Pakaian Bersepeda; Salah Satu Sumber Kenyamanan Saat Bersepeda

Pakaian bersepeda sering kali diabaikan oleh kita sendiri. Bekal apa saja yang harus dibawa, botol air minum, helmet, sepatu, kaus kaki boleh jadi lebih kita pikirkan matang-matang. Lalu pakaian tidak menjadi barang penting. Dulu pun saya tidak ambil pusing. Yang penting mengenakan baju berbahan kaus dan celana panjang sudah cukup. Sewaktu masih sekolah, bukanlah pakaian olahraga pasti berbahan kaus karena mudah menyerap keringat? Dan saya tidak pernah menanyakan lebih lanjut, memangnya kenapa kalau bisa menyerap keringat, kepada guru olahraga.

Pakaian Bersepeda; Salah Satu Sumber Kenyamanan Saat Bersepeda
Sumber gambar: boardmanbikes.com

Semakin panjang durasi saya mengendarai sepeda, pakaian menjadi hal yang mulai saya pikirkan juga. Bahan kaus hanya saya gunakan di malam hari, itu pun dibungkus dengan jaket untuk melindungi terpaan langsung angin malam yang katanya tidak baik untuk kesehatan. Perkara angin malam dan kesehatan pun tidak pernah saya tanyakan kepada guru olahraga saya. Padahal, dengan mata kepala sendiri, saya sering melihat atlet berlatih di malam hari, entah itu renang atau bersepeda.

Pakaian bersepeda jika ingin mengikuti standar adalah seperti yang digunakan para atlet, yaitu ketat menempel di badan. Bahannya tidak mudah basah alias dryfit. Dryfit bukankah pakaian tahan air. Dia memiliki pori-pori yang lebih besar dari bahan kaus biasanya, untuk memaksimalkan sirkulasi udara sehingga tubuh tidak menjadi basah kuyup. Ketika bersepeda, beberapa orang tertentu mengayuh dengan tidak santai alias high speed. Saya tidak membahas tentang balapan sepeda, tapi sejumlah orang terkadang suka merasa dirinya berada dalam satu balapan, termasuk saya.

Jika, pakaian bersepeda saya adalah kaus, sementara durasi berkendara saya di atas 3 jam, dengan kecepatan menengah hingga maksimum, apa yang saya rasakan adalah panas dan dingin. Dingin yang berasal dari baju kaus yang basah. Bagi saya, itu menjadi tidak nyaman. Berbeda dengan di malam hari. Dengan tubuh terbungkus jaket, rasa dingin itu tidak saya rasakan. Begitu selesai bersepeda dan melepas jaket, barulah saya melihat lingkaran basah di punggung hingga ke baju kaus saya.

Sudah banyak toko yang menjual jersey berkantong tiga di punggung dengan bahan yang ringan dan berpori besar. Saya punya beberapa. Dan terakhir saya membeli dengan ukuran lebih kecil. Mengenakan jersey dengan ukuran terlalu longgar adalah sebuah kesalahan. Hindari hal itu. Pahami bahwa ketika bersepeda, lawan alami kita adalah angin. Angin yang kencang, tentu saja maksud saya. Tahu layang-layang? Pernah memainkannya? Layang-layang memiliki bentuk yang sengaja lebar untuk menjaring angin untuk dimanfaatkan sebagai daya dorong hingga bisa melayang sampai jauh di langit sana.

Kita bukan layang-layang. Bagian yang longgar pada baju, entah itu di lengan atau di badan, akan menjadi sasaran empuk bagi angin untuk memecah konsentrasi. Terdengar begitu serius ya? Itu yang saya rasakan ketika melewati sejumlah rute dengan kiri kanan jalan berupa persawahan. Siang dan sore hingga malam adalah puncak bertiupnya angin. Saya memang tidak akan terbang begitu saja gara-gara tertiup angin, tetapi pakaian yang tidak benar-benar ukuran pas di tubuh membuat efek terpaan angin melambatkan laju sepeda. Itu melelahkan, ditambah kita memang sudah memasuki titik lelah.

Pakaian bersepeda tidak harus benar-benar ketat hingga membentuk tubuh dengan sangat jelas. Cobalah berdiri di depan kaca, perhatikan pada bagian lengan dan sisi kiri kanan tubuh, apakah menyisakan begitu banyak ruang atau tidak. Jika tidak, pilihlah yang itu. Jersey tangan pendek bisa disiasati dengan manset atau baju berbahan spandex di dalamnya. Saya belakangan mengenakan baju spandex ketimbang manset. Sebab saya tidak punya.

Pakaian bersepeda standar, dibuat dengan tidak buah kantong di belakang. Untuk perjalanan jauh, saya tidak memanfaatkannya. Saya membawa tas punggung yang untuk bersepeda. Bedanya dengan tas punggung untuk sehari-hari adalah ukurannya lebih ramping. Tas punggung biasa, pasti selebar punggung kan?

Tiga kantong belakang, saya manfaatkan untuk menyimpan perbekalan dan ponsel dan uang untuk jaga-jaga. Ada pula yang mengisinya dengan botol minum refill. Terserah mau diisi dengan apa saja asal tidak membuat punggung menjadi terbebani.

Harga sebuah pakaian bersepeda paling murah mulai dari 60 ribu hingga ratusan ribu. Model ritsnya ada yang hanya panjang 20 senti dari leher. Ada pula yang sampai bawah, ini yang harganya lebih mahal. Apa pun pilihannya, pastikan itu menjadi pakaian bersepeda yang benar-benar nyaman buat tubuh.

 

Jogja, 11 September 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response