Pertanyaan Bodoh Saya ke Orang lain Suatu Ketika

Pertanyaan Bodoh Saya
Pertanyaan Bodoh Saya. Sumber gambar: pinterest.com

Jika di artikel sebelumnya saya membahas tentang pertanyaan bodoh yang pernah orang lontarkan ke saya, maka ini sebaliknya. Saya akan membahas Pertanyaan bodoh saya ke orang lain suatu ketika.

Jadi sore tadi, saya karena sebuah keadaan darurat, harus membawa motor matic teman saya. Motor itu diparkir di depan Galeria Mall. Saya pun memanggil seorang tukang parkir untuk mengeluarkan Yamaha Mio dari deretan kendaraan roda dua yang berjajar panjang. Bayar. Dan selesai.Saya lalu memutar kunci, menekan tombol starter dan gas. Mesin tidak menyala. Hm, coba lagi. Saya pun parno, jangan-jangan motor ini penyakit ngadatnya kambuh lagi atau bensinnya benar-benar habis.

Saya saya terpikir, sepertinya ada yang salah dengan cara saya menyalakan mesin, tapi yang mana? Saya lalu memanggil tukang parkir. Seorang pria berbaju oranye dan agak tua pun mendekat. Saya pun bilang, “Pak, bagaimana cara menyalakan mesinnya?”

Dia lalu memberi intruksi sambil mempraktikkan, “Rem dan starter”

Tadaaaa! Mesin pun menyala tanpa masalah. Setelah mengucapkan terima kasih, saya pun melaju. Saya nggak peduli apakah si tukang parkir akan menertawai saya dalam hati. Dan apakah perlu saya menjelaskan panjang lebar mengapa saya bisa membawa motor ini? Tidak perlu dan rasanya si tukang parkir itu pun tidak merasa ingin tahu cerita panjang saya.

 

Yogyakarta, 9 Maret 2014

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response