Rayya (2012); Film Tentang Chemistry sang Selebriti dan Fotografer

Rayya (2012); Film Tentang Chemistry sang Selebriti dan Fotografer
Rayya (2012). Sumber gambar: IMDB

Rayya baru aja gue tonton. Gue langsung tulis di sini karena mengesankanlah buat gue. Jauh melebihi ekspektasi gue sebenernya. Awalnya gue emang cuma iseng-iseng nonton trailer film-film Indonesia secara gue emang nggak begitu suka. Tahu kan biasanya film Indonesia 1:1000, film bagusnya 1, film ancurnya 1000. Nah nemuin yang 1 itu nggak gampang.

Ketika gue tonton trailernya, wah gue seneng banget, ada Titi Sjuman. Si drummer cantik sebagai Rayya, seorang selebriti papan atas, yang dikenal se-nusantara sebagai bintang, tapi di sisi lain dia itu punya rahasia percintaan yang nggak begitu bahagia dengan seorang pilot. Lalu dia ketemu dengan Arya, seorang fotografer yang usianya jauh lebih tua. Si Arya dalam proses perceraian dengan sang istri, yang punya gebetan brondong.

Mereka dipertemukan oleh pekerjaan dan jalan bareng karena memang Rayya punya kontrak untuk pembuatan biografinya. Awalnya, Kemallah yang menjadi fotografer, tapi si artis kurang cocok dengannya. Mereka itu sama-sama keras kepala. Arya datang sebagai pengganti Kemal. Arya itu tahu cara menghadapi cewek emosional beginian, dan chemistry itulah yang terbangun sepanjang film. Kadang mereka saling adu argumen, kadang mereka tertawa bareng. Benar-benar mengalir dan penonton itu terhanyut sama ceritanya.

Sinematografi Rayya menurut gue gila keren banget. Semua angle terlihat eksotis meski itu di pasar, di sawah, di manalah itu. Jadi betah aja ngelihatnya. Udah makin jarang kan film Indonesia yang peduli dengan keindahan alam? Rayya mengambil sejumlah spot dari Jawa Barat sampai Bali. Ya terakhir di Bali, di mana Rayya dan Arya menyelesaikan masalah mereka masing-masing. Endingnya memang sangat sangat bisa banget ditebak, tapi, orang kan emang pingin tahu keseluruhan isi filmnya, bukan cuma ending.

Gue rasa Rayya ada niatan diikutkan di festival film di luar negeri sana, soalnya ada subtitle, meskipun itu agak mengganggu mata gue. Pengen tahu juga, kalau istilah “X” dalam bahasa Indonesia itu bahasa Inggrisnya apa. Cuma cue agak aneh ketika istilah “pak” itu disebut “sir”, sementara “mas” ya tetep “mas”. Ya tapi akan lebih aneh kalau “mas” diterjemahkan “bro”, busyet dah!

Over all, buat pencinta film-film dewasa (dewasa tokohnya, bukan adegannya), Rayya pas banget buat ditonton. Titi Sjuman juga menyanyikan soundtrack dan suaranya hmm ya rata-ratalah. Cukup enak didengar. Menghadirkan Christine Hakim, Arie Dagienkz, Richard Oh, Alex Abbad, dan masih banyak lagi bintang lainnya.

Trailer:

Jogja, 25 September 2012

Comments are closed.