Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan

Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan |

Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan
Sumber gambar: TapakRantau

Perjalanan dari Gunung Kendil ke Puncak Suralaya hanya sekitar 10 menit perjalanan naik motor, masih dengan tipe khas naik turun dan tikungan tajam. Selagi jalanan yang saya lewati masih beraspal, saya tidak perlu khawatir berlebihan.

Saya mengekor motor yang dikendarai Mas Adi yang membonceng Mas Parno. Tidak begitu kencang, sehingga saya pun tidak ketinggalan jauh di belakang.

Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan
Sumber gambar: TapakRantau

Tiket masuk ke Puncak Suralaya 5.000 per orang. Motor masuk ke halaman parkir di mana kami melihat patung punakawan (Semar, Bagong, Gareng, Petruk) berdiri tegak. Puncak Suralaya memiliki sejarah yang identik dengan para dewa, juga Mataram Islam. Sultan Agung pernah mendapatkan petunjuk untuk membangun tempat bertapa sehingga kelak menjadi penguasa yang adil dan bijaksana.

Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan
Sumber gambar: TapakRantau

Jika di malam 1 Suro tempat ini macet total dengan para peziarah, saat kami datang, tidak ada pengunjung selain kami. Betapa beruntungnya. Setelah menaiki 286 anak tangga, kami butuh tempat mengaso yang leluasa. Berbagi gazebo rasanya kurang puas saja. Mengenai jumlah anak tangga, saya hanya membaca dari sebuah blog. Yang pasti, ketika menaiki anak tangga dari yang paling bawah, tidak perlu terburu-buru. Semakin cepat terengah-engah, semakin lama sampai di puncak. Tersedia banyak tempat duduk untuk beristirahat. Kalau memang tidak kuat, tidak perlu dipaksakan. Di atas sana, semakin siang akan semakin panas. Meski tengah hari, jika memang 4 gunung sedang ditutupi kabut, tidak akan bisa melihat secara utuh.

Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan
Sumber gambar: TapakRantau

Kegagahan Gunung Sumbing memakau pandangan saya. Raksasa betul dia. Merapi tidak begitu terlihat, sindoro dan Merbabu juga. Saya sih jujur saja bukan seorang pencinta gunung. Seindah apa pun, jika harus tidur di gunung, saya tidak ikutan deh.

Kata orang, kita bisa melihat Borobudur juga. Kami bertiga malah sulit menemukan letak Borobudur. Seolah sengaja disembunyikan dari kami. Panorama yang kami dapatkan tidak jauh berbeda dari Gunung Kendil. Bahkan, saya lebih menyukai berada di Puncak Kendil, di mana tidak ada sampah yang berserakan, pendopo yang penuh coretan dari pengunjung yang haus eksistensi, hingga aroma mistis. Ya, saya paham ini bukan tempat piknik biasa. Sayang, kesakralannya tidak dijaga betul.

Kami melihat Puncak Sariloyo dan Puncak Kaendran di kejauhan, namun berpikir panjang untuk ke sana. Dengan jarak yang saling berdekatan, pemandangannya akan kurang lebih sama.

Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan
Sumber gambar: TapakRantau

Maka setelah makan siang, kami memutuskan ke spot berikutnya yaitu Kebun Teh Tritis melewati rute yang ditunjukkan pemilik warung. Dalam perjalanan menuju Puncak Suralaya, saya sempat melihat petunjuk arah ke kebun teh ini, hanya saja, tidak menjadi prioritas sebab saya pun pernah ke kebun teh di Ungaran sekalian ke Umbul Sidomukti.

Puncak Suralaya Kulonprogo, Memandang 4 Gunung dari Kejauhan
Sumber gambar: TapakRantau

Oh ya, sudah jauh-jauh ke Puncak Suralaya, jangan lupa menikmati suguhan kopi dan teh Suralaya untuk menghangatkan tubuh di warung-warung yang tersedia. Ada juga yang telah dikemas untuk oleh-oleh khas Suralaya. Harganya tidak terlalu mahal kok.

Nah di postingan berikutnya, saya ulas tentang Kebun Teh Tritis.

 

Jogja, 22 Januari 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response