Room (2015); Film Penyekapan Anak dan Ibu dalam Gudang Sempit

Room (2015); Film Penyekapan Anak dan Ibu dalam Gudang Sempit
Room (2015). Sumber gambar: IMDB

Room adalah salah satu film sukses di Oscar. Mengantarkan aktris 26 tahun Brie Larson (Short Time 12) meraih gelar Best Performance by an Actress in a Leading Role tahun 2016 dan Best Leading Actress di BAFTA.

Room menggali begitu dalam psikologi seorang perempuan muda dan anaknya yang hanya memiliki ruangan sebesar kamar kos. Di dalam kamar itulah mereka hidup. Toilet, dapur, tempat tidur, tempat bermain anak bergabung jadi satu.

Dunia itu tidaklah semungil gudang tempat mereka tinggal. Itulah yang selalu ingin ditekankan oleh si ibu kepada anaknya, Jack, yang baru berusia lima tahun. Dunia di luar sana lebih menyenangkan. Dunia itu tidak hanya milik mereka berdua. Dan berbagai konsep mengenai dunia. Si ibu hanya bisa menanamkan itu sebab mereka tidak bisa melihat sendiri dunia yang sebenarnya. Mereka hanya melihat orang lain lewat televisi. Mereka hanya mengenal satu pria yang datang di malam hari lalu minta dilayani oleh ibunya Jack sementara Jack tidur di dalam lemari pakaian yang sempit.

Jack merayakan ulang tahun hanya dengan kue seadanya. Bahkan lilin mereka tak punya. Sang ibu tak bisa membelikan hadiah karena pintu keluar diberi kunci dengan kode khusus. Jack tumbuh menjadi anak yang aktif. Rambutnya dibiarkan panjang hingga saya pikir dia perempuan. Anak perempuan yang cantik. Terlebih lagi sang ibu tidak ingin anaknya sampai tersentuh lelaki yang menyekap mereka.

Jack tidak mengenal konsep ayah. Sang ibu pun tidak ingin lelaki itu menjadi ayah bagi anaknya yang malang. Dunia hanya mereka yang punya. Sinar matahari pun bukan hal penting. Room penuh dengan kegetiran hidup dua manusia yang berusaha untuk tabah. Mereka pernah mencoba lari, tapi gagal. Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar.

Kuatnya alur cerita dalam film ini bukan berarti tidak ada kejanggalan di dalamnya. Ada kemudahan yang sepertinya mengganggu khusyuknya saya saat menonton Room. Terlebih setelah Jack berhasil melarikan diri dengan berpura-pura mati. Sepertinya perlu membandingkan dengan cerita di novelnya untuk tahu sisi dramatis yang tidak diangkat sepenuhnya ke layar lebar. Tokoh Nick yang sebegitu waspada bisa ditipu dengan mudah sehingga menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Trailer Room:

Jogja, 1 Juli 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response