Soundtrack Fifty Shades, Berdua Tidak Berarti Lebih Nendang

in Musik by
Soundtrack Fifty Shades, Berdua Tidak Berarti Lebih Nendang
Soundtrack Fifty Shades of Grey. Sumber gambar: Youtube

Hadirnya soundtrack dalam sebuah film semacam sebuah keharusan untuk membuat film tersebut terngiang-ngiang dalam kepala. Terutama film dengan budget besar plus berbintang. Promosi film pun biasanya dimulai dengan soundtrack, yang barangkali tidak selalu liriknya nyambung dengan filmnya, tapi di video klipnya akan diselipkan adegan-adegan dalam film untuk membuat penonton mau tahu dan mau nonton, tentu saja.

Nama-nama besar pun dilibatkan untuk mencapai tujuan. Bukan berarti nama baru tidak potensial bahkan ikut  membuat si anak baru menjadi populer pula, tapi, buat apa mengambil risiko? Buat apa coba-coba. Kalau ada Baygon buat apa… hayo apa lo?

Tulisan ini saya buat begitu menonton soundtrack Fifty Shades terbaru, ending dari perjalanan cinta Jamie Dorman eh Christian Grey bersama wanitanya Anastasia Steele mulai dari baru kenal hingga mereka menikah. Yaa spoiler deh. Udah tahu endingnya tapi tetap pengin nonton kan?

Soundtrack Fifty Shades, Berdua Tidak Berarti Lebih Nendang

Soundtrack-nya berjudul For You, dinyanyikan oleh mantan personel boyband One Direction Liam Payne dan Rita Ora. Baru saja videonya dirilis, mengingat filmnya juga akan tayang di bioskop Indonesia, tanggal 9 Februari bulan depan. Ditulis oleh orang-orang populer macam Ali Payami, Ali Tamposi, dan Andrew Watt. Sementara untuk videonya digarap sepenuh hati oleh Hannah Lux Davis, yang sebelumnya mengerjakan video untuk Demi Lovato (Sorry Not Sorry) dan Good Life untuk soundtrack seri terakhir Fast Furious.

Nuansanya yang ditampilkan mengingatkan saya dengan video Martin Garrix dan Bebe Rexha yang In the Name of Love. Bahkan kostumnya pun hampir sama. Rita ora mengenakan gaun panjang, sementara Bebe Rexha dress, warnanya merah. Liam Payne dan Martin Garrix mengenakan stelan jas elegan.

Meskipun ditujukan sebagai soundtrack sebuah film erotis yang kontroversial dan mustahil akan tayang di layar bioskop maupun TV Indonesia, kedua penyanyi ini tidak ikutan beradegan yang iya-ya di sepanjang video. Cukup disayangkan memang.

Soundtrack Fifty Shades, Berdua Tidak Berarti Lebih Nendang

Hal serupa berlaku juga dengan video soundtrack Fifty Shades Darker, yang memasangkan Taylor Swift lagi-lagi dengan mantan personel One Direction, Zayn Malik. Lagunya ditulis Taylor dengan bantuan Sam Dew dan Jack Antonoff. Videonya diarahkan oleh Grant Singer. Kalau dibandingkan dengan For You, menurut saya ini jauh lebih baik. Bukan semata-mata ada Taylor Swift, karena dalam lagu yang mendominasi adalah Zayn dengan falsetto yang tidak bisa dikejar oleh Taylor, meskipun dalam videonya Taylor tampak sedikit binal ya. Mereka berada dalam dua situasi yang berbeda. Zayn tampak kesepian dengan kesendirian, sementara Taylor terjebak dalam kesepian dalam keramaian. Saya nggak tahu orang-orang di sekitar dia pada ngapain deh. Keduanya sama-sama—ceritanya—saling merindukan di waktu sang kekasih pulang ke rumah. Video yang laris manis ditonton, walaupun bagi saya pribadi, belum ada yang bisa mengalahkan Love Me Like You Do dari Ellie Goulding.

Lagu ini tidak hanya memperkenalkan hadirnya film Fifty Shades ke dunia, tapi juga sebagai bagian dari album Delirium milik penyanyi mantannya mantan personel One Direction (lagi?) Nial Horran ini. Meskipun dinyanyikan seorang diri, saya merasa ini lagu yang benar-benar tepat untuk Fifty Shades of Grey. Dia seperti mewakili suara hati Anastasia Steele yang telah terkintil-kintil pada sosok lelaki atletis, kaya, tamvan, dan liar di ranjang si Grey the Only One. Konsep dari video klipnya  juga tidak sampai macam-macam gimana. Tapi Ellie adalah salah satu penyanyi saya suka dengan karakter suaranya seolah bisa menembus dinding lapis baja sekalipun untuk membuat orang klepek-klepek. Sejauh ini banyak lagu dia yang saya suka dan sering diputar berulang-ulang tanpa cepat bosan. Tema-tema lagunya juga beragam. Love Me Like You Do adalah yang terbaik untuk soundtrack untuk mengingat Fifty Shades. Mengapa harus dinyanyikan berdua jika dinyanyikan sendiri lebih nendang?

Jogja, 27 Januari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*