Punya Pacar Seorang Blogger

Bagaimana jika punya pacar seorang blogger yang selama ini lebih banyak tenggelam di dunia maya?

Di dunia ini, ada orang-orang yang menyukai hidupnya tenggelam dalam pekerjaan tak kasatmata. Bukan yang sehari-hari pergi ke kantor pagi hari lalu pulang menjelang sore, malamnya ngopi-ngopi cantik atau nonton bioskop, pulang ke rumah cuci kaki cuci tangan lalu bobok sampai pagi, pagi ke kantor dan seterusnya. Rutinitas yang teramat mainstream dan bisa ditebak jika pacarannya pun kalau bukan setelah jam kantor, malem mingguan atau minggu maleman. Orang-orang ini memilih tak punya “kantor” dalam sudut pandang pada umumnya. Ketimbang mengeluarkan uang buat menyewa tempat dengan lokasi strategis agar mudah dijangkau klien, lebih baik punya kantor yang bisa dibawa-bawa. Mau dibawa ke kafe bisa, dibawa ke resto bisa, dibawa ke luar kota bisa banget.

Selain para musisi yang sedang menggelar tur keliling dunia sehingga kehidupannya nomaden, sehari di Paris, dua hari di Bangkok, para pekerja dunia maya pun boleh dibilang 11-12 dalam hal mobilitas. Kantor mereka ada di dalam ponsel pintar berprosesor Android Lollipop yang bisa diselipkan ke dalam saku celana jin atau jaket. Ketimbang berlama-lama berada dalam “sangkar emas” mendingan berada di taman kota dengan satu cup blended coffee, menikmati pemandangan hijau rerumputan dan dedaunan, menghirup udara segar. Berbekal sebuah blog dengan domain dotcom dan hosting berbayar kuota minimal 10 giga berserver di Singapura, si blogger meracik artikel-artikel ringan dua halaman yang dalam sehari bakal dapat ceklikan ribuan kali ketimbang artikel serius dengan konten seberat mata kuliah calon sarjana teknik sipil yang penuh hitungan rumus rumit amit-amit.

Punya Pacar Seorang Blogger

Seorang blogger sangat mengenal karakter para pemakai internet yang senang mencari tahu dan ogah mencari pengalaman. Tinggal ketik di kolom pencarian, maka berbagai tips, trik, solusi sudah ada penyedianya. Bayangkan, sampai tips mencari jodoh pun ada.

 

Seorang blogger umumnya selain cerdas, juga murah hati. Ia akan membuat konten blog sesuai dengan bidangnya. Ada internet marketing, tips SEO, optimasi blog, traveling, makanan, film, sampai percintaan. Ilmu yang dimilikinya tidak untuk disimpan sendiri. Artikel-artikel buatannya bisa dicopas dan di-share secara cuma-cuma, tanpa syarat. Mereka tidak menuntut royalti sekian persen atau pengakuan hak cipta, barangkali karena menganggap segalanya adalah milik Tuhan. Toh mereka tidak rugi menyebarkan informasi yang dibutuhkan orang banyak, malah jadi pahala. Bayaran mereka cukuplah dari ceklikan iklan atau sponsor-sponsor khusus. Mereka tak kenal gaji bulanan, karena gaji identik dengan pemasukan yang statis. Pemasukan mereka bisa jadi lebih fantastis ketimbang dokter bedah.

Seorang blogger pastilah mementingkan kreativitas dan inovasi sehingga jauh dari tipikal membosankan. Mereka sangat dinamis dan tahu banyak hal baru. Ogah berlama-lama nongkrongin beranda facebook atau linimasa twitter yang isinya curhatan galau tiada akhir atau penawaran iklan pelangsing yang belum diverifikasi BPOM apalagi sertifikasi halal ala MUI. Mereka punya lingkaran pertemanan yang tidak jauh-jauh dari dunia blogging. Sesama mereka akan saling berbagi informasi terbaru, sampai nama virus lokal buatan hacker yang duduk di bangku kelas 4 SD.

Bagi seorang blogger, hacker adalah rekan sejawat, meskipun berpikir dengan sudut pandang berbeda. Seorang blogger tidak merasa perlu merusak sistem sebuah situs web demi kepentingan pribadi apalagi menjebol kartu kredit orang agar biasa belanja sepuasnya. Ya kalau mau punya uang, mbok ya cari sendiri.

Situs web maupun blog ibarat anak yang dianugerahkan Tuhan untuk dirawat baik-baik, dipenuhi semua kebutuhannya. Butuh sentuhan agar menjadi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Butuh dipercantik tanpa membuatnya jadi blog anak alay yang penuh animasi dan warna font yang ber-glitter. Aih mak jang! Belum lagi iklan pop out yang baru mau hilang kalau nge-like fanpage.

Blogger yang baik tidak akan membiarkan kuota internet para pengunjung tersedot banyak ketika mengakses artikel. Mereka tahu Indonesia berada di urutan 101 dalam hal kecepatan internet global versi Akamai Technologies bulan Oktober tahun lalu, dengan hanya 2,5 Mbps jauh di bawah negara juara operasi plastik Korea Selatan yang nyaris sepuluh kali lipatnya. Membuat artikel “ringan” adalah tugas mulia selama karier menjadi blogger sejati.

Sayangnya, para blogger kadang terlalu sibuk memikirkan kepentingan orang lain hingga melupakan kepentingannya sendiri. Percintaan terabaikan, status jomblo tak lepas-lepas juga. Ah, blogger, blogger.

 

Medan. 14 Juli 2015, dimuat di jombloo.co edisi 23 Juli 2015

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response