Renang Pun Bisa Jadi Satu Cara Relaksasi

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air maupun yang mengandung air, mulai dari air mata, air liur, darah, air seni, sperma, dan masih banyak lagi lainnya. Manusia bisa tahan hidup berhari-hari tanpa makan, tapi bakal mati jika tidak minum. Maklum, manusia tidak memiliki kantong penyimpanan air seperti unta.

Renang Pun Bisa Jadi Cara Relaksasi

Sumber gambar: timeout.com

Renang adalah salah satu aktivitas yang membuat manusia masuk ke dalam air. Meski habitat manusia bukanlah di air, tapi manusia menyukai renang. Satu sebagai cabang olahraga, satunya sebagai cara untuk relaksasi tubuh. Gilgamesh, Iliad, Odyssey sudah sejak sebelum Masehi telah menyebutkan tentangnya. Lalu masuk juga ke dalam Olimpiade. Betapa pentingnya olahraga ini.

Itu tentang olahraga renang. Mari bicara tentang renang dari segi filosofinya. Segala sesuatu di muka bumi ini pastilah bisa ditarik nilai filosofinya. Jika tidak ada, buat apa dilakukan?

Renang Pun Bisa Jadi Cara Relaksasi
Sumber gambar: stocklandmartelblog.com

Renang adalah olahraga yang banyak orang perlu belajar terlebih dahulu sebelum melakukannya. Tidak seperti lari, yang anak kecil dengan instingnya saja bisa. Jika tidak belajar teknik berenang, pasti akan tenggelam, atau menelan air dalam jumlah besar, baik dari hidung maupun mulut. Lalu trauma dan selamanya tidak mau masuk ke dalam air.

Jika ingin belajar renang, banyak tempat les berenang. Atau minta teman yang bisa berenang untuk mengajari. Pelajaran dasarnya adalah rileks. Jika pikiran rileks, kita tidak akan asal melakukan gerakan yang hanya akan membuang energi tapi tanpa manfaat. Mengapung bukanlah belajar silat di dalam air yang asal menendang atau menggerakkan tangan. Pada dasarnya air akan mendorong tubuh kita ke permukaan, perlahan-lahan. Mengapa batu tenggelam ketika masuk ke dalam air sementara kapal Titanic yang begitu raksasa bisa mengapung. Dalam ilmu fisika, dikenal dengan massa. Batu memiliki massa jenis lebih besar daripada air. Mudahnya seperti itu.

Rileks tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang baru belajar renang, tapi para perenang profesional pun sama. Dibuktikan dengan pentingnya pemanasan. Berenang, tanpa pemanasan cukup, di mana pemanasan adalah pelemasan otot-otot tubuh, adalah satu-satunya cara menghindari kram otot di tengah-tengah aktivitas berenang.

Berenang bukanlah adu kuat-kuatan memukul air. Tekanan air itu bukan lawan seimbang kita. Coba saja, terjun ke air dengan dada lebih dulu. Luar biasa sakitnya. Atau coba saja “menampar” air jika tangan tidak terasa perih.

Di dalam renang dikenal 4 gaya. Gaya bebas, dada, punggung, dan kupu-kupu. Jika menonton turnamen renang, seolah para perenang memukuli air dalam waktu cepat. Coba lihat versi lambatnya, atau tutorial berenang. Satu yang cukup bagus pencontohannya adalah yang dirilis oleh Speedo. Bagaimana posisi ketika melompat, posisi tangan (biasanya menggunakan alat bantu untuk membiasakan pemosisian yang tepat), cara mengambil napas (banyak orang yang mengeluh sulitnya mengambil napas ketika melakukan gaya bebas), posisi kaki (setiap gaya berbeda-beda), dan membalikkan badan.

Renang tidak dipengaruhi oleh kurus gemuknya seseorang. Tapi renang jelas ditentukan oleh keberanian. Jika dari awal sudah takut tenggelam, itu perlu waktu panjang untuk meyakinkan diri tidak bakal tenggelam. Banyak orang yang tidak bisa berenang, tapi mampu berenang sampai 25 meter jauhnya. Itu tetap lebih baik daripada yang tidak pernah mencoba. Masalah benar tidaknya gaya, itu bisa belakangan. Pilihlah di pinggir kolam jika belum mahir berenang. Jika capek, tinggal menepi sejenak.

Renang adalah olahraga yang pembakaran kalorinya cukup besar. Terlebih jika memilih gaya bebas dan kupu-kupu. Sehingga badan akan terasa lebih lelah, namun di sisi lain menyegarkan. Namun besar pula risiko dehidrasi. Jangan menelan air kolam, karena air kolam mengandung klorin dan kaporit. Beda halnya jika berenang di danau atau sungai yang mengalir. Beri jeda waktu untuk minum. Jangan biarkan kepala sampai terasa pusing. Kecuali sedang dalam turnamen renang, boleh-boleh saja istirahat sejenak menambah cairan tubuh.

Pembakaran kalori yang besar membuat tubuh juga membutuhkan asupan energi. Tapi bukan berarti bebas makan sepuasnya. Sebab, segala yang berlebihan itu tidak baik. Renang bisa saja membuat seseorang memiliki otot yang padat. Tapi negatifnya juga ada, membuat tubuh semakin besar dan gemuk, jika sehabis berenang langsung makan banyak dan tidur.

Ketika berenang gaya bebas, biasakan pandangan selalu melihat ke dasar kolam, bukan ke depan. Coba saja berenang, kepala akan terasa pegal dan posisi badan akan kehilangan keseimbangan. Jika berenang di kolam renang standar, biasanya di dasar kolam ada garis lurus penanda mendekati ujung kolam. Bagaimana dengan gaya punggung? Para perenang profesional tidak hanya terlatih untuk berenang selurus garis, tapi juga sudah seberapa dekat dengan ujung kolam. Kuncinya lagi-lagi ya cuma latihan.

Percayalah bahwa air bukanlah musuh, meski musibah bisa berasal dari air. Pandanglah air sebagai tempat yang bersahabat, seperti taman, perpustakaan, maupun kamar tidur. Relaksasi tidak hanya bisa didapatkan dari yoga, renang pun bisa. Asal caranya benar.

 

Jogja, 18 Oktober 2015

 

 

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response