Sagarmatha (2013); Film Perjalanan ke Himalaya dan Jati Diri

Sagarmatha (2013); Film Perjalanan ke Himalaya dan Jati Diri
Sagarmatha (2013. Sumber gambar: IMDB

Sagarmatha, saya baru tahu kalau ini adalah sebutan untuk Himalaya. Film ini saya tonton sehari setelah tayang resmi di seluruh bioskop 28 November 2013. Dari trailernya sedikit saya menangkap jika film ini tentang 2 sahabat cewek (Kirana dan Shila) yang berencana ke Himalaya untuk mewujudkan cita-cita masa kuliah dulu dan menjadi anggota mapala.

Kirana (Ranggani Puspandya) adalah pencetus kembali keinginan sekian tahun lalu itu pada Shila (Nadine Chandrawijaya) dan pergilah mereka ke sana dengan perkiraan waktu 1 bulan.  Saya akui saya kurang paham dengan ending di film ini, sepertinya ada bagian yang tidak begitu saya simak hingga dahi saya berkerut hingga credit title film ini muncul. Abaikan tentang itu, setidaknya niat untuk membuat film dengan setting gunung tertinggi bolehlah diacungkan jempol. Banyak yang berkomentar film ini jauh lebih kuat ketimbang 5 cm.

Entah dinilai dari sisi mana, tapi lagi-lagi saya sepertinya kehilangan banyak informasi, mungkin dikarenakan keterlambatan saya memasuki studio hampir 10 menit. Saya melihat editing film ini agak minus di beberapa bagian, hingga saya bisa melihat ada sambungan adegan yang kurang smooth. Property yang dipergunakan dalam film ini seolah tidak dipertimbangkan faktor rasionalitasnya, yang kecil saja, seperti backpack, itu terlihat sangat ringan untuk sebuah perjalanan menuju puncak Himalaya. Ada pula beberapa dialog yang diucapkan tidak dengan lancar oleh tokoh Shila, sementara Kirana sepertinya jauh lebih baik dalam berdialog maupun berakting.

Adegan-adegan dalam film Sagarmatha terkesan datar-datar saja, cenderung membosankan. Sayang sekali padahal untuk produksi pasti tidak murah. Nepal yang diperlihatkan rasanya juga bisa diliat di media lain. Tidak ada kesan istimewa sampai meninggalkan ingatan yang mendalam.

Trailer Sagarmatha:

Yogyakarta, 30 November 2013

Leave a Response