Pacific Eclipse 1.0; Sepeda Gunung Murah Berbahan Alloy dan Rem Cakram

Pacific Eclipse 1.0; Sepeda Gunung Murah Berbahan Alloy dan Rem Cakram
Pacific Eclipse 1.0. Sumber gambar: tapakrantau.com.

Saya akhirnya bisa merelakan Monarch 2 jadi milik orang dan memiliki sepeda dengan fasilitas bawaan pabrik yang lebih baik dari sebelumnya. Saya mengincar beberapa keluaran baru dari United dan Wim Cycle yang masih berada dalam range budget. Untuk beli yang mewah banget memang separuh dari diri saya bilang: jangan. Mengingat saya tipikal yang sering ke mana-mana sendiri, mengendarai sepeda yang mencolok mata tentu mudah memancing orang. Belilah setidaknya sedikit lebih tinggi spesifikasinya dari yang sebelumnya.

Yang saya cari pertama adalah frame-nya harus alloy. Sebab, frame besi, mau jungkir balik dimodif sampai rekening dangkal, ya tetap saja bobotnya tidak bisa dikurangi. Incaran pertama saya adalah jenis hybrid. Polygon punya Heist, United punya Felipe dan Slick, Thrill punya Volare, Wim Cycle punya Nitro.

Yang kedua saya cari, kalau ada sih, yang remnya cakram. Penasaran aja, bedanya v-brake sama disc brake seperti apa. Tapi rem biasa pun tidak masalah ketimbang cakram tapi kelas terbawah yang pas-pasan.

Maka, saya pun mencari info di mana nih toko sepeda yang sekiranya tepat. Eh ternyata ya di Toko Tepat. Letaknya di Jalan Brigjen Katamso. Satu-satunya toko sepeda yang banyak direkomendasikan goweser.

Saya juga ketemu Mas Rofi dari Bike Camp Adventure. Saya posisinya baru selesai milih sepeda dan dia nanya: “Kok nggak beli road bike aja?” Dia soalnya tahu saya demennya ama RB. Tapi ya, gampanglah. Kalau masih nyimpen di garasi kosan, saya bakal terserang gangguan kecemasan yang ngobatinnya susah.

Oh ya, sedikit tentang Toko Tepat. Ini toko yang sudah tidak asing bagi yang sering beli sepeda maupun spare part. Harganya murah tapi, tergantung dari sudut pandang orangnya. Berbeda dengan Esa Jaya yang produknya sebagian besar Polygon, Toko Tepat ini menyediakan lebih banyak merek, seperti Thrill, United, Giant, Mosso, dan Specialized. Minta dirakitkan sesuai spesifikasi yang kita inginkan juga bisa. Mereka juga menjual frame dari merek-merek yang saya belum pernah tahu sebelumnya. Harganya dua jutaan ke atas. Kalau dirakit jadi fullbike yang sekitar 3-4 juta paling murah. Itu sepeda lho ya. Kendaraan yang kalau jalannya kudu dikayuh, tanpa mesin.

Seorang pegawai toko yang namanya Daru dipanggil untuk melayani saya. Ketika saya bilang mau nyari hybrid, dia langsung mengajak saya melihat Heist. Sial, toko ini nggak punya Heist 1. Adanya Heist 3 dan Heist 5 yang harganya sudah jauh dari budget.

“Mbak mau lihat hybrid sebenarnya seperti apa?” tanya Mas Daru. Dia mengajak saya ke lantai 2 lalu berhenti di depan sebuah sepeda yang ganteng sekali. “Ini hybrid yang sebenarnya.” Saya pikir ini clyclocross, tapi bukan. Kalau tidak salah keluaran Giant. Harganya berhubung mahal sekali, saya lupa begitu saja.

Dan saya tidak menemukan Hybrid yang murah di sana. Saya lalu mencari spefisikasi lain. Ban yang 27,5 inci. Apa mau dikata, berhubung toko ini jualnya kelas menengah, dan rekomendasikan yang kualitas bagus, lagi-lagi terbentur dengan budget.

