Recovery Setelah Bersepeda; Pemulihan Efektif Setelah Perjalanan Jauh

 

Recovery Setelah Bersepeda; Pemulihan Efektif Setelah Perjalanan Jauh
Sumber gambar: icebike.org

Recovery setelah bersepeda adalah hal wajib dilakukan jika melakukan perjalanan jarak jauh. Perjalanan 200K beberapa waktu lalu memaksa saya untuk memaklumi betapa tubuh punya otoritasnya sendiri jika tidak ingin masuk pada tahap tidak berdaya. Sebelumnya, saya beranggapan bahwa dengan latihan rutin maka jika tidak akan ada masalah jika saya melakukan satu perjalanan panjang seharian.

Saya memang tidak sampai jatuh sakit. Tapi secara psikologis, “penderitaan panjang” itu harus dibayar dengan kacaunya ritme latihan rutin di hari-hari berikutnya. Ada fase kemalasan panjang di mana saya menunggangi sepeda dengan rasa terpaksa karena saya harus mengumpulkan jarak tertentu dalam seminggu. Sama sekali bukan hal yang menyenangkan. Rekaman data strava menunjukkan betapa kekacauan itu membuat target 800K buyar tanpa kendali.

Saya melakukan perjalanan 200K Jogja-Sragen tanggal 3 September 2016. Total 13 jam perjalanan, membakar 5.821 kalori. Selama 3 hari saya beristirahat, makan banyak, terutama karbohidrat dan buah-buahan.  Saya memulai latihan rutin tanggal 6 September, sejauh 40K. Tanggal 10 saya hanya bisa mengayuh 28K dengan rute dalam kota. Seminggu berikutnya, saya meningkatkan latihan dengan signifikan. 12 September saya mulai dengan 63K, karena kebetulan hari libur nasional. Di samping, riders lain juga menggunakan hari ini untuk mengumpulkan jarak sebanyak-banyaknya. Saya ingat betul, di club Women’s Cycling Community, di awal minggu pemimpin skor sudah di angka 150K. Buat saya, alamat di akhir minggu akan terdepak dari 10 besar oleh para petinggi roadbiker. Saya berusaha mengejar perlahan dengan rute 40K dua hari berturut-turut di malam hari. Bukan strategi yang cerdas, saya akui itu. Toh pada akhirnya saya tidak mampu mengejar skor di akhir minggu. Seminggu berikutnya, saya memilih sejenak menjauh dari kejar-kejaran angka. Saya bersepeda suka-suka. Rasanya ingin sekali meninggalkan segala hiruk-pikuk Strava yang memang isinya adalah mereka yang tidak hanya punya tenaga atlet tapi juga sepeda yang tepat.

Lalu di awal minggu ini, saya mulai menyalakan Strava dan menarik napas dalam-dalam. Saya ingin kembali masuk dalam pertarungan ini dengan apa pun yang saya punya. Tidak peduli ranking saya hanya di 20-an. Musim hujan adalah hambatan yang saya tidak bisa melawannya. Hujan sering kali turun di malam hari, padahal di waktu itulah saya bisa meluangkan waktu untuk latihan jarak jauh. Saya mengganti rute 40K menjadi 30K. Dengan catatan, selama 5 hari, saya harus latihan terus. Setidaknya saya mengumpulkan 150K. Sebulan menjadi 600K. Untuk menggenapkan 800K, butuh 200K yang bisa saya bagi ke dalam 8 kali latihan jarak pendek di hari weekend atau gabung dengan event komunitas. Tidak apa-apalah melewatkan sekali atau dua kali gran fondo. Anggap saja ini bagian dari recovery setelah bersepeda, yang efektif dan memberikan lebih banyak keuntungan bagi tubuh.

 

Catatan penting saat recovery setelah bersepda:

  1. Penuhi kebutuhan nutrisi tubuh, tambahkan dengan vitamin jika diperlukan.
  2. Perbanyak minum air putih.
  3. Perbanyak istirahat, terutama tidur, untuk mempercepat penggantian sel tubuh yang rusak.
  4. Alihkan perhatian dari keinginan latihan dengan hal-hal lain yang tidak menguras energi terlalu banyak.
  5. Jangan ragu mengecek kadar gula, tensi, kolesterol, dan sebagainya untuk memastikan berada dalam batas normal.

 

Jogja, 2 Oktober 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response