Sepatu Bersepeda Ideal yang Bisa Digunakan Selain Cleat

Kali ini yuk bahas sepatu bersepeda. Beberapa hari lalu saya ke Adi Mitra. Sebuah toko sepeda di dekat Alun-Alun Selatan. Ada aksesori yang sedang saya cari. Teman saya bilang, di sana lengkap. Dan, memang di sana semuanya ada. Ada dua barang yang sedang saya cari. Lampu LED sama sepatu.

Sepatu Bersepeda Ideal yang Bisa Digunakan Selain Cleat
Sepatu Cleat. Sumber gambar: keyassets.timeincuk.net

Barang pertama yang saya lihat di sana adalah sepatu. Sepatu bersepeda yang saya cari bukanlah sepatu ideal yang ber-cleat. Cleat bukan clit meskipun dibaca klit. Sepatu cleat adalah sepatu khusus buat bersepeda. Di telapaknya terdapat pengunci pedal. Teman saya ada yang bersepeda memakai cleat dan bagi saya sepatu itu sangat mengerikan. Sekali lupa melepas kaitannya, maka siap-siap jatuh ketimpa sepeda sendiri.

Sepatu Bersepeda Ideal yang Bisa Digunakan Selain Cleat
Sumber gambar: dok. TapakRantau

Si pelayan toko menunjuk beberapa jenis sepatu tanpa cleat. Mereknya kebanyakan Shimano. Harganya berkisar 1 juta rupiah. Jangan kaget, itu standar kok. Sebab dirancang khusus untuk kenyamanan saat mengayuh pedal.

Sepatu bersepeda yang saya cari mereknya All Bike. Beli di mataharimall.com sebenarnya ada, harganya pun ada yang didiskon sampai netto 40.000. Sepatu ini terbuat dari karet. Tidak bersol tebal seperti halnya sepatu lari. Sangat lentur dan modelnya kurang menarik. Keunggulannya adalah anti slip dan basah. Teman saya ada yang pakai. Sepertinya memang nyaman.

Saat bersepeda memang tidak disarankan bertelanjang kaki. Tidak wajib pula harus bersepatu. Mau pakai sandal jepit, kalau adanya memang itu, nggak masalah. Saya punya dua alternatif. Satu sepatu lari. Satunya sandal gunung. Keduanya saya pakai bergantian. Kalau ingin bersepeda dengan nyaman, sepatu lari adalah jawabannya. Sandal gunung memiliki sol yang kasar tapi tipis dan tidak melindungi seluruh bagian kaki. Hanya saja, ketika di perjalanan kena hujan, sandal gunung lebih bersahabat dengan kaki ketimbang sepatu lari yang menyerap banyak air.

Sepatu lari kalau saya pribadi bisa memberikan kekuatan lebih pada kaki terlebih jika ingin berlatih kecepatan. Gunakan kaus kaki untuk menghindari lecet. Memakai sepatu pun juga memiliki keuntungan lagi pencinta latihan brick, yaitu lari setelah bersepeda. Sesekali cobalah latihan brick ini. Saya pernah mencobanya dan hanya kuat lari 1 kilometer setelah bersepeda 30 kilometer. Idealnya lari 5 kilometer. Jika 1 kilometer ditempuh 10 menit, berarti butuh hampir 1 jam lebih. Jangan mencoba latihan ini jika memang tidak ada persiapan. Jangan pula merasa tidak pernah siap sehingga tidak mencoba.

 

Jogja, 2 Agustus 2016

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response