Rio (2011); Film Tentang Burung-Burung Langka Asal Brazil

Rio (2011); Film Tentang Burung-Burung Langka Asal Brazil
Rio (2011). Sumber gambar: IMDB

Rio adalah sebuah film yang diadaptasi dari sebuah game menggemaskan ala Android dengan nama Angry Bird. Yup, dulu gue pun sempat kecanduan sama mainan yang satu ini karena emang dari grafiknya mantap abis dan tingkat kesulitannya luar biasa. Apalagi kalau udah mencoba versi Season, ampun deh, naik level itu butuh usaha banget. Kalau emang pantang menyerah, siap-siap deh kudu nger-charge batere berulang-ulang.

Nah, karena game produk Rovio ini sukses di pasaran, maka diangkatkan ke layar lebar dengan judul Rio, diluncurkan tahun 2011 dengan versi animasi. Film ini melibatkan sejumlah bintang sebagai pengisi suaranya, antara lain Anne Hathaway (Jewel), Jesse Eisenberg (Blu), dan Will I am dari Black Eyed Peas (Pedro).

Ceritanya, Blu adalah anak burung dari spesies yang sudah langka asal Brazil yang ditangkap lalu dibawa ke Amerika. Tapi di perjalanan, kotak yang membawa Blu, terjatuh di Minnesota lalu ditemukan oleh seorang gadis kecil bernama Linda. Blu pun dirawat oleh gadis kecil itu hingga belasan tahun lamanya.

Suatu ketika, seorang dokter ahli hewan datang dan berkeinginan untuk membawa Blu kembali ke Brazil karena di sana ada betina untuk dikawinkan dengan Blu. Keduanya diharapkan bisa meneruskan spesies mereka. Awalnya, Linda menolak karena sangat sayang dengan Blu, tapi dia juga memkirkan bagaimana jika nanti tidak ada generasi penerus Blu. Akhirnya, dibawalah Blu kembali ke tanah kelahirannya Rio de Janerio, tentu saja bersama Linda. Si dokter ahli kemudian membawa keduanya ke tempat dia praktek, di sanalah Blu dipertemukan dengan Jewel, burung cantik namun ganas luar biasa.

Ketika Linda dan si dokter sedang keluar dari tempat praktek, rupanya ada yang mempunyai niat buruk menculik sepasang burung langka berwarna biru tersebut untuk dijual dengan harga mahal. Aksi penculikan ini kemudian membuat Linda panik. Dia dan si dokter pun kelimpungan mencari keduanya.

Sementara itu, Jewel terus berusaha melarikan diri namun justru direpotkan oleh Blu yang tidak bisa terbang. Maklum, dia adalah hewan peliharaan yang tidak pernah melatih dirinya untuk terbang. Selama usaha pelarian, Blu bertemu dengan burung-burung lokal yang berusaha menyelamatkannya dari para penculik.

Keseruan demi keseruan pun terjadi, salah satunya ketika kawanan burung yang pro dengan Blu melawan sekawanan kera suruhan elang jahat bernama Nigel. Elang ini adalah milik si penculik yang ternyata hanya seorang makelar burung langka kelas teri dengan dua orang anak buah. Keseruan lainnya ketika terjadi kejar-kejaran di arena parade yang ramai. Siapa sih yang nggak tahu betapa hebohnya orang Brazil kalau udah ada parade, siapa pun pasti ingin ber-samba ria (acha-acha eh).

Selain alur cerita yang nggak membosankan, banyak hal positif yang ditampilkan dalam film ini, antara lain rasa percaya kepada diri sendiri dan kepada teman, tentang cinta, dan persahabatan. Nilai-nilai itu jelas banget dalam film ini dan untuk anak kecil pun mudah untuk dipahami. Tapi, bisa dibilang ini tontonan bukan untuk anak-anak lho karena ada adegan-adegan yang “cukup dewasa”. Kalau bisa, orang tua mendampingi anaknya deh pas nonton film ini.

Seperti halnya film-film animasi lainnya, pasti diisi dengan nyanyian dan tarian (terinspirasi sama film India apa ya?). Ada beberapa soundtrak yang sebelumnya gue pernah dengar di radio, judulnya Let Me Take You to Rio dinyanyikan sama Ester Dean (nyontek dikit dari soundtrack-movie.com heheh). Gue suka lagu ini karena ritmenya asyik, di tempat jogedan sering diputer pastinya. Ada juga track sumbangan Will I Am featuring Jamie Foxx, itu tuh pas acara party sebelum perang lawan gerombolan monyet. Basicly, soundtraknya pas buat mengiringi film ini hingga usai.

Gue sih berharap, Rio ini bakal ada sekuelnya, entah kapan rilisnya yang pasti gue tunggu. Soal ngelanjutin game Angry Bird di hape Android gue, ntar-ntar aja kali ya hahah!

Trailer Rio:

Jogja, 20 Februari 2012

Leave a Response