Resident Evil Retribution (2012); Film Perang Zombie Melawan Manusia

Resident Evil Retribution (2012); Film Perang Zombie Melawan Manusia
Resident Evil Retribution (2012). Sumber gambar: IMDB

Resident Evil Retribution. Rilisnya di Amerika sebenernya—menurut IMDB.com—baru besok 14 September, tapi entah Indonesia bisa muter film ini duluan, walaupun selisih beberapa hari aja. Bintang utamanya masih si artis Ukraina Milla Jovovich (The Fifth Element, The Three Musketeers) sebagai Agen Alice. Di sini juga ada Michelle Rodriguez (Fast & Furious), tapi sayangnya megang peran antagonis. Cerita besarnya nggak jauh-jauh dari seri film sebelumnya, membasmi zombie dan kawan-kawannya.

Di awal Resident Evil Retribution, dihadirkan sebuah scene adegan perang flashback slow motion di atas sebuah kapal. Awalnya gue mengira itulah endingnya, ternyata hanya adegan pada seri sebelumnya. Lalu ada sedikit narasi tentang sepak terjang si Agen Alice. Dari sini, gue ngeh kalau cerita sebenarnya belum dimulai.

Alice adalah seorang agen yang kemudian menikah dan memiliki seorang putri, Becky namanya. Di suatu pagi, rumah mereka kemasukan zomble yang sudah bermutasi. Suami Alice mati di tangan zombie-zombie itu, sementara Alice berusaha membawa lari Becky. Ternyata yang mendapat serangan, di seluruh kota. Setelah ke sana ke mari dikejar-kejar, akhirnya Alice tertangkap juga dan adegan berhenti di situ.

Ketika bangun, ia berada di sebuah ruangan yang dikendalikan oleh orang-orang Umbrella Corporation, yang dikomandani Jill, dulu teman seperjuangan Alice. Tapi karena di bawah pengaruh si Red Queen, dia pun berbalik memusuhi Alice. Di dalam ruangan itu, Alice disiksa hingga tiba-tiba ada sekelompok orang yang datang hendak menyelamatkannya.

Tapi, tidak mudah untuk meninggalkan tempat itu, karena selain berada di bawah laut, begitu banyak zombie yang siap menangkap mereka. Sistem penjagaannya pun sangat ketat. Namun, sistem komputerisasi yang begitu canggih tetap bisa ditembus. Ada adalah agen yang berhasil masuk dan membebaskan Alice. Di belakang Ada, lima orang lainnya bertugas untuk menghancurkan markas Jill dan si Red Queen. Di markas itu juga merupakan ruang stimulasi untuk percobaan virus yang tengah dikembangkan oleh Umbrella sebelum akhirnya dijual ke negara-negara maju sebagai senjata pembunuh terbaru.

Selama film Resident Evil Retribution berlangsung, yang namanya adegan aksi terbilang mendominasi. Cuma menurut gue, entah si Alice dan kawan-kawan yang terlalu tangguh atau zombienya terlalu lemah, jadi nggak begitu greget.

Yang gue nikmati cuma efek-efeknya aja, kayak pas Alice dan kawan-kawan berada di ruang stimulasi Moskow. Pas itu, gue ngerasa adegan-adegan dikejar-kejar raksasa sama pasukan zombie luar biasa keren, apalagi yang posisi driver adalah Alice. Ni cewek emang jagoan deh. Pas mobil mereka masuk ke subway, makin bikin tegang. Gue nggak bisa ngebayangin kalau syutingnya bener-bener di Rusia, hancur deh semua tuh bangunan-bangunan yang usianya udah ratusan tahun. Tahu sendiri kan, di subway Moskow itu beda ama di Indonesia, di sana bangunannya indah karena dihiasi banyak ornamen kuno bahkan sejak sebelum Soviet ada.

Ending film Resident Evil Retribution memang mengisyaratkan bahwa akan ada Resident Evil selanjutnya dan akan menjadi kolosal sifatnya karena lawan yang akan dihadapi Alice dan kawan-kawan jauh lebih banyak dan beragam. Entah Milla Jovovich akan tetap memerankan Alice atau tidak, buat para penggemar pastinya akan menanti-nantikan film berikutnya.

Trailer Resident Evil Retribution (2012):

Jogja, 13 September 2012

Leave a Response