Hari 1 Perkenalkan Dirimu dalam Sebuah Paragraf #7DaysKF

Hari 1 Perkenalkan Dirimu dalam Sebuah Paragraf #7DaysKF
Perkenalkan Dirimu. Sumber gambar: pixabay.com

Saya bukan orang yang senang berada dalam lingkungan baru sehingga tradisi memperkenalkan diri sering terabaikan. Padahal, follower twitter aja cuma tiga digit. Temen beneran ya paling cuma dua digit. Teman hidup satu digit, nol. Nama saya Nisrina. Orang tua saya (entah ibu atau bapak saya) ada yang ngefans habis sama Nisrina Nurubay, guru bahasa Inggris di TVRI. Saya juga tahu kok sama sosok tersebut. Mungkin mereka berharap anak bungsunya lancar berbahasa Inggris seperti beliau. Nyatanya, saya paling ogah kalau disuruh bicara dengan bahasa Inggris dengan grammar harus tepat. Kalau menulis dalam bahasa Inggris buat saya lebih mudah. Sebab, konsumsi saya lebih banyak berbahasa Inggris. Serial TV, film, lagu, video porno #eh, sama tweet-tweet orang. Saya hanya fasih ketika mengucapkan what the fu*k, what the hell, sh*t, bit*h, kick your as*, mutherfuck*r. Oke, oke, sepertinya koleksi kosakata saya tidak layak dibaca oleh anak-anak. Blog ini pengunjungnya lebih banyak dewasa sih.

Saya perantau yang selalu membingungkan orang. Ngakunya bermarga Lubis, tapi lahirnya dari pulau seberang Kalimantan dan penghasil nikel. Saya besar dengan udara tambang. Bapak saya pekerja pertambangan yang bos-bosnya di masa kejayaan perusahaan lebih banyak orang asing. Wajar jika di sana, Sorowako namanya, berkembang dan sudah mengenal sentuhan Barat demi memenuhi kebutuhan beliau-beliau itu. Di sana ada danau yang dikenal sebagai danau terdalam nomor delapan di dunia. Jangan tanya saya dalamnya seberapa. Tuhan dan Wikipedia sepertinya lebih tahu.

Orientasi seksual, buat saya sudah tidak begitu penting lagi. Terkadang pengelompokan satu dengan yang lain hanya membuat hidup kita terkekang dari proses pencarian jati diri. Memangnya kamu sendiri sudah sangat begitu yakin dengan orientasi seksualmu? Nggak pengin cari-cari tahu gitu? Boring amat. Saya suka eksplorasi, senang dengan pengalaman baru, tapi benci memperkenalkan diri. Kembali ke paragraf awal untuk jawabannya.

Saya seorang silent observer. Senang dengan orang-orang ekstrovert. Dengan begitu, saya bisa melihat betapa berwarnanya dunia. Saya kurang menyukai orang berkepribadian introvert karena butuh usaha lebih untuk tahu tentang mereka. Mereka harus dibawa ke level tertentu untuk bisa menjadi ekstrovert, meski hanya sesaat lalu mereka kembali menutup diri seperti putri malu yang tidak disentuh. Saking silent-nya, orang kadang tidak menyadari kalau jadi objek perhatian. Pancaindra saya berfungsi dengan sangat baik di usia yang sudah memasuki kepala tiga. Oh ya, tanggal kelahiran saya di bio twitter itu palsu. Saya tidak lahir di bulan September. Jangan sembarangan mengumbar tanggal kelahiran dan informasi privasi lainnya, sebab itu berkaitan dengan sekuritas rekening bank. Atau memasang tanggal kelahiran di facebook biar dapat ucapan selamat dari teman-teman dunia maya. Ya Allah, umurmu memangnya dipengaruhi oleh banyaknya ucapan selamat ulang tahun? Nenek-nenek yang hidup sampai 100 tahun tidak punya akun media sosial tuh.

Saya bukan perokok dan peminum alkohol. Pertama, tidak merokok seorang pelaku olahraga yang mengutamakan kekuatan nafas, seperti lari dan bersepeda jarak jauh. Baterai saya terdapat pada pompaan jantung dan paru-paru yang prima. Kedua, alkohol itu pahit dan haram. Saya juga tidak minum kopi karena pahit. Saya tidak suka pare karena pahit. Jadi, tidak perlu tanya apakah saya makan babi atau tidak. Jelas makan, eh.

Saya tipe orang yang cepat bosan. Makanya suka banyak hal sehingga ketika bosan dengan yang satu, bisa mengalihkan pada kesukaan lain. Cross. Silang. Bosan nulis, saya ngutak-ngutik postingan blog. Bosan lagi, saya nyetrika tumpukan cucian bersih. Bosan, ngajak ngobrol dua kura-kura saya yang makin gede dan mulai sulit dikenali mana Maya dan mana Joyie. Mereka berusia 8 tahun, SD kelas 2 kalau anak manusia. Maya itu gigit, Joyie pemalu. Sepasang kura-kura yang saya yakin betina dan tidak bisa memastikan apakah mereka lesbian atau tidak. Saya memilih jadi vegan kalau disuruh makan kura-kura sebagai makanan terakhir di muka bumi dan saya manusia terakhir di planet ini.

Musik favorit juga tidak terbatas pada satu genre. Kadang suka jazz, EDM kalau pingin nggak ngantuk di kantor, rock emo macam Paramore zaman biyen ketika meratapi album baru mereka yang jadi aroma ajojing hey hey, K-pop sampai saya menyadari kalau nggak paham sama sekali sama lirik lagu mereka.

Saya seorang editor, tapi sebenarnya pada keseharian sudah tidak memegang naskah mentahan. Naskah-naskah siap naik cetak saja. Saya nggak mau disebut mantan editor karena mantan itu berarti sesuatu yang pantas dilupakan. Masih ingat selingkung dan EBI dengan baik. Mau menguji saya? Silakan lho. Dalam menulis, saya masih menggunakan itu semua sebagai salah satu bagian penting. Selalu gemas dengan penulis yang mengabaikan penulisan yang baik pada karya-karya mereka. Seolah itu tugas editor yang tukang bener-benerin ejaan. Persepsi yang saya tentang habis-habisan. Hey, tugas berbahasa Indonesia yang tepat guna itu ada di pundak kita semua. Kamu penulis atau bukan, editor atau bukan, muncikari atau bukan, Aliando atau bukan. Atau, kamu Katy Perry?

Kesan pertama orang terhadap saya hampir 90% sama. Saya dingin, sombong, menyeramkan dan sejenis itulah. Jarang yang sejak pertama bisa mendapatkan kesan berbeda. Tapi bisa menjadi dingin pada orang yang saya kenal kalau memang sudah melewati batas toleransi normal. Saya tidak mewarisi sifat Nabi sang suri tauladan semua umat yang dilempar kotoran dibalas ngasih hadiah. Ketimbang saya melemparkan kata-kata makian seperti yang saya tuliskan di paragraf awal, lebih baik saya diam. Mendiamkan.

Hm, saya rasa postingan ini akan saya simpan baik-baik. Kalau mau kenalan dengan saya, tinggal kasih link ini. Tidak usah membahas apa yang sudah ada, mari membahas hal lain saja. Ide yang cemerlang, kan? Kamu siapa? Perkenalkan dirimu, dong!

Oh ya, sebenarnya tulisan ini adalah satu paragraf, tapi demi estetika, saya pisahin menjadi beberapa paragraf biar lebih rapi. Saya agak OCD soalnya.

 

Jogja, 10 Juni 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response