Personal Shopper (2016); Film Menanti Pertanda Dari Arwah Penasaran

Personal Shopper (2016); Film Menanti Pertanda Dari Arwah Penasaran
Personal Shopper (2016). Sumber gambar: IMDB

Berdurasi sekitar 105 menit, film garapan Olivier Assayas (Clouds of Sils Maria) ini mendapatkan penghargaan Best Director di Cannes Film Festival 2016. Dan untuk kedua kalinya Assayas mengandalkan Kristen Stewart untuk menghidupkan karakter tokohnya. Jika di Clouds of Sils Maria, Stewart hanya mendapatkan peran pendamping Juliette Binoche, Personal Shopper sepenuhnya miliknya.

Oh ya, seperti halnya film produksi Prancis (dan juga Jerman), nuansa suram tidak bisa terlepaskan begitu saja. Terlebih, genre film yang mengarah pada drama thriller-misteri. Jangan protes jika kita akan sering sering melihat scene gelap-gelapan Stewart ketika berada berada dalam rumah saudara kembarnya yang telah meninggal dunia. Juga mendukung suasana menegangkan ketika tiba-tiba arwah penasaran muncul dan meneror Maureen Cartwright yang diperankan secara total oleh Stewart.

Stewart sepertinya memang lebih mampu mengembangkan diri jika bermain untuk film-film Eropa. Banyak yang mengatakan bahwa sisi naturalnya adalah ciri khas Stewart dan sulit diaplikasikan pada film-film industri Amerika. Dia juga mampu berakting natural untuk Camp X-ray. Malang sekali jika belum pernah menonton karya Peter Sattler itu. Stewart dengan baju tentara yang kebesaran sebab sepertinya dia tidak sempat dilatih martial art agar bisa lebih berotot layaknya Gal Gadot untuk perannya sebagai Wonder Woman.

Salah satu hal natural yang saya sukai dari film-film Prancis adalah pemerannya boleh batuk atau bersin di depan kamera. Percayalah, itu bukan perintah yang tertulis dalam skenario. Sutradara membiarkan kamera tetap merekam sampai saatnya berkata, “Cut!” Suara saat Stewart sniffing (apa sih istilahnya kalau orang sedang ngisap heroin, dalam bahasa Indonesia) di banyak scene. Mungkin dia sedang pilek. Mungkin.

Maureen adalah seorang asisten pribadi seorang model bernama Kyra khusus untuk urusan belanja busana dan aksesori. Pada bagian menjelang akhir, di depan polisi yang sedang menginterogasi, Maureen menjelaskannya. Boleh jadi, ini termasuk pekerjaan langka, sebab Kyra tinggal terima beres. Maureen yang memilihkan apa pun yang akan dikenakan oleh Kyra untuk acara-acara pentingnya.

Maureen bertahan untuk pekerjaan yang menurutnya sangat menyebalkan demi mendapatkan kontak dengan arwah penasaran saudara kembarnya, Lewis. Dulu, mereka sepakat, jika salah satu dari mereka meninggal (keduanya mengidap kelainan jantung bawaan lahir), maka dia akan melakukan kontak dengan yang hidup. Keduanya tidak asing lagi dengan hal-hal mistis spiritual seperti itu. Tiga bulan lebih Maureen menunggu pertanda dari Lewis di rumah besar yang ditempatinya bersama sang pacar, Lara. Tidak kunjung ada. Apakah Lewis lupa dengan kesepakatan itu?

Boleh jadi Lewis menunggu saat yang tepat, sehingga yang muncul malah arwah jahat dan mengusik ketenangan Maureen yang masih berduka dan belum menyerah. Koneksi spiritual antara dunia yang hidup dan mati bukanlah sesuatu yang asing. Karya-karya abstrak-mistis pelukis Swedia Hilma af Klint diyakini sebagai manifestasi komunikasi antara dua di awal era 1900-an. Di masa depan (maksudnya adalah masa sekarang) barulah karya artistiknya mampu diterjemahkan oleh para pakar. Barulah istilah asbtrak muncul. Seolah-olah, penghuni dunia tak kasatmata selalu selangkah lebih maju ketimbang manusia. Tidak hanya itu, perkara komunikasi antara dua dunia pun juga mengungkit keterlibatan Victor Hugo saat membuat transkrip pembicaraan dengan arwah. Bukan sebuah pekerjaan mudah, termasuk mudah dipercaya oleh kita yang selalu berpikiran logis. Perlahan tapi pasti, semakin banyak bukti-bukti yang menunjukkan akan adanya alam spiritual dengan melibatkan pembuktian empiris. Terkesan berat? Ya, demikian pesan yang ingin disampaikan lewat Personal Shopper.

Maureen yang sedang berada dalam ketidakstabilan, dibuat guncang oleh pesan-pesan misterius, yang awalnya dia pikir adalah Lewis. Tapi lama-kelamaan dia menyadari, pesan-pesan itu tidak mungkin berasal dari adiknya. Ada pihak lain di luar sana yang memanfaatkan sisi lemahnya. Kita lalu dibawa pada permainan panjang membongkar identitas pengirim pesan misterius sekaligus membuka sisi lain dari seorang Maureen. Bagaimana dia sangat ingin melakukan banyak hal, tapi dia takut. Dia tidak punya keberanian begitu besar, bahkan hanya untuk mencoba gaun Kyra. Namun ketika dia telah melakukannya, dia ketagihan untuk melakukan yang lain, termasuk ber-maaf-masturbasi di ranjang majikannya. Tenang, sang sutradara tahu caranya membuat adegan menjadi seksi bukannya vulgar.

Stewart sangat sering tampil mengendarai skuter ketimbang mobil sehingga kesan sebagai biker melekat kuat. Lagipula, beberapa perannya belakangan memosisikan dia sebagai tokoh-tokoh agak tomboi kan? Ingat dengan perannya di American Ultra? Atau ketika dia menjadi Snow White di Snow White and the Huntsman? Bahkan, untuk film Underwater, Stewart mengubah potongan rambutnya menjadi sangat cepak.

Trailer Personal Shopper:

Jogja, 4 Juni 2017

1 Comment

Leave a Response