Simply Complicated (2017); Dokumentasi Perjalanan Hidup Demi Lovato

in Musik by
Simply Complicated (2017); Dokumentasi Perjalanan Hidup Demi Lovato
Simply Complicated (2017). Sumber gambar:

Di Ellen Show edisi 15 Januari 2018, salah satu bintang tamunya adalah Demi Lovato. Mantan bintang cilik yang dibesarkan oleh acara TV milik Disney, sezaman dengan Miley Cyrus maupun Selena Gomez. Saya bukan fans dia, lagu-lagunya juga nggak banyak yang saya tahu, ketimbang lagu-lagunya Selena dan Miley. Out of my radar, sebut saja begitu. Tapi, apa yang membuat dia masuk dalam radar saya adalah ketika di salah satu segmen acaranya Ellen, ada games Who’d You Rather, games sederhana, yaitu si tamu memilih satu dari dua foto yang ditampilkan di layar. Jika biasanya seleb disodori gambar-gambar lawan jenisnya, Demi disodori dua-duanya.

Wait, is she…? Kapan? Seingat saya, selama tahun 2017, dia tidak masuk dalam list selebriti biseksual yang coming out. Tahun-tahun sebelumnya dia masih kencan dengan hanya laki-laki. Dalam games itu, pada akhirnya Demi memilih Rihanna, karena saingannya adalah Kristen Stewart. Ya jelaslah milih Rihanna. Saya juga pasti milih Rihanna, asalkan Rooney Mara nggak ikutan lho.

Saya makin penasaran, kapan si Demi ini menyatakan dirinya biseksual? Saya cari di situs-situs gosip sampai youtube, tidak ada yang memberikan jawaban jelas. Dia sempat jalan sama seorang DJ memang di tahun 2017, tapi sudah nggak lagi. Nah, ketika mengubek-ngubek Youtube, saya akhirnya menemukan sebuah video dokumenter tentang selebriti yang dulu cungkring dan sekarang jadi terlihat berotot ini. Simply Complicated judulnya.

Dalam durasi 78 menit, kamu yang nggak ngeh sama Demi Lovato, pasti bakal mulai tahu deh dengan dia sebagai selebriti, dan di belakang itu mantan pecandu narkoba, memiliki gangguan makan, bipolar, dibuli ketika masih kecil, kehilangan figur ayah panutan, mengalami patah hati berkepanjangan, dan gangguan emosional.

Sebagai artis dari Disney, Demi dituntut untuk menjadi sosok manis, seperti halnya teman-teman Demi maupun pendahulunya semacam Britney Spears. Semenjak kecil, dia sudah menandatangani kontrak untuk acara TV yang tokohnya T-rex warna ungu, Barney. Bukan, tidak bukan sebagai Barney. Yang bener aja lo. Dia jadi salah satu teman Barney yang innocent.

Imej baik-baik dijaga Demi sampai remaja. Dia yang sebenarnya tidaklah mungkin terlihat di depan kamera. Masa remajanya benar-benar penuh dengan topeng kepalsuan. Dan itu menjadi siksaan tersendiri. Dia tidak memiliki masa remaja yang normal. Sisi pemberontaknya semakin hari semakin jadi. Kokain mulai masuk dalam tubuhnya lewat teman-teman pergaulannya. Dia pun pada akhirnya menjadi kecanduan narkotika dan orang-orang terdekatnya berusaha untuk membawa kembali ke titik sadarnya. Tidak mudah, karena satu sisi dirinya ingin bersih, sisi dirinya yang lain ingin tetap kotor. Untung saja dia tidak menyatakan menyerah untuk melawan kecanduan itu. Dia mengalami masa rehabilitasi dan perlahan mulai bersih dari obat-obatan.

Belum selesai sampai di sana. Demi adalah salah satu dari korban gaya hidup tidak sehat yang ditularkan oleh selebriti perempuan bertubuh kurus. Yang beranggapan kurus itulah ideal. Kurus dalam level mengerikan. Dia punya sebuah papan yang ditempelinya dengan gambar-gambar selebriti kurus, dia menyukai Amy Winehouse yang akhirnya tewas overdosis.

Bagi Demi, makanan adalah penghiburannya. Semenjak kecil dia senang memasak dan makan. Tapi makanan bisa membuat tubuh gemuk. Dia menjadi korban bullying sebuah kelompok siswa populer di sekolah bahkan membuat petisi agar si Demi bunuh diri saja.

Seiring dengan berjalannya waktu, Demi pun menyadari bahwa gangguan makan yang dideritanya tidak bisa terus-terusan.

Satu bagian yang saya sukai adalah ketika dia mulai memilih olahraga sebagai aktivitas positifnya. Setelah dia sempat menarik diri dari dunia hiburan, dia menyibukkan diri dengan mengikuti berbagai kelas olahraga, seperti tinju, jiu jitsu, dan bodyweight. Wajar jika badannya jadi berisi sekarang, dia masa bodoh sudah dengan perkara tubuh ceking.

Yang tidak pernah berubah darinya adalah suara yang vibrasinya tidak akan sanggup dilampaui oleh Taylor Swift atau Selena Gomez. Suara asli dia mampu mencapai nada-nada tinggi seperti yang pernah diperdengarkan Kelly Clarkson beberapa tahun silam. Untung saja kebiasaannya buruknya tidak sampai merusak pita suara. Tidak sedikit penyanyi yang makin depresi karena pita suara rusak akibat tidak dirawat dengan baik.

Simply Complicated memang tidak membuat saya akan masuk dalam klub penggemar Demi Lovato karena saya sukanya sama Taylor Swift. Tapi, saya suka dengan perjalanan hidup dia, titik balik dia, kejujuran dia yang itu sama saja dengan merusak karier masa remaja yang gemilang. Ya, ketimbang terus-menerus berbohong, rasanya jujur memang lebih baik. Toh, para penggemar Demi Lovato akan menerima apa pun keadaan dia. Kesabaran keluarga dan orang-orang di sekitar dia juga membuat dokumenter ini penuh dengan keharuan dan emosional.

Simply Complicated ditayangkan di Youtube  3 minggu setelah peluncuran album keenamnya yang berjudul Tell Me You Love Me dan sudah ditonton sebanyak 13 juta kali. Hannah Lux Davis, sebelumnya adalah sutradara video klip Demi yang Sorry Not Sorry, Hailee Steinfeld (Most Girls), DNCE (Body Moves), Jessie J (Flashlight), dan masih banyak lagi.

Simply Complicated, seperti judulnya, untuk menyampaikan sebuah kisah rumit tidak perlu berbelit-belit, apalagi sampai siaran langung 24 jam segala, ye kan?

Jogja, 17 Januari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Musik

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
error: All contents protected, please contact email below to copy
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co