Lets Play with Words; Bermain Kata-Kata untuk Para Penulis

 

Sebagai orang yang sering bersinggungan dengan kata-kata, rasanya aneh jika tidak pernah bermain-main dengannya. Permainan ini saya adopsi dari Redaktur Sastra Harian Kompas, Putu Fajar Arcana, saat mengisi materi di #KampusFiksi. Cuma kali ini, saya bermain sendiri dan menggunakan bahasa Inggris. Bermain kata sendirian pun tidak mudah, karena sering kali kembali ke kata yang sudah saya tuliskan sebelumnya di sketchbook. Akhirnya, saya harus mencari kata yang lain sambil mencari-cari kaitannya. Menantang juga. Siapa tahu ada yang mau mencobanya juga, dengan bahasa lain pula. Let’s play with words!

Lets Play with Words; Bermain Kata-Kata untuk Para Penulis
Sumber gambar: abc.net.au

Song – romance – writing – pencil – erase – rubber – floor – white – sit down – child – cold – night – april – 2016 – hot – rain – storm – fear – hiding – sleep – blanket – dream – run – wild – animal – tree – fall – flood – cry – holding  – go – bus – friend – talking – secret – cemetery – black – umbrella – father – mystery – gypsy – journey – music – beat – young – boy – walking – stars – sky – oxygen – poison – cars – gasoline – fire – scream – ghosts – white – fly – window – glass – wine – drunk – puke – police – badge – detective – lawyer – case

 

Kalau dikelompokkan, beberapa kata akan masuk dalam beberapa kategori yang sama. Kategori “music” bisa diisi dengan song, romance, writing, music beat. Kategori “mystery” bisa memasukkan kata night, storm, rain hiding, dream, secret, cemetery, black, mystery, gypsy, stars, poison, fire, ghost, detective, case.” Satu kategori yang saya rasa juga bisa menjadi satu kelompok adalah “journey” yang terdiri dari child, blanket, run, wild, animal, tree, fall, flood, go, bus, friend, talking, journey, boy, walking, sky, oxygen.

Alam sadar maupun bawah sadar kita memang misterius. Sejauh-jauhnya kita mencoba memikirkan sesuatu, toh akan kembali ke titik yang sama ketika kita memulai langkah pertama. Dan ini bukan sekadar permainan yang tanpa makna. Sebab, ketika saya memainkannya, saya malah mendapatkan potongan-potongan gambaran cerita yang bisa di kemudian hari saya pakai ke dalam satu cerita utuh.

Jika ada yang juga mencoba permainan ini, yuk sharing seperti apa hasilnya.

 

Jogja, 18 April 2016

Leave a Response