Resident Evil The Final Chapter (2017) Menutup Perjuangan Alice Basmi Zombie

 

Resident Evil The Final Chapter (2017) Menutup Perjuangan Alice Basmi Zombie
Resident Evil The Final Chapter (2017). Sumber gambar: IMDB

Resident Evil The Final Chapter (2017). Sumber gambar: moviepostershop.comDirilis resmi di amerika 27 Januari 2017, Resident Evil The Final Chapter tiba lebih dulu di indonesia. Penutup dari franchise film adaptasi game pembasmian zombie yang terinfeksi virus ini membuat kenyang penonton dengan pertarungan yang panjang melawan musuh yang tidak hanya manusia hidup, namun juga zombie dan senjata biologis yang asalnya adalah manusia juga.

Bagi yang tidak mengikuti dari seri awal dan ragu apakah nantinya akan bingung, di bagian intro diceritakan kembali dengan porsi yang tidak berbelit-belit meskipun sebenarnya ada kisah cukup panjang dialami sang jagoan semenjak sebuah gangguan virus membuatnya lebih cepat menua dari seharusnya. Sang ayah menciptakan sebuah antivirus. Tujuan mulia untuk membuat manusia terbebas dari bahaya malahan menjadi bumerang. Manusia menjadi susah mati, bahkan hidup lagi setelah mati dan memangsa manusia yang hidup.

Alice mendapat petunjuk dari Red Queen yang tidak lain adalah program yang diambil dari DNA-nya sendiri. Sayangnya, koneksi antara Red Queen malahan dimanfaatkan oleh orang-orang yang bermaksud menciptakan kiamat sebelum kiamat yang tertulis dalam Injil.

Bahwa menurut Injil, manusia pernah hampir semuanya dimusnahkan hingga menyisakan orang-orang pilihan. Maka, kali ini, dengan adanya dampak dari pemanasan global sekian tahun mendatang, di mana manusia akan krisis, alam rusak parah, genosida manusia adalah jawaban terbaik.

Alice merupakan tokoh tangguh. Semenjak kamera menyorot dirinya, adegan demi adegan pertarungan mengisi layar tanpa jeda lama-lama. Dimulai dari serangan senjata biologis alias monster, zombie-zombie yang susah mati, belum lagi dr. Isaacs yang terobsesi mengakhiri nyawa Alice dengan tank bersenjata lengkap dan anak buah yang berdarah dingin.

Alice bagaikan robot dengan baterai yang energinya tidak pernah habis-habis. Sekuat apa pun tubuhnya terhantam atau terkena pukulan, dia masih bisa berdiri dan memberi perlawanan. Bajunya compang-camping tak pernah diganti.
Dalam perjalanannya menuju kampung halaman, dia bertemu sejumlah manusia yang membantunya memerangi musuh. Satu per satu mati dengab tragis hingga menyisakan 2 orang, yang salah satunya adalah pengkhianat.

Racoon City, kota kelahiran Alice, telah menjelma kota mati yang rusak parah. Semua bangunan menjelma puing, kendaraan-kendaraan yang tidak lagi berfungsi. Mayat-mayat dibiarkan sampai menjadi tengkorak hidup.

Alice lebih memilih pisau untuk pertarungan jarak dekat, di samping kemampuan bela dirinya tidak perlu diragukan.
Untuk mengakhiri pertempuran kolosal, Alice hanya memiliki satu senjata pamungkas yang tersimpan di sebuah tempat bernama Hive. Bukan sembarang penyimpanan, di sana Alice mengetahui sebuah rahasia tentang dirinya dan dunia masa depannya.

Sejumlah pemeran pendukung hadir untuk sekadar menyegarkan mata penonton, meskipun menurut saya, melihat aktris 41 tahun ini dalam durasi 1 jam 46 menit pun tidak masalah. Seperti saya bilang tadi, toh satu per satu pemeran pendukung ini akan mati atau menghilang begitu saja dari layar. Buat yang belum sempat menyaksikan xXx The Return of Xander Cage, bisa menyaksikan aksi Ruby Rose (Abigail) dengan rambut yang sudah tidak sebiru lautan lagi. Ada pula Ali Larter sebagai Claire.  Eoin Macken sebagai Doc. William Levy sebagai Christian.

Resident Evil The Final Chapter akan sangat sering membuat Anda terentak dengan efek suara dan gambar yang saling mendukung, beberapa scene akan juga membuat sedih.

Trailer Resident Evil The Final Chapter (2017):

Jogja, 25 Januari 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response