“Mbak nyari buat yang jalan jauh atau dekat?” Saya bilang, saya butuh yang ringan karena untuk dibawa jauh. Dia pun langsung menunjuk Pacific Eclipse 1.0 warna hitam dengan stiker kuning biru. Elegan campur ceria. Wah warnanya cakep nih. Seperti biasa, saya mengetes dengan menyentil frame-nya. Ya, beda sama Monarch yang lebih nyaring kalau disentil. Ukuran rodanya masih 26 inci meskipun tulisan di bannya 27. Sudah dilengkapi dengan rem cakram. Speed masih 21. Crankset Shimano yang paling rekomendasi. Ada Pasific lain, tapi belum Shimano. Fork bersuspensi tapi belum secanggih RST Blaze punya saya kemarin sih.

Akhirnya Pacific Eclipse inilah yang saya ambil. Sepeda saya lalu dibawa ke belakang untuk dipasangi pedal dan disetelin. Tapi saya sarankan, bawalah sepeda itu langsung ke bengkel langganan Anda untuk disetel ulang sebab setelan toko jarang ada yang benar-benar pas. Asal tahu saja, ketika saya bawa ke bengkel Yanto Bike, setel ulangnya itu sampai sejam. Menyetel rodanya itu yang cukup lama. Stem bawaan Pasific juga terlalu panjang, itu bahkan punyanya road bike yang membuat pada pengendaranya maju ke depan. Sama Mas Yanto diganti dengan yang pendek. Nah baru deh pas.

Si Pasific Eclipse ini Harganya 1.900.000. Saya masih nambah speedometer Velo 9 harga 195.000, yang bisa menghitung jumlah kalori yang terbakar, tidak seperti Velo 7 yang sebelumnya saya pakai. Ganti stem 110.000 dan servis 25.000.

Saya masih belum memikirkan untuk modifikasi lagi. Ban bawaannya tipe yang besar, berat sebenarnya kalau dipakai di aspalan, tapi mengingat saya pernah coba ban aspalan malahan sering khawatir kalau jalan berbatu dan becek. Stang sudah berbahan alloy. Bobotnya sudah lebih banyak berkurang. Soal kecepatan hanya sedikit selisih dari sebelumnya. Yah, memakai road bike pun tidak membuat saya tiba-tiba menjadi pembalap.

Pacific Eclipse 1.0; Sepeda Gunung Murah Berbahan Alloy dan Rem Cakram
Di Yanto Bike. Sumber gambar: tapakrantau.com.

Ketika di bengkel, Pak Sofyan bapaknya Mas Yanto bilang: “Tinggal stikernya tuh yang diganti.” Saya paham, bentuk frame-nya memang bisa untuk mengelabui orang, biar kelihatan eksklusif padahal ya ini low-end. “Ganti Santa Cruz,” kata dia.

 

Jogja, 10 Agustus 2017

 

MODEL: 26″ ECLIPSE 1.0

FRAME: ALLOY 6061

FORK: SUSPENSION PACIFIC FORK

SHIFTER: SHIMANO EF 500

SPEED: 21S

DERAILLEUR FRONT: SHIMANO TOURNEY FD-TY 300

DERAILLEUR REAR: SHIMANO TOURNEY RD-TY 300

BRAKES F/R: PERFORMANCE DISC BRAKES

FREEWHEEL: SHIMANO MF-TZ21

PEDAL: PLASTIC

CRANKSET: SHIMANO 170FC-TY301

BOTTOM BRACKET: KENLI KL-08A BSA1.37″X24T 68mm

CHAIN: TEC

HUB REAR: 36H STEEL W/QR

HUB FRONT: 36H STEEL W/QR

RIM: ALLOY RIMS. DOUBLE WALL

SPOKES: 14G

TIRES: CST 26″ X 2.10

SADDLE: CRO

SEATPOST: STEEL

STEM: PACIFIC ALLOY

HANDLEBAR: PACIFIC ALLOY

HEADSET: PACIFIC EXTERNAL CAGED BEARING (Sumber: Pasific)

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response