Places (2017); Di Album Kedua, Lea Michele Memilih Musik ala Broadway

Places (2017); Di Album Kedua, Lea Michele Memilih Musik ala Broadway
Places (2017). Sumber gambar: Pinterest

Lea Michele, si aktris yang memulai pengasahan aktingnya di Broadway sebelum terjun ke industri dunia hiburan salah satunya serial Glee, mengeluarkan album keduanya di akhir bulan April 2017 dengan tajuk Places.

Tapi tunggu dulu, berhubung diskografinya masih sangat ringkas, nikmati dululah track demi track yang terdapat pada album Louder. Di sini, sentuhan tangan Sia Furler si produsen lagu-lagu superhits terasa begitu kuat semenjak Cannonball sampai If You Say So. Di tahun 2014, Sia memang berada pada puncak dominasi.

Selain lagu-lagunya mengantarkan sejumlah penyanyi merajai puncak tangga lagu, dia pun juga naik daun dengan albumnya 1000 Forms of Fear. Masih inget dengan Chandelier kan? Sia menyuntikkan 4 track kuat ke dalam Louder: Cannonball, Battlefield, You’re Mine, dan If You Say So cukup untuk menegaskan akan genre dari album ini. Tapi jangan khawatir, Lea tidak hanya mengandalkan tangan dingin Sia. Chantal Kreviazuk juga turut menuliskan track Burn With You. Tema-tema lagu Lea Michele, tidak jauh-jauh dari penyampaian rasa sayang, patah hati, maupun jatuh cinta. Racikan musiknya dibuat dari bahan pop dan EDM sehingga kita akan dibuat mangguk-mangguk keasyikan. Bernaung dengan produser yang sama dengan Demi Lovato, membuat saya seperti sulit menemukan kekhasan dari Lea Michele. Jangan heran jika akan merasakan track yang membawa ingatan kita akan Skycrapper.

Dibanding-bandingkan dengan musisi lain membuat Lea Michele berpikir untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda pada album keduanya, atau dia akan terkena hukum alam, terbayang-bayangi oleh Sia dan Demi Lovato. Itu dibuktikannya ketika meluncurkan album Places. Dia memutuskan untuk meninggalkan sentuhan EDM yang begitu kental meramu musik di album terdahulunya. Dia memilih menunjukkan kualitas suaranya, sebagaimana dia adalah seorang aktris Boradway bersuara sopran.

Dia kembali mengajak Chantal Kreviazuk, juga sejumlah nama lain semacam Dana Parish, Linda Perry, Ellie Goulding, Christopher Braide, Ruth Cunningham, Fransisca Hall, Chloe Angelides untuk menyiapkan lagu-lagu yang akan lebih memperlihatkan karakter suaranya yang tidak pantas berada di jalur pop murni. Keputusan yang sangat tepat. Saya memang kehilangan lagu-lagu yang penuh beat, tapi saya merasa dimanjakan alunan piano. Lea Michele telah menguasai dunianya sendiri. Tema-tema lagunya masih saja berbicara tentang cinta. Penggemarnya boleh jadi akan kurang menyukai album ini karena perubahan drastisnya, tapi penggemar yang baik pasti akan memahami apa yang menjadi bahan pertimbangan sang penyanyi. Eksistensinya tidak bisa ditukar dengan musik-musik pasaran yang mudah teringat oleh otak namun tanpa meninggalkan kesan.

Di album Places, Lea Michele tampil membawakan 11 lagu. Dibuka dengan Love is Alive yang ditulis oleh Chantal Kreviazuk dan Nathan Chapman. Dibuka dengan dentingan piano seolah menjadi awal yang manis dan membuat kita akan menghentikan sejenak kegiatan dan menyimak terlebih dahulu. Track kedua terasa lebih bersemangat, track kedua memelan, track selanjutnya mengulangi tipe track kedua, begitu seterusnya. Ellie Goulding membuatkan lagi balad yang manis untuk Heavenly.

Buat yang suka sing along, Places ini salah satunya bisa menjadi pilihan.

 

Jogja, 22 Mei 2017

Leave a Response