konsumsi dari LSD adalah menenangkan hingga halusinasi.

Mengapa seorang detektif pembela kebenaran bisa terjebak dalam bisnis haram? Lagi-lagi masalah keluarga. Putri sang detektif mengidap tumor otak yang butuh dana besar untuk operasi. Jalan pintas satu-satunya adalah melanggar hukum. Uang yang didapatkannya untuk mempercepat proses operasi pun membuat Juliet ingin berhenti dirongrong seorang bandar. Tapi, namanya juga bandar, tidak akan mudah begitu saja mengakhiri hubungan bisnis yang menguntungkan. Si bandar merasa dirinya aman karena Juliet tidak akan macam-macam.

Di tengah-tengah konflik batin karena telah melanggar hukum dan juga mengungkap apa sebenarnya motif dibunuhnya pembunuh Adam dan Grace selain karena sakit hati. Dan siapa? Oh ya, nama si pembunuh Adam dan Grace adalah Lee Walsh.

Semua orang punya potensi untuk membunuh Lee. Ayah Adam yang berduka, adik Grace yang pendiam tapi rupanya kepo urusan orang, kakak Adam yang paling memungkinkan karena tubuhnya tegap dan tidak banyak bicara, pengurus rumah tangga yang punya skandal cinta, ibu Adam yang histeris, adik Adam yang cantik dan bekerja sebagai perawat dan pasiennya minta hidupnya segera di-eutanasia. Pelakunya adalah salah satu dari mereka.

Uniknya, meski salah satu dari mereka adalah pelaku pembunuh Lee, ketika menghadapi masalah, mereka menjadi kompak. Bagaimana ketika mereka berusaha menghilangkan barang bukti pisau, jasad Lee, sampai mobilnya. Agak gila memang kalau dipikir-pikir, tapi semuanya serba masuk akal. Kita diajak untuk ikut menebak-nebak. Apa iya Rob-lah si pembunuh Lee? Pisau yang dipakai menggorok leher Lee adalah miliknya yang kemudian sengaja dihilangkan oleh si adik. Oh ya, kenapa saya tidak menyebut pacar Rob mungkin bisa membunuh Lee? Pertama, dia perempuan. Kedua, dia sudah cukup punya masalah percintaan yang belum beres dengan Rob. Coret saja sedari awal, dia tidak banyak berperan.

One of Us ini hanya serial pendek 4 episode dan konflik bergerak cepat ke arah masing-masing. Semuanya serba berhubungan. Pastikan tidak melewatkan satu adegan atau percakapan pun. Pakailah subtitle jika kurang memahami dialog-dialognya. Yang pasti, alasan dibunuhnya Adam dan Grace tidak jauh-jauh dari perkara perselingkuhan yang sangat konyol tapi berujung serius. Jangan selingkuh dengan orang dekat, itu sama saja memancing ujung pisau memutuskan urat lehermu.

Trailer One of Us:

Jogja, 15 Desember 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response