Pantai Klayar; Primadona Tersembunyi di Pacitan Jawa Timur

Pantai Klayar kata orang adalah pantai untuk berselancar, tapi memang tidak sepanjang waktu. Iyalah, kalau ombaknya terlalu kecil kan repot juga.

Pacitan yang notabene merupakan kampung halaman Presiden SBY, memiliki potensi wisata pantai yang tidak kalah dengan Yogyakarta. Gue udah membuktikan itu. Gue akhirnya bisa menjejakkan kaki di daerah tersebut dan menyambangi empat pantai sekaligus. Untuk Pantai Klayar akan gue bahas di sini, sementara untuk Srau dan Watu Karung dalam tulisan tersendiri.

Pantai Klayar; Primadona Tersembunyi di Pacitan Jawa Timur
Sumber gambar: TapakRantau

 Oke, untuk menuju Pacitan, ada dua alternatif jalan. Pertama, melewati Jawa Timur (secara Pacitan terletak di Jawa Timur kan). Kedua, melalui Yogyakarta-Wonosari-Wonogiri. Jalur yang kedua ini hanya memakan waktu 3-4 jam. Gue pun memilih jalur Wonosari karena gue hanya rental mobil untuk 24 jam.

Perjalanan menuju Pantai Klayar pada awalnya mulus-mulus saja, maksud gue aspalnya mulus. Tapi, begitu hampir Wonogiri menuju Pacitan, jalanan mulai bervariasi. Sebenarnya, kalau mengambil jalan utama, jalanan terbilang mulus. Tapi, karena sopir gue (namanya Aliman), mengambil jalur desa, maka jalanan pun berubah drastis. Kadang beraspal bolong-bolong, ada juga yang masih bebatuan. Gue enjoy aja sih, karena sekali-sekali bolehlah, buat refreshing otak.

Dengan jalur yang salah itu, butuh sekitar 2 jam untuk sampai di Pantai Klayar. Artinya, hampir 4 jam perjalanan untuk mencapai satu pantai. Dan perlu diketahui, pantai-pantai di Pacitan jaraknya saling berjauhan. Dari Klayar ke Srau, misalnya, meski terletak di satu arah, tapi jaraknya hampir 1 jam perjalanan.

Pantai Klayar kata orang adalah pantai untuk berselancar, tapi memang tidak sepanjang waktu. Iyalah, kalau ombaknya terlalu kecil kan repot juga tho. Meski begitu, warna pantai yang begitu biru dan pasir yang amat lembut pun tidak kalah menariknya. Ada karang-karang besar yang bisa dinaiki dan bisa lho digunakan sebagai lokasi pemotretan prewedding. Gue dan sejumlah pengunjung lainnya ikut menaiki karang dan anginnya luar biasa kencang. Gue aja yang mau motret susah payah biar ga kedorong-dorong angin. Dari karang yang besar-besar itu, gue melihat warna air hijau dan biru. Cantik sekali. Hijau itu air yang masuk ke wilayah yang terkurung karang. Dan yang di laut lepas. Keduanya sama-sama bergelombang dan sesekali menghempas karang. Gue suka dengan momen tersebut dan berkali-kali memotret untuk mendapat hempasan yang paling dahsyat.

Soal panas, entah perasaan gue aja apa gimana, tidak terlalu menyegat. Tidak membuat kulit perih.

Yup, intinya Pantai Klayar memang berpotensi banget untuk menjadi tempat refreshing maupun rekreasi. Moga-moga pemerintah daerah bisa mengembangkannya menjadi lebih baik lagi.

Jogja, 23 Juni 2012

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response