Sicario (2015); Film Tentang Agen FBI yang Tertindas CIA

Sicario (2015); Film Tentang Agen FBI yang Tertindas CIASicario (2015). Sumber gambar: IMDBSicario mendapatkan 3 nominasi Oscar untuk kategori Best Achievement in Cinematography, Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score, dan Best Achievement in Sound Editing. Mendapat 3 nominasi di BAFTA untuk kategori Best Supporting Actor, Best Cinematography, dan Best Original Music. Sementara di Cannes mendapatkan nominasi Palme d’Or.

Kolaborasi sutradara Denis Villeneuve (Arrival, Prisoners) dan penulis skenario Taylor Sheridan (Hell or High Water, Sons of Anarchy, Veronica Mars), akan membawa kita memasuki tanah Mexico bersama sepasukan CIA dan 2 agen FBI untuk merangsek ke dalam markas kartel internasional di bawah pimpinan Manuel Diaz.

Kate Macer (Emily Blunt-Edge of Tomorrow, Looper, The Young Victoria) mengira bahwa ketika dirinya dilibatkan dalam pengejaran si bos kartel, murni untuk menumpas sepak terjang organisasi yang telah menghilangnya nyawa banyak orang dengan cara kejam itu. Dia dan Reggie Wayne (Daniel Kaluuya-Babylon, Black Mirror) ternyata hanyalah semacam formalitas bagi agen CIA untuk beroperasi. Jika di awal film ini kita bisa melihat Emily Blunt di garis depan, terlihat keren dengan senjata otomatis, maka keadaan berubah drastis. Dia tidak lebih menjadi boneka Barbie yang dijaga banyak laki-laki kekar dan ambisius.

Keterlibatan Kate dimulai setelah timnya mengalami kejadian tidak mengenakkan di sebuah operasi penggerebekan di wilayah Arizona. Tidak hanya ada peledakan, mereka pun menemukan puluhan mayat yang tertanam di dalam dinding kondisi yang membuat mual. Investigasi mengenai mayat-mayat itu mempertemukannya dengan Matt Graver (Josh Brolin-No Country for Old Men, Hail, Caesar!) dari Departemen Pertahanan dan rekannya seorang pria mencurigakan bernama Alejandro (Benicio Del Toro-Inherent Vice, Sin City). Istri dan anak Alejandro tewas dibunuh anak buah Manuel Diaz. Ada unsur dendam dipendam sejak lama.

Kate menyatakan dirinya bersedia ikut dalam tim gabungan. Tidak hanya CIA, ada pula para rangers Texas yang pemberani. Keanehan sejak pertama mulai dirasakan Kate. Mulai dari penerbangan dengan pesawat pribadi ke Juarez, padahal seharusnya mereka ke El Paso. Di sana, pemandangan mencolok yang dilihatnya adalah mayat-mayat tanpa kepala yang digantung di bawah jembatan layang, hasil kreasi para anggota kartel yang tak segan menghabisi musuh. Kate dibuat bingung dengan strategi operasi yang disiapkan mereka. Untuk memancing keluarnya Manuel Diaz, mereka sengaja membuat keriuhan dengan cara mencolok. Lawan mereka adalah orang-orang sipil bersenjata dan siap baku tembak kapan saja. Terowongan-terowongan sebagai jalur distribusi pun menjadi incaran untuk menggulung kelompok kartel tersebut.

Dan Kate hanya sebagai penonton. Suaranya tidak didengar. Rasa ingin tahunya diabaikan oleh Matt, apalagi Alejandro yang dingin. Kali ini, Kate merasa asing dengan misi yang tengah dijalaninya. Hingga kemudian rekannya Reggie ikut bergabung dan merasakan bahwa ada yang salah dengan misi ini. Kate bersikeras untuk tetap ikut dalam tim, dia harus tahu apa yang tengah terjadi dan apa misi Alejandro sebenarnya.

Mendapatkan credit teratas tidak membuat peran Emily Blunt menjadi signifikan dalam Sicario. Perannya memang menjadi agen yang tidak punya daya, dan itu menyebalkan. Dibandingkan dengan perannya di Edge of Tomorrow yang terlihat maskulin dan sadis, sebagai Kate dia menjadi tokoh yang menjatuhkan seorang lawan saja sulit, senjatanya mudah terlepas dari tangan, sedikit penggugup jika dilihat dari gestur tubuhnya. Bahkan hingga penutup film ini, dia tidak bisa membalikkan keadaan dari yang tertindas menjadi penindas. Dia membiarkan CIA bekerja dengan cara mereka sendiri meski itu tidak benar.

Trailer Sicario:

Jogja, 15 Maret 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response