Peran Penting Ketersediaan Sinopsis Saat Kirim Naskah

Peran Penting Ketersediaan Sinopsis Saat Kirim Naskah
Sinopsis . Sumber gambar: pixabay.com

Sinopsis atau rangkuman cerita (khususnya novel) merupakan bagian pelengkap yang harus kamu penuhi saat mengirimkan naskah teenlit ke redaksi. Ini sangat dibutuhkan sebagai alat bantu dalam proses evaluasi, meskipun bukan penentu diterima/ditolaknya naskah lho Guys. Ada beberapa poin yang dalam sebuah proses evaluasi menjadi bahan pertimbangan, termasuk di sana teknik penulisan.

Sinopsis Falerta

Falerta adalah seorang anak yang dibuang oleh orang tuanya dan tinggal di panti asuhan anak jalanan. Kerjaannya sehari-hari hanya mengemis di depan sebuah kafe, dan bermain dengan anak-anak jalanan lainnya. Walaupun dia anak jalanan dan terlantar, Falerta merupakan anak yang cerdas dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia diangkat oleh seorang wanita kaya dan single bernama Viona. Di dalam cerita diperlihatkan bagaimana Falerta menjadi “Cinderella” dari hidup miskin menjadi seseorang yang merasakan kehidupan layaknya putri konglomerat. Setelah beberapa lama diperkenalkan dengan dunia konglomerat Viona, Falerta kemudian bersekolah di Akademi Seni. Di sinilah Falerta bertemu dengan teman-teman, orang-orang baru, dan kekasih baru. Namun kehidupan di akademinya membawanya ke sebuah insiden yang menguak masa lalu ibu angkatnya dan keluarga besarnya, dan dari insiden itu dia terseret ke dalam sebuah tragedi yang disebabkan konspirasi pesaing dari keluarga besar ibu angkatnya. Di sinilah klimaks dari pelajaran hidup Falerta, dia belajar banyak hal. Termasuk belajar bahwa ketulusan dan cinta tidak semua orang memilikinya, bahkan orang terdekat sekalipun.

Kembali ke sinopsis, berikut akan saya bahas beberapa hal yang berkaitan.
Pertama, isi sinopsis. Sinopsis yang dipandang ideal adalah yang memuat dengan gamblang konflik utama dalam naskah kamu. Konflik merupakan daya tarik yang ingin diketahui pertama kali saat evaluasi. Dengan mengetahui konflik, maka tema dan alurnya pun juga akan mudah terbaca. Di dalam sinopsis, juga perlu diceritakan mengenai tokoh utama dan latar belakangnya.
Kedua, panjang sinopsis. Kamu cuma perlu menyiapkan sinopsis 1-3 halaman A4, diketik rapi, font Times New Roman, size 12.
Ketiga, ending cerita. Sering kali, para penulis pemula salah kaprah antara blurb (tulisan pada belakang) dengan sinopsis. Blurb kadang kala memang diisi oleh sedikit bocoran mengenai isi novel, tapi untuk di buku-buku teenlit terbaru DIVA Press Group, blurb lebih banyak diisi dengan kutipan percakapan dari dalam naskah. Sementara dalam sinopsis, inti cerita hingga ending perlu dicantumkan dengan lengkap, bukan berupa kalimat tanya.
Kalau masih bingung dengan isi sinopsis, berikut ada beberapa contoh dari sinopsis yang pernah masuk ke redaksi de TEENS, tapi untuk ending cerita mohon maaf tidak ditampilkan ya.

Sinopsis Backpack Love

Untuk melepas kutukan jomblo pada anggota band Lingua, para personel di dalamnya menempuh cara backpacking. Membawa misi sosial yang diusulkan oleh Rama, salah seorang personel band Lingua, serta tentu saja misi untuk hunting cewek. Di empat kota yang berbeda keempat sahabat itu melakukan petualangan bakpacking mereka dengan berbagai aturan. Setiap hari mereka harus menuliskan pengalaman mereka dan apa yang sudah mereka dapat hari itu disertai bukti berupa foto.

Rama, dia lebih cenderung menjalankan aksi sosialnya sampai-sampai ia didaulat sebagai aktivis termuda ketimbang mencari cewek yang akan mengisi hatinya. Itu karena Rama masih mencari cinta pertamanya yang katanya cinta terindahnya. Jordy, dengan mengajar mengaji anak-anak kampung ia bertemu dengan Janah yang membuatnya kalang kabut sampai ia nekat untuk melamarnya melupakan usianya yang masih belia.
Gilang, cowok yang selalu ingin tampil perfect ini bertemu dengan seorang pianis yang membuatnya kembali jatuh cinta pasca traumanya akan cintanya yang berakhir tragis oleh sebuah kecelakaan. Dan Briyan yang cool bertemu dengan Jelita yang membuatnya tak bisa melihat cewek lain.

Keempat cowok yang masih duduk di bangku SMA itu menjalani 2 minggu petualangan backpackernya dengan berbagai hambatan. Misalnya Briyan yang terpaksa bersaing dengan seorang camat tua yang dijodohkan dengan Jelita. Sadar akan ketidakmampuannya, Briyan akhirnya mengalah dan melepaskan Jelita dengan susah payah.
Selesai petualangan backpacker mereka, mereka belum menemukan cinta sejati mereka dan malah membawa kegalauan. Tapi siapa sangka, setelah usaha mereka untuk mengadakan dinner dengan Linguers–para fans mereka–untuk mencari cinta mereka.

*tulisan ini saya buat untuk fanpage Teenlit Loverz mengingat banyaknya penulis pemula yang masih bingung seputar sinopsis naskah.

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response