Perfect Strangers (2016): Film Tentang Rahasia-Rahasia di Telepon Genggam

Perfect Strangers (2016) Film Tentang Rahasia-Rahasia di Telepon Genggam
Perfect Strangers (2016). Sumber gambar: IMDB

Apa sih yang ada dalam telepon genggammu? Ada rahasia yang tidak ingin siapa pun sampai tahu atau itu hanya alat komunikasi yang berfungsi untuk telepon dan mengirim pesan singkat? Saya suka ide sederhana dari Perfect Strangers (Perfetti sconosciuti) yaitu membuka begitu banyak rahasia yang disembunyikan dalam-dalam oleh seorang individu. Banyak isu yang disindir dari film garapan Paolo Genovese tersebut, mulai dari perselingkuhan, ketidakjujuran, sampai orientasi seksual. Aneh memang, film yang saya tonton hari ini dan kemarin (The Kind Words)  ada unsur LGBT-nya, tapi terlalu minor untuk dalam kategori Film LGBT.

Setting utama kisah adalah di meja makan. Di situlah satu per satu rahasia terungkap tanpa sengaja. Siapa sih yang bakal menyangka, ketika sedang makan malam di rumah teman, salah satu tuan rumah membuat permainan aneh. Meletakkan ponsel di meja makan dan setiap pesan dan telepon yang masuk harus diketahui mereka semua. Mana sempat menghapus foto-foto kiriman dari perempuan yang bukan istrinya dalam kostum yang aneh? Mana sempat menghapus percakapan yang bisa merusak dua rumah tangga sekaligus? Mana bisa menyembunyikan identitas pacar yang ternyata sesama jenis dan tiba-tiba menelepon? Menolak ikut permainan itu pun jadi mencurigakan semua orang.

Mereka yang telah berteman selama bertahun-tahun, menjadi orang yang sangat asing. Rumah tangga 3 pasangan yang terlihat baik-baik saya ternyata penuh dengan cela. Di luar sana, mereka menaruh hati pada orang lain. Diam-diam menjalin hubungan dan hubungan dengan pasangan pun sudah terlalu dingin.

Rasanya menceritakan satu demi satu rahasia itu sama saja dengan spoiler. Perfect Strangers luar biasa penuh dengan twist-twist yang mencengangkan. Drama yang barangkali kita pun bisa jadi sedang atau pernah mengalaminya dan tidak menemui solusinya. Memang tidak ada nasihat-nasihat yang berlimpahan, kecuali nasihat Rocco untuk anaknya yang gamang untuk menyerahkan keperawanannya ataukah tidak pada sang pacar. Sisanya, penontonlah yang menilai sendiri.

Ada 7 tokoh yang ikut dalam permainan gila dimotori oleh Eva, seorang terapis yang bisa menyelesaikan masalah orang tapi tidak dengan masalah kepercayaan diri. Sofia, putrinya beranjak dewasa, dan Eva memperlakukannya terlalu protektif. Padahal, Sofia adalah anak baik-baik. Maka, Sofia memilih terbuka pada sang ayah, Rocco. Dia seorang ahli bedah dan sepertinya menyimpan masalah hingga harus menemui terapis juga.

Pasangan kedua adalah Lele dan Charlotta. Ini adalah pasangan yang paling kelihatan sangat dingin. Lele jelas punya rahasia di ponsel. Buktinya, dia mengeceknya sembunyi-sembunyi. Istrinya, punya masalah dengan minuman beralkohol.

Pasangan ketiga, pasangan yang cukup baru menikah, Cosimo dan Bianca. Mereka belum dianugerahi anak. Itu menjadi awal dari sebuah perselingkuhan dan kecemburuan terhadap mantan kekasih di masa lalu.

Terakhir, Peppe, dia datang sendirian karena pacarnya sedang demam.

Selain makan malam bersama, mereka berkumpul bertepatan dengan fenomena alam gerhana bulan. Dari balkon apartemen Rocco, mereka bisa melihat gerhana dengan teleskop. Keren ya.

Seperti halnya film-film Italia, Perfect Strangers sangat penuh dengan dialog. Namun dialog-dialog itu turut menjadi penguat dan penegas cerita namun barangkali menjadi sesuatu yang membosankan. Kemudian percakapan-percakapan di meja makan disela oleh masuknya pesan dan panggilan-panggilan telepon. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Serapat-rapatnya menyimpan rahasia, pasti akan ada waktunya terbongkar juga. Apalagi saat ini segalanya tersimpan dalam telepon genggam. Maka berpikir dua kali sebelum menjadikan telepon genggam sebagai alat penyimpan rahasia.

Rahasia yang paling mendominasi adalah perselingkuhan atau yang mengarah ke sana. Boleh jadi iseng, boleh jadi karena pelarian dari kemukakan terhadap pernikahan. Apa sih yang paling mengerikan terjadi pada ikatan suami-istri jika bukan orang ketiga? Tapi bagaimana dengan nasib anak-anak?

Sayangnya menjelang akhir film, saya harus melihat goofs yang sangat jelas. Pertama adalah Bianca yang harusnya mengikat rambut dan bibirnya berlipstik. Kedua, seharusnya di telinga Eva sudah tidak ada anting-anting, karena… coba lihat adegan beberapa saat sebelumnya daripada saya ngasih bocoran lebih spesifik.

Perfect Strangers sangat layak mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi di antaranya: Best Screenplay di Cairo International Film Festival 2016; Best Film dan Best Screenplay di David di Donatello Awards 2016; Best Film, Best Actor, Best Screenplay di Golden Ciak Awards 2016, Best Screenplay for an International Narrative Feature di Tribeca Film Festival 2016.

Skenarionya ditulis oleh: Filippo Bologna, Paolo Costella, Paolo Genovese, Mammini Paola, dan Rolando Ravello.

Trailer Perfect Strangers:

Jogja, 12 Juli 2017

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response