Premium Rush (2012); Film Tentang Para Pesepeda Ekstrem

Premium Rush (2012); Film Tentang Para Pesepeda Ekstrem
Premium Rush (2012). Sumber gambar: IMDB

Premium Rush, gue nonton hanya selang 15 menit setelah A Separation. Nuansa drama akhirnya berganti adrenalin high level. Gimana nggak, jika di sepanjang film gue harus melihat adegan ekstrem menakjubkan yang dilakukan Joseph Gordon-Levitt (Looper) bersama kroni-kroninya sesama pengantar pesan dengan sepeda. Kadang, menjadi hal yang mengagumkan, kadang juga menyebalkan terlebih ketika si Wilee udah bersepeda dengan gayanya yang serampangan di jalan walaupun dalam hal ini, dia udah ahlinya. Jangan dicontoh deh.

Wilee adalah salah satu dari kurir pengantar pesan yang menggunakan sepeda tanpa gigi dan tanpa rem (fixie). Dia emang jagoan dan sering memenangkan kompetisi dalam hal bersepeda. Soal kebut-kebutan, dia ahlinya. Ngelawan sepeda canggih dengan operan gigi pun nggak susah bagi dia.

Suatu kali dia menerima tugas untuk mengantarkan sebuah surat berstatus Premium Rush (sama dengan amat sangat penting) dan ternyata ia dicegat oleh seorang detektif NYPD. Wilee mengira, ia bersalah karena mengantarkan semacam benda terlarang (dia mengira narkotika). Tapi rupanya ada yang lain. Ia dengan lancang membuka surat itu dan isinya hanya selembar tiket. Meski ragu ia berada di pihak yang benar atau salah, ia tetap tidak berniat menyerahkannya pada si detektif. Ini adalah tanggung jawabnya sebagai pengantar pesan. Alhasil, ia pun dikejar-kejar oleh si detektif. Adegan aksi pun bergulir, membuat penonton deg-degan karena Wilee tidak segan-segan untuk menghadapi mobil-mobil yang melaju kencang bahkan melawan arus. Dia punya skill yang menurut gue gila banget, melompati pagar sampai mobil pun bisa dia lakukan. Turun dari sepeda aja membuat gue ber-“Wow” dalam hati.

Si Wilee pun akhirnya mengembalikan surat itu kepada si pengirim, yang tidak lain teman satu kamar pacarnya sendiri. Nima, seorang perempuan Cina bervisa kerja, pun menceritakan bahwa tiket itu adalah harga yang harus ia bayar untuk memasukkan seseorang yang sangat dicintainya dari Cina ke Amerika. Meski ilegal, toh Wilee tidak peduli. Sudah tidak ada jalan lain lagi soalnya. Dia pun memperjuangkan tiket itu dengan cara mengejar-ngejar Manny, rekannya si kurir yang kini membawa surat tersebut ke alamat lain. Wilee kemudian dibantu sang pacar Vanessa yang berpendapat bahwa Wilee itu begajulan banget karena sepedaan nggak pake rem. Walaupun toh akhirnya dia tahu sendiri, pakai rem itu tidak beda dengan pisau bermata dua. Bisa jadi safe, bisa jadi danger. Tapi, prinsip ini jangan ditiru lho.

Premium Rush membuat gue antara percaya dan enggak, soal adanya pengantar surat dengan sepeda di Amerika sana. Karena mereka sangat terorganisir dan nggak cuma ada satu provider jasa aja. Kalaupun ada, tentu nggak sampai mengganggu jalanan seperti yang dilakukan Wilee.

Selain kagum dengan aksi para kurir ini, gue juga dibuat kagum dengan gadget yang mereka pakai. Mereka semuanya menggunakan ponsel layar sentuh yang juga bisa dijadikan sebagai GPS, di samping buat berkomunikasi tentunya. Mereka sangat memperhatikan faktor keamanan dengan cara menggunakan handset atau bluetooth saat menerima telepon. Beda banget dengan kita yang dengan cueknya memegang ponsel saat berkendara. Dua barang yang harus mereka bawa adalah gembok sepeda dan helm.

Trailer Premium Rush:

Jogja, 30 September 2012

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response