Shane McCutheon; Legenda Figur Lesbian The L Word

Shane McCutheon; Legenda Figur Lesbian Bebas dari Serial TV The L Word
Shane McCutheon. Sumber gambar: pinterest.com

Beberapa waktu lalu, di facebook, saya ikut membagi sebuah video fanmade berjudul Katherine Moennig-Biography, yang berisi sejumlah serial dan film yang telah dibintangi sepupu dari Gwyneth Paltrow, yang saya lihat pertama kali dari serial kontroversial The L Word. Jika dibandingkan dengan sang mantan istri Chris Martin dalan jumlah film yang telah dibintangi, Kate bukanlah apa-apa. Hanya saja, fansnya membludak ketika ia memerankan tokoh Shane McCutheon di serial 6 musim The L Word. Aktingnya sebagai seorang bad butch menjadi inspirasi untuk serial-serial TV yang mengedepankan kehidupan lesbian. Saya pun menyukai Shane-bukan Kate-yang terkesan cuek dan selalu bisa memikat setiap perempuan yang diinginkannya. Sejak episode pertama, karakternya terlihat berbeda dari yang lain-sebelum Max bergabung di season 3.

Meski sisi negatifnya dalam hal ketidaksetiaan cukup mencolok, tapi dalam lingkaran pertemanan, dia begitu baik. Seorang pendengar yang ideal dan tidak mudah men-judge tanpa tahu permasalahannya. Jika di The L Word, Shane McCutheon bersahabat dengan Alice, maka di dunia nyata ia bersahabat dengan Leisha Haley. Jika dalam serial, Shane McCutheon berpacaran dengan banyak perempuan, di dunia nyata, ia masih jalan dengan Holly Miranda, entah rumor atau bukan.

Shane berbeda dari Max. Mempelajari dunia lesbian membuat saya untuk bisa memahami sebegitu banyak label yang mendefinisikan antara satu dengan yang lain. Tapi lagi-lagi, tidak semua sepakat dengan labelling kaku seperti ini sehingga jadilah setidaknya 4 pengkategorian. 

Watak sebagai pemain cinta Shane McCutheon nyaris hilang ketika ia menjalin hubungan dengan seorang DJ hispanik bernama Carmen. Di season 2 dan 3, keduanya tampak begitu mesra dan kompak, tapi dasarnya tidak siap dengan komitmen, Shane tidak datang di momen pernikahannya dengan Carmen. Sangat menyebalkan tapi bagaimanapun saya tetap suka Shane. Pacar terakhir Shane di serial ini adalah Jenny, seorang tokoh yang di musim pertama, tampil sebagai kekasih Tim sampai kemudian digoda oleh Marina. Lagi-lagi karena Shane selingkuh, hubungan keduanya berakhir.

Butch

Butch merujuk pada sosok yang tampil maskulin, entah itu sebatas gestur, hingga ada yang sampai ke pola pikir dan cara berpakaian. Butch sering dikaburkan dengan transgender/transeksual. Bedanya grup T ini lebih mendefinisikan diri sebagai kalangan heteroseksual, meski kalangan heteroseksual belum tentu menganggap begitu. Definisi butch bisa menjadi sempit ketika diaplikasikan ke dalam pasangan sesama perempuan. Misalnya di The L Word, untuk pasangan Tina dan Bette. Karakter maskulin dan feminin dalam dunia lesbian pun tidak bisa dihilangkan. Dalam dunia nyata, Ellen deGeneres bisa menjadi salah satu contohnya. Apakah label butch bisa diganti ke yang lain? Konsep ini memang tidak permanen melekat pada seseorang, seperti halnya dengan top dan bottom pada pasangan gay. Sexuality is fluid, kata Shane di salah satu episode, dan Freud bahkan mengatakan bahwa manusia dilahirkan dengan orientasi biseksual, teori yang saya sendiri tidak menyepakatinya.

Femme

Lawan dari maskulin adalah feminin, atau femme dalam kalangan lesbian. Secara tampilan, tidak mudah mengidentifikasi kategori yang satu ini dan membedakannya dengan perempuan heteroseksual. Mereka baru bisa dikenali ketika memberikan “sinyal” pada sesama jenis. Dalam The L Word, selain Jenny, Alice dan Helena adalah karakter femme yang cukup menonjol. Apakah femme hanya mau dengan butch? Relationship antara Helena dan Tina membuat konsep dalam kepala saya hancur lebur dan memunculkan pemahaman baru bahwa memang cinta tidak bisa dikotak-kotakkan. Dalam dunia nyata, Portia de Rossi alias Portia deGeneres menjadi salah satu contoh femme.

Andogyny

Konsep andogini tidak hanya berlaku dalam dunia lesbian, pada umumnya merujuk seseorang yang merangkum sisi feminin dan maskulin sekaligus, seimbang, dalam waktu bersamaan, bukan karena kondisi. Oleh wikipedia, dituliskan begini:

Seorang androgini dalam arti identitas gender, adalah orang yang tidak dapat sepenuhnya cocok dengan peranan gender maskulin dan feminin yang tipikal dalam masyarakatnya. Mereka juga sering menggunakan istilah ambigender untuk menggambarkan diri mereka. Banyak androgini yang menggambarkan dirinya secara mental “di antara” laki-laki dan perempuan, atau sama sekali tidak bergender. Mereka dapat menggolongkan diri mereka sebagai orang yang tidak bergender, a-gender, antar-gender, bigender, atau yang gendernya mengalir (genderfluid).

Di 6 season The L Word, saya tidak menemukan tokoh ini, Max terlalu cenderung ke lelaki, Marina juga tidak. Dalam dunia nyata, Erika Lender adalah salah satu representator. Dia adalah model yang pernah tampil dalam video klip Katy Perry “Unconditionally”. Mereka ini diuntungkan karena bisa mendapat kontrak untuk produk khusus laki-laki maupun perempuan.

No Label

Jadi, lesbian world is a complicated one, menjadi hal yang menarik untuk dipelajari perkembangannya dari waktu ke waktu. Karakter Shane berhenti sampai di akhir season 6, tapi ada banyak karakter serupa yang muncul di serial lain, seperti Fanky Doyle di Wentworth, dan Frankie di Lip Service. Oh ya, jika diberi skala 1 sampai 10, kadar seksualitas dalam The L Word ini berada di posisi 9, cukup menjadi pertimbangan untuk Anda tonton.

No label atau disingkat NL, yang sama sekali ogah menyebut diri atau disebut dengan label tertentu. Tidak sedikit teman-teman lesbian saya yang anti dengan label karena menurut mereka, konsep dari lesbian adalah hubungan antara dua perempuan, bukan perempuan yang anti laki-laki tapi suka dengan perempuan yang berpenampilan laki-laki, tidak perlu dipersempit dengan cara apa pun. Dampak labeling adalah keengganan seseorang untuk mengakui rasa cinta yang dimilikinya pada seseorang yang setipe dengannya. Misal butch dengan butch, femme dengen femme. Kalau cinta, ya jalani aja. That simple.

 

Jogja, 29 Juli 2014

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Comments are closed.