Hari 5: Siapa yang Ingin Kamu Temui dalam Waktu Dekat? #7DaysKF

Hari 5: Siapa yang Ingin Kamu Temui dalam Waktu Dekat? #7DaysKF
Siapa yang Ingin Kamu Temui. Sumber gambar: flickr.com

Tema hari ini sebenarnya sangat-sangat ringan, tinggal menyebutkan siapa yang ingin kamu temui dalam waktu dekat. Memberikan alasan akhirnya membuat saya meringkas daftar panjang menjadi sependek mungkin. Oke, saya akan mencoret nama Katy Perry, Martin Garrix, Patty Jenkins, Elisabeth Moss, Ruben Onsu, Okky Lukman, Mark Zuckerberg, Paus Francis, Ang Lee, Jimmy Kimmel, Kimi Raikkonen, siapa itu nama vokalisnya Dashboard Confessional?, Iwan Fals, Leony Trio Kwek-Kwek, Siti Nurhaliza, Richard Hammond yang kemarin barusan kecelakaan mobil, Inggrid Michaelson, Alanis Morissette, Brie Larson sebelum dia jadi Captain Marvel—kalau bukan isu belaka sih, Djenar Maesa Ayu, Moeryati Soedibyo, Ahok, dan masih banyak lagi.

Ada masa di mana saya menyukai spontanitas sehingga tidak begitu mementingkan bahwa bertemu dengan si A adalah sebuah hal yang sangat-sangat harus terjadi dalam waktu dekat. Saya tidak pernah menyiapkan diri jika di suatu hari ketemu dengan gebetan zaman culun bin cupu di mall. Dia sambil gendong anak, saya gendong tas kresek belanjaaan Carrefour. Kami sama-sama saling menatap lalu dia melengos. Ternyata orang lain, mirip aja dan saya sudah deg-degan setengah mati.

Ketika saya pulang ke rumah, selain ketemu orang tua, saya akan bertemu dengan anak-anak tetangga yang nakal, ada-ada saja yang mereka lakukan di depan pagar rumah dan lari terbirit-birit jika ibu saya datang dan membubarkan aktivitas rahasia mereka, makan Chiki di siang hari. Tahu dari bungkus kosong yang mereka tinggalkan.

Medan kota yang selalu asing buat saya. Ibarat pernikahan karena perjodohan. Tidak saling kenal tapi tiap hari tidur bersama. Semrawutnya kota yang tidak pernah sembuh. Keteraturan itu adalah prioritas nomor sekian. Becak-becak motor yang menguasai jalan, angkot-angkot yang lincah mencari celah-celah untuk menyelip di antara kendaraan lain, suhu udara yang membuat rumah seperti sauna sepanjang hari, suara pemuda masjid yang membangunkan sahur dengan cara tidak santai, “Bu, sahur, Bu! Pak, sahur, Pak! Sahur! Sahur! Sahur!” Beda dengan cara di Jogja membangunkan sahur yang kalem hingga saya malah tidak segera terjaga.

Saya rindu dengan orang tua saya yang sering “bertengkar” seperti dalam sinetron-sinetron bahkan ketika saya baru naik ke dalam mobil saat saya dijemput di bandara. Ada saja hal-hal sepele yang mereka ributkan dan buat saya sudah biasa. Itu lebih baik ketimbang mereka saling diam. Mati gayalah saya. Saya juga mati gaya ketika ditanya, “Sudah ada calon, belum?” Saya akan menyipitkan mata seolah tidak paham maksudnya atau memutar otak mencari tema pengalihan. Kepo itu bukan hanya milik generasi millenial.

Liburan panjang tentu saya akan merindukan teman-teman di kantor. Bukan oleh-olehnya. Bagi saya, oleh-oleh tidak perlu ada. Apalagi yang sampai menguras isi kantong, padahal, di Jogja sebenarnya juga ada yang jual. Kangen dengan suara bersinnya Tiwi yang seperti anak kucing lalu pasti ada echo-nya, kangen dengan Desy tetangga kos yang segala bahasan akan berujung pada kebaperan, kangen dengan Wahyu si prajurit yang taat pada sang komandan, kangen dengan Ve yang masa pubernya keterusan sampai kepala 3 dan entah akan menjatuhkan pilihan pada pria mana. Orang-orang yang setiap hari datang ke kantor dengan paket karakter uniknya masing-masing.

Bagaimana dengan kamu? Apakah saya adalah dalam daftar orang yang ingin kamu temui dalam waktu dekat? Silakan baca artikel ini dulu deh baru kita ketemuan.

 

Jogja, 14 Juni

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response