So Hard to Forget (2010); Film Brazil Tentang Sulitnya Melupakan

So Hard to Forget (2010); Film Brazil Tentang Sulitnya Melupakan
So Hard to Forget (2010). Sumber gambar: IMDB

So Hard to Forget (berjudul asli Como Esquecer), film LGBT produksi Brazil ini tentang susah move on ketiga tokohnya. Yang pertama adalah Julia-seorang dosen bahasa Inggris. Dia selalu teringat kenangan-kenangan saat bersama Antonia yang tidak dijelaskan kenapa meninggalkan Julia. Yang pasti, perginya Antonia membuat Julia menjadi semacam orang depresi, menarik diri, dan emosional. Tidak hanya itu, apartemen yang ia huni dulunya bersama Antonia, belum dibayar sewanya.

Kedua adalah Hugo, seorang aktor panggung yang ditinggal pacarnya, Pedro. Hugo tipe cowok yang tetap ceria dan sangat care sama Julia. The life must go on, menurut dia. Dan meski di dalam kepalanya tetap ada bayangan Pedro, ketika ketemu cowok yang menarik, ya dia nggak jual mahal.
Yang ketiga adalah Lisa, seorang cewek yang ditinggal pacarnya, Rodrigo, karena hamil. Kehamilan ini baru diketahui Julia ketika mereka sepakat tinggal bareng di sebuah rumah. Karena tidak siap dengan kehamilannya, Lisa pun memutuskan untuk aborsi.

Di kampus Julia, ada seorang mahasiswa bernama Carmen yang tampak selalu berusaha mencuri perhatiannya. Ada saja cara yang ia pakai untuk membuat dirinya selalu berinteraksi dengan Julia. Tapi sayangnya, Julia tidak merespons. Bahkan ia tampak kurang suka ketika Carmen datang ke rumahnya. Julia malah dekat dengan Helena, sepupu Lisa yang tinggal di Prancis sebagai seniman. Entah benar atau hanya karangan Carmen aja kalau Helena ini pernah menghabiskan waktu bersama dengan Carmen dan berkomunikasi intens via email. Julia hanya menanggapi dengan dingin.

So Hard to Forget bersetting di Rio de Janeiro, menghadirkan alur cerita sederhana, cenderung agak membosankan karena minim dengan kejutan-kejutan dan malah kerap menampilkan kilasan-kilasan masa lalu yang saya nggak tahu fungsinya. Jadi bisa dibilang, susah move on bukan sesuatu yang menarik untuk ditonton menurut saya. Di sini tidak ada konflik klasik homoseksual versus heteroseksual yang pada ujungnya harus mengorbankan salah satu pihak karena lingkungannya memang kalangan LGBT.

Trailer So Hard to Forget:

Yogyakarta, 6 April 2014

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response